Woman on Top

Putu Diah Kurniawandari: Minimalisir Kesalahan

Sosok AKP Putu Diah Kurniawandari, S.IK., M.Si., sangat menarik untuk dibahas. Perempuan muda dengan paras ayu ini, dipercaya memegang jabatan sebagai Kasat Lantas Polres Buleleng. Jabatan yang selama ini selalu dipegang oleh figur laki-laki, mampu ia emban dengan penuh tanggung jawab.

Menurut perempuan yang baru sebulan menduduki jabatannya ini, menjadi seorang perempuan di era milenial berarti memiliki kebebasan dalam berkarya dalam bidang apapun. Tidak hanya menjadi perempuan yang bertanggung jawab dengan kodratnya, perempuan generasi milenial juga dapat menyetarakan diri dengan kaum maskulin di berbagai bidang kehidupan.

Perempuan yang akrab disapa Diah ini mengatakan perempuan dan laki-laki memiliki kesampatan yang sama khususnya dalam bidang pendidikan dan karier. “Saat ini perempuan bisa menggantikan tugas dan pekerjaan yang laki-laki bisa lakukan, yang membedakan keduanya hanya kodrat,” papar Diah.

Lahir di lingkungan keluarga polisi, membuat Diah sejak lahir dididik menjadi pribadi tangguh dan disiplin. Sempat menyukai seni tari, Diah akhirnya diarahkan ke sebuah klub bulutangkis yang mengantarkannya menjadi atlet berprestasi di tingkat provinsi. Namun, kembali ke cita-cita masa kecilnya Diah akhirnya memutuskan untuk masuk di Akademi Kepolisian. Uniknya selama bertugas sebagai anggota kepolisian Diah selalu mendapat tugas di bidang reserse dan baru kali ini ditugaskan di bidang lalu lintas. Memimpin di fungsi yang berbeda membuat perempuan kelahiran Denpasar ini perlu penyesuaian dan banyak belajar.

“Beberapa kali pindah tugas yang biasanya di bidang reskrim dan baru kali ini ditempatkan di bidang lalu lintas, sama sekali tidak ada basic lalu lintas sehingga ini membuat saya perlu banyak belajar,” ungkapnya.

Bahkan perempuan kelahiran 27 Agustus 1987 ini mengatakan menjadi seorang kepala satuan yang hampir sebagian besar anggotanya adalah laki-laki tidak menjadi masalah untuk dirinya. Meskipun dipimpin oleh seorang perempuan, akan tetapi dengan menjaga komunikasi dengan anggotanya serta menempatkan peran dan posisi maka segala tugas dan pekerjaan dapat dikerjakan dengan baik.

“Karena ini baru pertama kali mereka memiliki seorang Kasat perempuan tentu perlu dilakukan penyesuaian, tetapi selama ini kami sama-sama mampu dan menyadari tugas masing-masing sehingga tidak ada masalah yang berarti,” ujarnya.

Diah menambahkan, meskipun perempuan era milineal bebas untuk berkarya, perlu ia tekankan untuk tetap melaksanakan tugas dengan baik dalam bidang pekerjaan apapun. Diberi kepercayaan yang sama dalam pekerjaan dengan laki-laki sehingga perempuan juga dituntut mengemban tanggung jawab yang sama. Ini berarti perempuan akan menjadi sorotan sehingga menekan kesalahan dalam bekerja menjadi hal yang sangat penting.

“Dalam dunia kepolisian perempuan masih menjadi kaum minoritas sehingga sekecil apapun kesalahan yang diperbuat akan menjadi sorotan. Maka dari itu, saya selalu tekankan kepada adik-adik polwan untuk selalu meminimalisir kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

To Top