Pelesir

Bergaya di Jalan Braga

Keunikan dan keindahan membuatnya popular dan tidak pernah sepi dikunjungi. Wisatawan yang datang dari berbagi tempat, domestik hingga turis asing, terutama anak-anak muda. Mereka datang sekadar nongkrong, ngopi atau menyusuri melihat pesona jajaran bangunan khas tempo dulu yang masih terjaga keasliannya.

Jalan Braga, yang terletak di pusat Kota Bandung ini, merupakan kawasan heritage, yang  tertata rapi dan nyaman untuk pejalan kaki. Di kawasan itu, selain  bangunan lamanya, Pemerintah Kota Bandung juga membuatkan trotoar yang lebar disertai bangku bergaya Eropa klasik, dan dilengkapi pot bunga serta beberapa batu bulat. Tak heran jika banyak orang mengatakan , jika ingin menikmati indahnya Bandung tempo dulu,  susurilah Jalan Braga.

Kawasan Jalan Braga ini menjadi salah satu lokasi pemotretan favorit. Mulai dari  foto prawedding, foto kepentingan fashion atau dunia mode hingga untuk koleksi pribadi. “Di sini banyak spot-spot yang instagenic, cocok mengabadikan momen bahagia. Jalannya yang bergaya vintage , keren dan simpel,  jadi bisa masuk ke banyak style. Di sini juga meski ramai tapi tenang,” cetus Putri, salah seorang fotografer yang tengah melakukan pemotretan untuk prewedding saat itu.

Apalagi, jalan yang terletak di jantung Kota Bandung tersebut, memang unik, dengan gedung –gedung  tua peninggalan masa kolonial Belanda. “Termasuk juga kafe –kafenya dengan sisa keindahan arsitektur khas peninggalan zaman tersebut,” lanjut Putri. Mojang Priangan ini menerangkan kalau Jalan Braga  pun ada beberapa galeri yang memajang kerajinan seni lukis dan seni lainnya. Disamping tersedia pusat perbelanjaan modern yakni ‘Mall Braga City Walk’, yang sering mengadakan event tematik yang menarik.

Mengenai sejarah Jalan Braga, Putri mengatakan kalau selama ini banyak versinya. “Ada versi yang mengatakan konon di kawasan ini dahulu ada sebuah grup tonil, yakni  grup pertunjukan teater pada  akhir penjajahan Belanda, bernama Braga, dan akhirnya diabadikan sebagai nama jalan. Versi lainnya, warga di sekitarnya juga memiliki legenda tersendiri,  Braga dikatakan berasal dari bahasa Sunda ‘Baraga’. yang artinya jalan-jalan menyusuri Sungai Cikapundung, dan masyarakat ketika itu senang menghabiskan waktu mereka dengan baraga di sana. Bahkan, ada pula yang menyebut ‘Jalan  Braga’ berasal dari bahasa Sunda ngabaraga yang berarti bergaya. Jadi jalan  ini merupakan jalan yang bergaya,” ungkapnya.

Terlepas dari berbagai kisah yang berkembang tentang sejarah Jalan Braga, melengkapi keindahan  Jalan Braga, tiap tahunnya berlangsung acara ‘Braga Festival’. Ajang ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan ulang tahun Kota Bandung. Dalam festival ini, pengunjung diajak lebih lagi mengenal Kota Bandung, melalui suguhan ragam budaya dan kesenian tradisionalnya. Pada Braga Festival juga disajikan pameran kerajinan serta kemeriahan dari berbagai komunitas melalui aneka genre musik.  ( Sri Ardhini)

 

Paling Populer

To Top