Pelesir

Keletihan Terbayar di Puncak Bukit

Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan potensi wisatanya tidak kalah dengan Kabupaten Tana Toraja. Ada objek wisata baru bernama Kampong Buttu Macca yang berarti Kampung Bukit Pintar yang mempunyai banyak spot foto yang menarik sekaligus cukup ekstrim. Meskipun jualan utamanya adalah view Gunung Nona namun tempat ini memberikan ornamen berbeda pada setiap spot foto yang disediakan.

Memasuki kawasan ini kita akan disambut dengan jalan yang masih belum pengerasan serta papan nama di tebing dan loket sederhana dengan biaya masuk Rp 5.000 serta panduan dan peringatan agar mengutamakan keselamatan karena memang objek wisata ini dibangun di sepanjang tebing yang mendaki sehingga diperlukan kehati-hatian serta energi ekstra untuk menjajal seluruh spot yang disediakan.

Semua letih akan terbayar setelah sampai di puncak bukit yang menawarkan berbagai keindahan pegunungan di selimuti semilir angin sejuk yang berhembus membawa aroma khas pegunungan.

DANTE PINE

Dari Kampong Butta Macca kita dapat berkendara sekitar 15 menit ke arah Tana Toraja, kita akan menemukan venue lain yang juga tidak kalah seru yaitu Dante Pine (Cekong Hill).

Mirip dengan objek wisata yang pertama Dante Pine juga menawarkan keindahan alam khas pegunungan dengan kesejukannya. Hal pembeda lain kita bisa melihat kalau jalan yang dilalui tidaklah terlalu terjal dan hal menarik lain kita bisa ngopi santai dengan view yang sangat menarik karena pengelola telah menyediakan kafe dengan jualan utama kopi asal Enrekang yang nikmat.

Memasuki objek wisata ini kita cukup membayar Rp 5.000 dan menambah lagi jika ingin menjajal beberapa permainan yang ekstrem seperti flying fox, bike flag, dan swing extreme.

Setiap venue tentu mempunyai kelebihan dan keunikan tersendiri. Hal paling mendasar adalah sarana dan prasarana yang masih minim seperti akses jalan dan kendaraan yang masih belum layak untuk sebuah destinasi wisata, sehingga bila pengunjungnya tidak memiliki fisik yang prima maka akan kesulitan menikmati objek wisata ini. Toilet dan tempat peristirahatan yang masih sangat kurang bila dibanding potensi pengunjung yang ada. Yang paling penting adalah keamanan seperti relling atau pembatas setiap spot yang ekstrem. (Bisnis Sulawesi)

 

To Top