Kuliner

Croissant: Hangat lebih Nikmat

Croissant with Almond

Saat bersantai enaknya minum dan makan kue. Banyak pilihan kue yang bisa Anda pilih. Salah satunya croissant. Kue ini bentuknya seperti bulan sabit. Ada pula yang mengatakan mirip keong.

Croissant dikenal sebagai kue yang berasal dari Perancis. Padahal kue ini aslinya berawal dari Austria. Dari beberapa referensi dijelaskan croissant adalah kue keturunan Austria. Kue ini diciptakan oleh seorang perwira artileri Austria di abad 17, Augustus Zang.

Meskipun asal Austria, namun roti ini juga ada “darah” Perancis-nya.  Croissant dipercaya juga sebagai adaptasi dari kipferl dari Austria. Zang mendirikan sebuah toko kue, Viennese Bakery (Boulangerie Viennoise) di Paris, Perancis.

Toko ini memiliki spesialisasi berupa kipferl dan Vienna loaf. Kue ini menjadi terkenal dan banyak yang ingin menirunya. Baik dari jenis pastry, konsep sampai gaya pastry ala Vienna. Kipferl versi Perancis inilah yang disebut sebagai croissant.

Pastry ini diperkenalkan kepada publik Perancis pada abad ke-18. Ratu Marie Antoinette memberi izin kepada warga Perancis untuk menyantap croissant. Banyaknya warga Perancis yang menyantap kue ini, membuat croissant dikenal berasal dari Perancis.

Croissant umumnya dijual tanpa isi dan dimakan tanpa tambahan mentega. Namun ada juga yang menambahkan gula, cokelat, daging, telur asin, dan kacang almond. Croissant pun menjadi legit seperti roti manis. “Croissant cocok untuk teman minum teh. Saya selalu membeli croissant kalau ke swalayan. Kue yang hangat lebih nikmat,” ujar Bu Atik, seorang penggemar croissant. (Ngurah Budi)

To Top