Buleleng

Desa Sidatapa Pertahankan Rumah Adat Warisan Leluhur

Wayan Ariawan

Desa Sidatapa merupakan salah satu desa Bali aga yang terletak di Kecamatan Banjar, Buleleng. Termasuk desa Bali aga karena Sidatapa masih mempertahankan pola hidup yang tata masyarakatnya mengacu pada aturan tradisional adat desa yang diwariskan nenek moyang mereka. Mulai dari bentuk dan besar bangunan serta pekarangan, pengaturan letak bangunan, hingga letak pura dibuat dengan mengikuti aturan adat yang secara turun-temurun dipertahankan.

Selain menyimpan potensi yang sangat luar biasa baik potensi alam maupun budaya juga ada salah satu peninggalan bersejarah di Desa Sidatapa yaitu rumah tradisional yang di sebut dengan Bale Gajah Tumpang Salu, yang artinya rumah yang menyimpan berbagai macam ilmu yang memiliki tiga ruangan yakni utama mandala, madya mandala dan Nista Mandala. Masing – masing memiliki makna yakni Utama sebagai tempat pemujaan, Madya Mandala tempat melakukan kegiatan sehari hari seperti memasak menganyam. Sementara Nista mandala sebagai tempat bertamu.

Wayan Ariawan salah satu warga dari desa sidetapa menjelaskan, rumah tradisional sidatapa merupakan rumah yang sangat di sakralkan hingga saat ini, semua masyarakat masih meyakini bahwa rumah ini merupakan rumah yang  menyimpan banyak fenomena dalam tata kehidupan masyarakat Sidatapa. “Semua aktivitas masyarakat ada di dalam rumah itu dan kami tidak ingin merubah tradisi leluhur,” ungkapnya.

Uniknya, rumah adat sidatapa ini temboknya terbuat dari tanah serta atapnya tidak boleh dari genteng karena genteng itu terbuat dari tanah. Sementara tanah erat kaitannya dengan ibu pertiwi sehingga pantang untuk mengggunakan genteng sebagai atap rumah. Meskipun hanya terbuat dari tanah, tetapi rumah kuno ini masih sangat kokoh berdiri. Rumah adat atau rumah kuno di desa sidatapa masih bisa dijumpai keberadaannya sampai sekarang karena masyarakat sangat menghormati warisan leluhurnya. Selain itu, rumah tradisional ini wajib dimiliki setiap warga masyarakat Desa Sidetapa khususnya yang sudah masuk sebagai krama adat.

Disisi lain, rumah tradisional ini menjadi ketertarikan sendiri bagi wisatawan asing. Tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Desa Sidetapa hanya untuk melihat rumah adat ini. Ke depan Desa Sidetapa diharapkan menjadi salah satu desa Bali aga yang mampu menarik wisatawan lebih banyak untuk berkunjung ke Bali Utara. (Wiwin Meliana)

 

To Top