Edukasi

Kukuhkan 50 Wisudawan Stikes Buleleng Targetkan Berubah Jadi Institut

 

Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta memiliki peran yang sangat besar dan  strategis bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing global. SDM yang andal akan mampu bertahan dalam menghadapi tantangan global, salah satunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sudah seharusnya perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan kreatif dan inovatif dengan ketrampilan khusus yang diperlukan dalam berbagai sektor ekonomi yang relevan dengan perubahan dunia.

Stikes Buleleng kembali mengukuhkan 50 wisudawan S1 Keperawatan dalam wisuda kelima, Senin (12/3). Wisuda di Aula Stikes Buleleng yang beralamat di Jalan Air Sanih, Desa Bungkulan dihadiri Ketua Stikes Dr. Ns. I Made Sundayana, M.Si. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan pendidikan kesehatan merupakan suatu upaya yang sangat penting diterapkan dalam komunitas guna meningkatkan kesehatan dan perawat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan termasuk kualitas pelayanan. Untuk mendongkrak mutu pendidikan harus dimulai dengan tata kelola kelembagaan dan proses akademik, hingga sampai pada output lulusannya juga harus didukung oleh dosen yang berkompetensi juga.

Stikes Buleleng yang telah ditetapkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia sebagai perguruan tinggi yang layak menjalankan kegiatan akademis prodi D3 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan Profesi Ners telah terbukti sebagai salah satu kampus yang mengedepankan budaya mutu dan go international. Pihaknya juga akan terus mengembangkan diri dengan mengajukan 4 program studi baru di antaranya S1 Profesi Bidan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, dan S1 Rekam Medik. Diharapkan usulan keempat prodi baru itu dapat terwujud di tahun 2019 dan di  tahun 2020 nanti STIKES Buleleng bisa berubah status menjadi institut. Oleh karena itu menurut Sundayana, sarana prasarana akan terus ditingkatkan termasuk di dalamnya peningkatan pendidikan pada jenjang lebih tinggi. “Paling lambat kami akan capai di tahun 2020, bahkan kami sudah siapkan sarana prasarana seperti kampus yang kami miliki ada tiga yaitu di Sangket, Penyusuan dan Bungkulan. Bahkan di Banyuning juga kami akan siapkan,” imbuhnya

Koordinator Kopertis wilayah VIII Bali Nusra, Prof Nengah Dasi Astawa, M.Si dalam sambutannya mengatakan, kampus yang mempunyai SDM cukup dan infrastruktur yang memadai dapat mengembangkan lembaganya dengan mengubah status dari sekolah tinggi menjadi institut. “Dengan adanya perluasan kampus akan meningkatkan minat masyarakat juga untuk melanjutkan di perguruan tinggi,” pungkasnya. -win

 

To Top