Kuliner

Lontong Cap Go Meh: Makanan Lambang Keberuntungan

lontong cap gomeh

Kuliner yang identik dengan Imlek adalah Lontong Cap Go Meh. Kuliner ini merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan Indonesia. Cerita tentang Lontong Cap Go Meh dituturkan Abdul dari Kafe Betawi, Beachwalk Kuta, Sabtu (10/2).

‘Go Meh  dimulai saat Dinasti Zhou (770-256 SM) tiap tanggal 15 malam bulan satu Imlek. Lontong Cap Gomeh lahir dari budaya peranakan antara budaya Tionghoa dengan budaya Indonesia. Hidangan ini terdiri dari lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur labu, sambal goreng ati ampela, tempe orek, telur ayam, sambal, dan kerupuk udang. Lontong Cap Go Meh ini biasanya dihidangkan keluarga Tionghoa Indonesia saat perayaan Cap Go Meh,” ujar Abdul.

Ia menambahkan, perayaan Cap Go Meh sejatinya menggunakan yuanxiao atau ronde yang merupakan simbol kesatuan keluarga. Oleh keturunan Tionghoa yang ada di Indonesia, yuanxiao (bola-bola tepung beras) ini kemudian digantikan dengan lontong yang disertai berbagai hidangan tradisional.

“Lontong Cap Go Meh melambangkan asimilasi atau semangat pembauran antara kaum pendatang dengan penduduk asli. Makanan ini juga dipercaya menjadi lambang keberuntungan. Lontong yang padat dianggap berlawanan dengan bubur yang encer. Dulu ada anggapan tradisional Tionghoa yang mengaitkan bubur sebagai makanan orang miskin. Bentuk lontong yang panjang juga perlambang panjang umur. Telur melambangkan keberuntungan. Kuah santan yang kuning juga melambangkan emas dan keberuntungan,” jelasnya.

Setelah mendapat penjelasan tentang Lontong Cap Go Meh, peserta media gathering Beachwalk Kuta ini menyaksikan demo masak yang dipimpin Chef John. “Kafe Betawi menggunakan bahan-bahan alami yang sudah disortir tanpa menghilangkan cita rasa. Lontong Cap Go Meh merupakan salah satu menu andalan kami,” ujarnya.

Chef John pun mendemokan cara memasak Lontong Cap Go Meh dengan bahan-bahan, santan kental, santan cair, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, kencur, merica, ketumbar, daun jeruk purut, batang serai, gula dan garam. Tak ketinggalan ayam, telur, sayur labu, dan kerupuk udang. (Ngurah Budi)

To Top