Surabaya

Susu Jagung Sang Pendekar

Koes Plus dalam lagunya menyebut Indonesia adalah negeri kolam susu, jangankah benih tanaman, tongkat dan batu pun jadi tanaman. Alam  nusantara  bukan hanya menghasilkan tanaman padi semata, tetapi ada palawija yang lain seperti kedelai dan  jagung.

Hasil panen jagung tidak hanya direbus atau dibakar, tetapi juga dijadikan  olahan nasi jagung, bakwan jagung, marning jagung, jagung susu keju (Jasuke) dan lain lain.

Atin Sugiarti adalah satu dari sekian banyak pelaku UKM yang mengembangkan inovasi dengan membuat produk dari olahan jagung. Di tangan perempuan kelahiran Kediri 1981 ini, tercipta suatu produk minuman susu jagung kemasan botol. “Selama ini orang hanya mengenal susu kedelai saja, padahal susu jagung juga enak,” kata Atin.

Awalnya wanita alumni Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma ini bekerja sebagai tenaga produksi di suatu pabrik rokok, kemudian berhenti bekerja dan mencoba berwirausaha buka warung nasi, berdagang pentol, nutrijel, kerak telor, sampai jasuke. “Saya ingin membantu suami mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar istri dari M Kholik ini.

Tahun 2106, atas saran dari Sigit, pelaku UKM Bakso Hitam, Atin disarankan ikut Pahlawan Ekonomi (PE) program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya setiap hari Minggu di Kapas Krampung Plaza Surabaya.

“Produk pertama saya setelah ikut PE adalah kue waffle kering, kemudian baru susu jagung, “ ujar ibu dua anak ini.

Untuk menciptakan produk susu jagung yang rasanya pas, perempuan berhijab ini melakukan percobaan kurang lebih selama 3 bulan. Setelah beberapa kali gagal akhirnya dia berhasil menemukan komposisi rasa yang pas.

Produk susu jagung dipasarkan  dengan harga Rp 8.000 per botol dengan cara  dititipkan di beberapa warung yang memiliki kulkas. Di dalam kulkas minuman tersebut mampu bertahan selama seminggu. Selain dititipkan di warung, susu jagung dipasarkan melalui jejaring sosial.

“Alhamdulilah omzet penjualan susu jagung sudah mencapai Rp 3 juta per bulan,”  tutur Atin yang juga hobi berdagang sejak kecil. Berkat kerja keras dan  konsisten dalam menjaga kualitas rasa, maka produk jasuke dan susu keju buatan mempunyai pelanggan tetap yang fanatik. Mereka rela menempuh perjalanan jauh dari Gresik dan Kenjeran ke Benowo hanya untuk menikmati makanan dan minuman buatan Atin.

“Cerita sedihnya kalau produk tidak laku dan kejadian pernah diusir  petugas Satpol PP seakan terbayar lunas saat melihat pelanggan yang datang dari jauh,” ungkapnya. Kondisi kehidupan perekonomian kurang menguntungkan yang dialami oleh Atin pada saat anak-anak  membuat  ibu paruh baya ini menjadi sosok yang kuat jasmani dan rohani, dia menekuni olah raga pencak silat Setia Hati Terate sejak SD, dan telah menjadi pelatih saat duduk di bangku SMA.

Rupanya kegiatan berlatih pencak silat ini membawa keberuntungan tersendiri, suatu ketika saat berbelanja jagung di Pasar Benowo pukul 01.30 Atin menjadi korban penodongan. Dia diancam pisau , dan diminta menyerahkan sepeda motor, tas, dan uangnya.

“Karena sering berlatih maka insting saya untuk menghindar dari ancaman pisau yang sudah sampai leher ini mampu berjalan dengan baik, dan saya pun berhasil lolos,” ungkapnya. (Nanang Sutrisno/Bisnis Surabaya)

To Top