Pelesir

Menguji Adrenalin di Lembah Hijau Malino

Kawasan wisata Malino terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dari zaman dulu hingga kini, kawasan ini telah menjadi destinasi yang melegenda. Tiap hari ada saja wisatawan, baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung. Dari Makassar ke Malino memerlukan waktu sekitar 2 jam.

Marketing Communication Four Points by Sheraton Makassar Ilham Sul Putra adalah salah satu yang terpincut Lembah Hijau Malino. Tempat ini merupakan camping ground pertama di Sulawesi Selatan yang dikelola secara profesional. Beberapa waktu lalu ia mengajak mengajak keluarga kecilnya berkunjung ke sana.

“Kami menemukan keindahan panorama alam dengan berbagai permainan seru. Udaranya sejuk, suasananya tenang, view-nya keren, cocok untuk keluarga,” ujar pria yang punya hobi fotografi ini.

Ilham mengaku baru pertama kali ke Lembah Hijau Malino. Tempatnya dimana mereka bisa menikmati berbagai macam tempat dan sangat instagrammable untuk berfoto-foto. Mulai dari rumah pohon, tenda camping, sky bike dan perahu kenangan.

Jika ingin menguji adrenalin, bisa mencoba Sky Bike. Wahana ini memberikan pengalaman naik sepeda di ketinggian 30 meter. Tapi tak perlu khawatir, sebab permainan ini dilengkapi oleh alat keamanan yang memadai. Harga untuk menjajal wahana ini cukup terjangkau, hanya Rp 20.000 per orang.

“Saya mencoba naik sky bike, awalnya takut tapi saya tetap mencoba. Rasanya menegangkan dan setelah berhasil melewatinya tentu sangat menyenangkan. Seperti pula hidup penuh tantangan, tapi setelah sukses akan sangat menyenangkan,” ujarnya.

Di Lembah Hijau Malino juga bisa menjajal river tubing. Di sini, wisatawan akan diajak menjelajahi sungai kecil menggunakan ban besar. Arus yang cukup deras serta bebatuan di sekitar, menjadikannya makin seru dan menegangkan. Biayanya Rp 50.000.

Waktu yang cukup singkat dimanfaatkan Ilo, sapaan akrabnya, untuk menginap semalam di salah satu camp, di Lembah Hijau Malino. Harga mulai Rp 500 ribu, sudah dilengkapi dengan spring bed dan pembuat teh atau kopi.

“Saya sangat merekomedasiakan tempat ini, sebagai destinasi yang ingin liburan bersama dengan keluarga atau kolega. Selain fun, harganya sangat terjangkau,” ungkapnya. (Nur Rachmat)

 

 

 

 

To Top