Edukasi

HUT PPNI Kabupaten Buleleng Gandeng Stikes Buleleng Gelar Seminar Internasional Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Humanis

Stikes Buleleng sukses menggelar seminar berskala internasional dengan tema “Nursing Management with Humanistic Approach Based on Caring Innovation” di Aula Stikes, Rabu (14/3). Seminar yang digelar merupakan kerjasama antara Stikes Buleleng dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Buleleng dalam rangkaian hari jadi PPNI ke-44. Seminar menghadirkan narasumber guru besar di bidang keperawatan Indonesia, Prof. Dr. Nursalama, M. Nurs (Hons), Dr. Pisit Poltana, Dr Suprance, P dari Thailand, dan  Janne Lensen Botter, MA.

Seminar bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diaplikasikan tak hanya terbatas pada teori maupun praktik, namun lebih mendasar kepada attitude (sikap) saat mengemban tanggung jawab. di era MEA. Seorang perawat dituntut professional dengan menerapkan etik dan legal aspek, disamping penerapan professional nursing.

Menurut Prof. Nursalam, seorang perawat harus memiliki kompetensi pengelolaan tanggung jawab secara manusiawi. Seorang perawat harus mampu memperlakukan pasien sebagai dirinya sendiri karena sikap seorang perawat sangat berpengaruh terhadap peluang kesembuhan pasien. Sikap adil juga harus dimiliki, nilai ini direfleksikan dalam praktek professional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktik dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. “Seorang perawat harus mampu bersikap adil terhadap pasiennya,” jelas Prof Nursalam.

Ia menambahkan perawat juga harus menghargai pasien, sehingga menciptakan kenyamanan bagi pasien. Prinsip otonomi ini didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri sehingga perawat juga harus menghargai setiap keputusan pasien. “Jangan sampai tindakan perawat merugikan pasien,” ungkapnya. Selain itu, Nursalam juga menambahkan kejujuran dan kerahasian juga nilai yang sangat penting dimiliki oleh seorang pelayan kesehatan. “Jika nilai-nilai ini dapat dilakukan oleh tenaga medis maka managemen holistik akan baik sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan,” ungkapnya.

Sebagai seorang guru besar di bidang profesi keperawatan, Nursalam ingin memotivasi setiap orang bahwa memiliki kesempatan besar dalam menggapai impiannya, tak terkecuali menjadi seorang profesor. Dirinya sebagai bukti bahwa tidak ada perbedaan gender dalam sebuah profesi.

Sementara itu, Dr.Ns. Made Sundayana selaku Ketua PPNI Buleleng dan Ketua STIKes Buleleng mengatakan seminar keperawatan semacam itu sangat bermanfaat terhadap anggota PPNI dan mahasiswa Stikes. Dengan hadirnya Prof Nursalam dan beberapa narasumber dari Belanda dan Thailand maka akan menambah wawasan keilmuan bagi perawat secara pribadi sebagai profesi yang harus selalu meng-update ilmu seiring perkembangan zaman. –win

To Top