Kreasi

Dejapu: Video Klip versi Animasi

Personil Dejapu

Membuat video klip menjadi bagian yang tak terpisah dalam aktivitas musisi. Hadirnya video klip akan memudahkan penggemar atau penonton untuk memahami kisah yang ingin diungkapkan. Namun, kadang ada yang tidak nyambung antara tema lagu dengan video klip.

Sebagai band beraliran pop berbahasa Bali, Dejapu sudah merilis album “Satu” pada Juni 2017. Album ini berisi lagu “Cek in di Dalung”, “Malam Minggu”, “Omang Dogen”, “Sebet Liang”, “Rindu”, “Tresna Kapegatin”, ‘Tresna Sujati”, “Korban Gatged”, dan “Datanglah ke Bali”. Lagu “Sebet Liang” pun sudah dibuatkan video klip.

Pada September 2017, Dejapu yang terdiri dari Lojer (bass), Iwak Qyong (additional drum), Julian Richard (gitar), Santi (additional gitar), dan Putu Budi (vokal) merilis single “Yuk Melali ke Negara”.

“Video klip “Sebet Liang” sudah dirilis di YouTube. Kami ingin lihat reaksi pecinta musik Bali. Lagu ini tentang tutur ayu, menyikapi banyaknya fenomena bunuh diri gara-gara cinta, beban hidup. Banyak yang lakukan hal konyol, ambil jalan pintas. Hidup ini tidak melulu sedih, ada gembira,” ungkap Putu Budi.

Ia menambahkan lagu “Sebet Liang” dibuat saat di Batu, Malang, 2011. Ketika itu, ia melihat seorang nenek menyeberangi rel kereta api sambil menangis. Nenek itu bercerita tentang hidupnya. Ini pun menjadi inspirasi bagi Dejapu untuk dibuatkan lagu. Proses pembuatan album “Satu” memerlukan waktu 2,5 tahun karena banyaknya kesibukan para personil Dejapu.

Suatu ketika, Putu Budi bertemu Ary Wicahyana (Ary Tantraz), animator yang membuat komik Tantraz. “Kami tukar pikiran tentang apa yang bisa disinergikan. Akhirnya muncul ide membuat video klip animasi untuk lagu “Sebet Liang”. Bli Ary dengan Sangut-Delem Channel setuju untuk menggarap. Bagi kami, hadirnya video klip ini sebagai upaya untuk mengingatkan masyarakat Bali, ada lho lagu “Sebet Liang”. Kami memilih animasi agar semua kalangan masyarakat bisa menikmatinya,” ujar pria asal Jembrana ini. Video klip animasi dengan tokoh Sangut dan Delem ini pun diklaimnya sebagai video klip animasi pertama lagu Bali.

Dalam waktu singkat, Ary Tantraz pun berhasil membuatkan video klip dengan mengambil potongan-potongan klip yang ia punya. Konsep yang dipakai adalah radio version, lagunya tidak utuh dan lebih banyak menampilkan klip animasi. “Kami dari Dejapu puas dengan apa yang dibuat Bli Ary. Ini merupakan tahap awal karena kami akan memberikan sesuatu yang beda di video klip “Yuk Melali ke Negara”. Ada perpaduan animasi, personil band, dan suasana nyata. Tunggu nanti ya,” ujar Putu Budi yang juga fotografer ini.

 

MENERTAWAKAN KESEDIHAN

Bagi Ary Tantraz, ia agak kaget ketika video klip animasi “Sebet Liang” sudah dirilis Dejapu. “Saya suka lagu “Sebet Liang” makanya mau membuatkan animasi. Makna lagu ini sangat dalam. Unik kalau kesedihan lagu digabung dengan animasi lucu, jadi sesuatu yang beda. Jangan larut dalam kesedihan. Mari kita menertawakan kesedihan biar kita semangat,” ujarnya.

Lirik lagu menjadi sumber inspirasi. Ary pun mengingatkan musibah maupun kesedihan merupakan ujian yang dilalui untuk menjadikan kita kuat.  Ia juga menuturkan pemilihan Sangut dan Delem sebagai model dalam versi kekinian.

“Kami menghadirkan gaya dagelan, tapi di baliknya ada pesan khusus. Sangut itu the right man in wrong place sedangkan  Delem seperti mayoritas orang yang suka jalan pintas atau shortcut. Ini kombinasi yang unik untuk menghibur. Di sisi lain, kesempatan ini sebagai ajang menunjukkan orang Bali bisa loh buat animasi. Seni budaya yang kekinian,” ujar Ary.

Ia juga mengatakan animasi lebih tahan lama dibandingkan dengan tokoh nyata. Film Tom & Jerry dijadikan contoh. Sampat saat ini film ini masih banyak yang menontonnya. Beda dengan film yang menggunakan tokoh nyata, kesan like dan dislike sangat berpengaruh. (Ngurah Budi)

To Top