Edukasi

STAH Negeri Mpu Kuturan Bangun Perpustakaan Pusat Kajian Hindu

Perguruan tinggi baik swasta maupun negeri berkewajiban mencetak sumber daya yang berkualitas. Untuk dapat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas tentu diperlukan seorang tenaga pendidik dan pimpinan dalam suatu lembaga pendidikan yang berkualitas pula. Hal ini disampaikan oleh Prof. Made Suweta, M.Si., Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja disela-sela Sidang Senat Terbuka serangkaian Dies Natalis II, Jumat (23/03) lalu.

Suweta menambahkan sebagai kampus Agama Hindu, STAH diharapkan dapat mencetak lulusan yang berkompeten di bidang keagamaan dan berguna di masyarakat. “Kami dan seluruh pimpinan di STAH bekerja keras dan bersungguh-sungguh untuk mencetak lulusan yang berkualitas,” ungkapnya. Suweta tidak menampik jika untuk menghasilkan produk yang berkualitas juga dibutuhkan dukungan dana dan sarana prasarana. Akan tetapi dengan sarana dan prasarana yang sederhana serta keterbatasan dana pihaknya tetap melakukan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.

Diusia yang masih sangat belia, STAH saat ini telah memiliki mahasiswa sebanyak 563 orang dengan memiliki dua program yakni program Sarjana S1 dan program Pasca Sarjana dengan prodi magister Pendidikan  Agama Hindu. Sedangkan program sarjana memiliki 4 jurusan yakni Darma Acarya, Brahma Widya, Darma Duta dan Darma Sastra atau Ilmu Hukum. Selanjutnya jurusan tersebut dibagi menajdi 11 prodi meliputi Program Studi Pendidikan Agama Hindu, PGSD, PG Paud, Sastra Agama, Pendidikan Bahasa Bali, Filsafat Hindu, Theologi Hindu, Manggala Upacara, Penerangan Agama Hindu, Ilmu Komunikasi, Pariwisata Budaya dan Prodi Hukum Hindu yang semuanya telah memiliki ijin operasional dari Dirjen Bimas Hindu.

Bahkan dengan bertambahnya animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan pada kampus Agama Hindu tersebut, STAH telah membangun kampus baru dengan gedung berlantai 4 sejak tahun 2017. Pembangunan gedung megah ini merupakan hibah dari Gubernur Bali dengan nilai 6,5 milayar Rupiah. “Ini akan memberi semangat baru untuk mahasiswa dan dosen untuk lebih meningkatkan kualitas diri,” ungkapnya.

Ditambahkan Prof. Suweta kampus yang dibangun di atas tanah eks asrama PGAHN ini telah dibangun strukturnya dan finishing akan dilakukan  secara bertahap. Pihaknya berencana akan mewujudkan mimpi besar umat Hindu, untuk menjadikan STAHN Mpu Kuturan ini sebagai Pusat Kajian Hindu (Hindu Center). Nantinya, khusus pada lantai 4 yang cukup luas akan dijadikan fasilitas publik dalam bentuk perpustakaan umum dan pusat kajian lontar. Fasilitas publik ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai objek kajian kehinduan yang berkaitan dengan adat, budaya, seni, usada, aksara, bahasa, dan sastra. “Perpustakaan ini nantinya akan digunakan oleh umat Hindu dimana pun berada sebagai tempat penelitian, tempat konsultasi dan sebagainya berkaitan dengan kehinduan,” ungkapnya. Wiwin Meliana

 

To Top