Bumi Gora

Ukir Sederet Prestasi

Para Muspida Kota Bima dan Sekda Provinsi NTB bersama Walikota Bima (tengah) usai peluncuran buku.

Hari Ulang Tahun Kota Bima ke-16 tanggal 10 April 2018 lalu berlangsung meriah. Berbagai pencapaian telah diraih Kota Bima selama masa tersebut. Delapan tahun kepemimpinan Qurais H. Abidin sebagai Walikota Bima (sejak tahun 2010-2018, 2008-2010 Qurais sebagai Wakil Wali Kota Bima mendamping M. Nur Latif yang meninggal dunia di tahun 2010), Kota Bima tampil ‘segar’, tertata rapi dan terus bersolek.

Prestasi demi prestasi diraih Kota Bima selama masa kepemimpinan Qurais H. Abidin yang akan mengakhiri masa jabatannya di pertengahan tahun 2018 ini. Terlihat mulai dari keberhasilan Pembangunan Sumberdaya Manusia Kota Bima dengan catatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kota Bima yang meningkat, dari 70,11 pada tahun 2010 meningkat menjadi 73,67 di tahun 2015. Penanggulangan kemiskinan berjalan dengan sangat baik sehingga berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kota Bima dari 12,81% pada tahun 2010, turun menjadi 9,51% pada tahun 2016. Upaya peningkatan pelayanan publik yang prima dan tata kelola pemerintahan yang baik telah menunjukkan hasil yang cukup baik. Beberapa penghargaan berhasil diraih Pemerintahan Kota Bima dalam hal ini.

Dari sisi pengelolaan keuangan, Pemerintah Kota Bima telah mampu mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, setelah sebelum tahun 2010, BPK menganjal Kota Bima dengan predikat disclaimer. Mulai tahun 2011 Kota Bima meraih opini Wajar Dengan Pengecualian  (WDP) dan Wajar Tanpa Pengecualian  (WTP) pada 2014 hingga 2017.

Prestasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) juga ternilai sangat membanggakan. Pada tahun 2014 sempat mendapatkan Nilai C lalu kemudian sukses meraih Nilai B. Prestasi ini menjadikan Kota Bima sebagai satu-satunya pemerintah kabupaten/kota di provinsi NTB yang berhasil meraih Nilai B. Ombudsman RI, menilai bahwa pelayanan publik Pemerintah Kota Bima telah berhasil meraih prestasi dari yang  semula kualitas pelayanan publik Kota Bima sempat berada di zona merah pada tahun 2015, beralih ke zona hijau pada akhir tahun 2016.

Penghargaan lain yang diraih Kota Bima antara lain adalah Pangripta Nusantara Terbaik Pertama di NTB kategori perencanaan inovatif. Anugerah Pangripta Nusantara ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas atas kinerja pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, yang berprestasi dalam merencanakan pembangunan.

Selain itu sederet prestasi lain diukir selama delapan tahun terakhir seperti Anugerah Mandala Karya Kencana dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2012 untuk Wali Kota Bima, Piagam Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup  pada 2013, dan Upakarti Jasa Kepedulian pada 2017 dari Menteri Perindustrian bagi wali kota. Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN Pusat sebagai Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Terbaik Tingkat Provinsi NTB Tahun 2014; Penghargaan dari Menteri Keuangan RI atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2014 dengan Capaian Standar Tertinggi Dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah.

Penghargaan dari Direktur BPJS atas keberhasilan integrasi Program Jaminan Kesehatan – BPJS Kesehatan Tahun 2015. Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan tahun 2016 oleh Presiden RI bagi Wali Kota Bima. Tahun 2016 mendapat penghargaan Predikat Kepatuhan Terhadap Standar Pelayanan Publik Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik dari Ombudsman Republik Indonesia. Tahun 2016 ditetapkan sebagai pilot project Program Adaptasi Perubahan Iklim Fokus Anak (APIFA) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Tahun 2016 Penghargaan Pangripta Nusantara terbaik pertama di NTB kategori perencanaan inovatif, Juara I Lomba Kelompok KB Pria dan Pengelola KB Pria Tingkat Provinsi NTB Tahun 2016, Juara I Lomba Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2016. Penghargaan Adhitya Karya Mahatva Yodha Tahun 2016 kategori Pembina Umum Karang Taruna Kabupaten/Kota Terbaik Tahun 2016 dari Kementerian Sosial Republik Indonesia bagi Wali Kota. Ditetapkan sebagai pilot project Kota Tangguh Nasional oleh BNPB karena keberhasilan penanganan banjir bandang tanpa korban jiwa pada tahun 2016, sehingga Wali Kota Bima ditunjuk sebagai pembicara utama dalam Rakernas Penanggulangan Bencana di Yogyakarta pada Februari 2017. Dan sederet penghargaan lainnya.

Sebelum puncak peringatan HUT ke-16 Kota Bima, pada 5 April 2018 lalu diselenggarakan pula Pawai Budaya yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Bima, organisasi masyarakat, BUMN/BUMD, sekolah, organisasi profesi, paguyuban dan kelompok kesenian serta budaya daerah yang ada di Kota Bima. Ribuan masyarakat berpartisipasi meramaikan pawai budaya dengan mengenakan berbagai busana khas daerah yang ada di Indonesia. Seluruh paguyuban yang ada di Kota Bima ikut pula memeriahkan pawai budaya pada tahun terakhir periode kepemimpinan M. Qurais H. Abidin sebagai Walikota Bima.

PENANDATANGANAN PRASASTI

Pada puncak Hari Ulang Tahun Kota Bima ke-16 tanggal 10 April 2018, ditandai pula dengan penandatanganan prasasti pembangunan sejumlah infrastruktur fasilitas umum oleh Wali Kota Bima. Melengkapi seluruh rangkaian HUT Kota Bima tahun 2018, buku berjudul Menolak Menyerah yang merupakan catatan perjalanan hidup dan jejak kepemimpinan Wali Kota Bima diluncurkan di halaman Kantor Wali Kota Bima.

Pada peresmian pembangunan infrastruktur Kota Bima mencakup, Masjid Terapung Ama Hami, Paruga Nae, Gedung KONI Kota Bima, Gedung Seni dan Budaya, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Ama Hami dan Launching RSUD Kota Bima. Selama kepemimpinan Qurais, pembangunan-pembangunan khususnya yang bersifat penataan fisik di Kota Bima terbilang berjalan sangat cepat.

Wali Kota mengungkap bahwa pembangunan Masjid Terapung Ama Hami Kota Bima mulai dibangun pada HUT Kota Bima tahun lalu. “Alhamdulillah dalam waktu kurang dari setahun, tepatnya mulai Januari 2018, masjid tersebut sudah dapat difungsikan,” katanya. begitu pula dengan Paruga Nae yang kini dipugar menjadi sebuah gedung convention hall pada tahun 2012. Waktu itu dipakai sebagai persiapan penyelenggaraan Rakor Apeksi Komwil IV. Gedung KONI Kota Bima juga mulai dipugar tahun 2016.

Gedung Seni dan Budaya yang dulunya merupakan Gedung Olahraga Mini, tahun 2017, tempat ini dipugar menjadi gedung seni dan budaya untuk mewadahi kegiatan kreativitas masyarakat, khususnya dalam bidang kesenian dan kebudayaan. Dan peletakan batu pertama pembangunan PLUT Ama Hami dilakukan pada September 2014 lalu, dihadiri oleh Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UMKM RI, lalu tahun 2016 fasilitas ini telah dapat dimanfaatkan.

“Untuk RSUD Kota Bima, ini merupakan impian masyarakat Kota Bima sudah cukup lama. Awalnya merupakan Puskesmas Asakota, yang akhirnya dirintis menjadi rumah sakit umum daerah dan yang diutamakan untuk pelayanan instalasi gawat darurat. Alhamdulillah tanggal 26 Maret 2018 kita sudah mendapat nomor registrasi rumah sakit dari Kementerian Kesehatan,” ungkap Qurais.

Apresiasi disampaikan oleh Dr. Rosiyadi Sayuti, Sekretaris Daerah Provinsi NTB atas capaian pembangunan Kota Bima selama ini. Secara khusus Rosiyadi mengungkap bahwa perubahan wajah Kota Bima kini secara signifikan menjadi semakin tertata dan berhasil menekan angka kemiskinan hingga berhasil mencatat persentase kemiskinan terendah di NTB. (Naniek I. Taufan)

 

To Top