Surabaya

Nugget Jamur Banyak Peminat

Budidaya jamur tiram nampaknya menjadi usaha sampingan bagi masyarakat di Buleleng. Pembudidayaan dan pemeliharaan yang tidak sulit membuat banyak orang tertarik untuk menanam jamur tiram. Ketertarikan itu juga dirasakan oleh ibu muda asal Singaraja Ni Luh Suci Ariati.

Ketertarikannya terhadap jamur tiram membawanya untuk mencoba menjadi petani jamur. Di awal dirinya mengaku membeli beberapa baglog untuk dirawat hingga tumbuh jamur. Beberapa kali panen, ide kreatif mulai muncul dari perempuan kelahiran 17 September 1978 ini. Sempat menjual hasil panennya ke beberapa rekan dan tetangga, akhirnya perempuan yang akrab disapa Suci ini mencoba menjual olahan jamur yang ditanamnya sendiri. Menurutnya jamur tiram memiliki rasa yang kenyal dan enak dijadikan masakan apa saja. Salah satunya adalah nugget jamur.

Ide membuat nugget jamur muncul karena sang anak sangat menyukai nuget. Dirinya tahu nugget yang dibeli di luar tidak sehat dikonsumsi setiap hari. Ia pun mencoba mengolah jamur menjadi nugget yang disukai anak-anak. “Saya coba saja buat nuget ternyata anak-anak suka dan saya coba tawarkan melalui akun sosmed ternyata banyak yang respons,” ungkapnya.

Suci menambahkan cara pembuatan nugget jamur memang sangat sederhana dan tidak membutuhkan banyak bahan. Di mulai dari pemetikan jamur, kemudian pencucian. Uniknya jamur yang telah bersih tidak dihancurkan terlebih dahulu untuk menjadi nugget melainkan dengan lembaran utuh jamur tersebut dibaluri dengan tepung. Setelah itu, jamur yang telah dibaluri tepung dimasukkan ke dalam telor yang sudah dikocok. Sesudahnya jamur tersebut baru dimasukkan ke dalam tepung roti dan siap digoreng. “Caranya mudah sekali dan rasanya juga enak,” ungkapnya.

Selain mudah dalam pengolahan, nugget jamur juga lezat dan sehat karena dibuat langsung dari jamur utuh. Ini juga menjadi salah satu cara untuk mengenalkan jamur kepada anak-anak zaman sekarang. “Anak-anak zaman sekarang kalau disuruh makan jamur langsung itu ga akan mau, ya mesti diolah dulu menjadi makanan yang mereka suka,” sambungnya.

Sejak dikenalkan melalui akun sosmed, rupanya nugget jamur memiliki banyak peminat. Bahkan setiap minggunya Suci harus berangkat ke Nusa Dua, Denpasar, dan Tabanan untuk membawa pesanan ke beberapa hotel dan resto. Untuk satu bungkus nugget ia jual Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Kata Suci  dirinya hanya memproduksi jamur ketika ada pesanan dari konsumen. Hal ini untuk menjaga kesegaran jamur karena dalam pengolahannya sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet. “Ini kan tidak pakai pengawet. Sangat bagus setelah sehari atau dua hari digoreng dan dikonsumsi langsung,” jelasnya.

Selain nugget jamur, dirinya juga mengolah jamur menjadi abon. Hanya saja untuk membuat abon jamur diperlukan jamur dalam jumlah yang banyak. Ke depan Suci ingin mengembangkan kreativitasnya dengan belajar membuat sate, bakso, dan rawon jamur. (Wiwin Meliana)

To Top