Surabaya

Terpesona Terbul Mini

Siapa yang tak kenal  terang bulan ? Makanan yang dimiliki nama lain martabak manis ini terbuat dari adonan tepung dan gula yang dipanggang diwajan bulat kemudian diberi tambahan gula, mesis, irisan kacang, keju dan variasi lainnya.

Sudah empat tahun ini Aisyah, warga Jl. Maspati IV ini mengadu untung dengan berjualan kue terang bulan mini. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga tersebut berjualan kue buatannya  di lapangan Bangunsari Selatan.

Ibu dari Rafa dan Raka ini juga menjualnya secara online via jejaring sosial Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Dia mematok harga mulai dari Rp 3  ribu sampai Rp 6 ribu tergantung topping-nya. Dari berjualan secara online dan offline, dia mengaku mampu mengantongi omzet sebesar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta perbulan.

“Saya memulai usaha dari apa yang saya suka, kebetulan saya suka sekali makan kue terang bulan,” kata Aisyah. Sebelum memutuskan memulai berusaha kuliner pembuatan kue terang bulan  mini, Aisyah mengaku berburu resep  di berbagai tempat dan  kemudian melakukan praktik selama tiga bulan.

Saat pertama mengikuti pameran, dia mengaku bingung terhadap apa saja yang harus disiapkan. Sehingga dia membawa banyak sekali peralatan, mulai dari adonan dalam jumlah banyak, kompor dobel, dan tabung elpiji dobel. Dia beranggapan bahwa dagangannya pasti laris manis, namun ternyata kenyataan berkata lain, dia hanya laku sedikit.

Pengalaman pertama ikut pameran yang tidak begitu sukses, tidak membuat Aisyah patah semangat. Dia terus ikut pameran, mulai dari pameran di Tunjungan, Festival kuliner Ampel, dan pameran batik Grand City.

“Sejak bergabung dengan organisasi UKM Nowana, saya merasa banyak teman yang siap mendukung usaha saya,” jelas Aisyah. (Nanang Sutrisno/Bisnis Surabaya)

To Top