Jelita

Hindari Cabut Rambut Ketiak

dr. Made Birawan, Sp.KK.

Anda suka memakai baju tanpa lengan, tapi malu karena ketiak hitam. Hal ini tentu saja mengganggu penampilan. Apa penyebab ketiak menjadi hitam? Benarkah deodoran bisa hilangkan ketiak hitam?

Menurut dr. Made Birawan, Sp.KK.,  ketiak hitam atau dalam bahasa lainnya disebut juga axillary pigmentation, underarm darkening bisa terjadi pada setiap orang, walaupun lebih sering dijumpai pada wanita. Ketiak hitam ini juga lebih sering terjadi pada orang dengan jenis kulit berwarna, seperti di Indonesia.

Ia menyebutkan, hal-hal yang sering dikaitkan dengan kejadian ketiak hitam, di antaranya kegemukan (obesitas), kehamilan, berkeringat berlebihan di ketiak (hiperhidrosis) dan paparan sinar ultraviolet.

“Dalam beberapa penelitian, didapatkan bahwa ketiak hitam merupakan hiperpigmentasi pasca inflamasi. Kondisi ini yang sering ditemukan  pada pasien-pasien yang datang ke poliklinik atau praktek. Ketiak hitam karena kondisi ini sering dipicu oleh infeksi, bahan-bahan iritan atau alergen, cleansing ketiak, pemakaian antiperspirant atau deodoran,  kebiasaan menghilangkan rambut ketiak (hair removal) atau gesekan pakaian yang ketat,” ujar dokter RSU Bali Mandara ini.

Ia mengatakan, tindakan mencabut rambut ketiak, menimbulkan trauma pada kulit yang pada gilirannya memicu terjadinya peradangan. Peradangan tersebut dapat merangsang sel melanosit memproduksi dan melepaskan pigmen lebih banyak yang membuat kulit lebih gelap.

Ia menyarankan, sebaiknya  menghindari mencabut rambut ketiak. “Sebaiknya pilih  waxing atau laser. Walaupun keduanya juga berisiko menimbulkan ketiak hitam,” kata dr. Birawan.

Pada beberapa kasus ketiak hitam ditemukan pada anak dengan akantosis nigrikan, paling sering berkaitan dengan kegemukan atau obesitas. Kemungkinan lainnya bisa berkeringat berlebihan (hiperhidrosis), atau setelah sembuh dari penyakit kulit di ketiak.

Untuk mengatasi ketiak hitam, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. “Ada beberapa macam obat luar dalam bentuk krim, salep, lotion atau cairan yang mengandung bahan-bahan yang memberikan efek lightning (mencerahkan) atau bleaching (memutihkan) seperti hydroquinone, retinoid, kortikosteroid, glycolic acid,  fruit acids, azelaic acid, kojic acid, vitamin C, dll. Disamping itu juga bisa dikerjakan tindakan seperti chemical peels, laser atau intense pulsed light (IPL),” sarannya.

Ada beberapa orang mencoba mengatasi ketiak hitam dengan mengolesi baby oil. Apakah cukup efektif?

Baby oil mengandung mineral oil, vitamin D dan ekstrak lidah buaya. Mineral oil dan vitamin D menjaga kelembaban, menghindari kekeringan pada kulit. Ekstrak lidah buaya mengandung aloesin yang mempunyai efek mencerahkan kulit dengan menghambat enzim tirosinase. Apabila tidak ada alergi terhadap kandungan minyaknya, baby oil bisa digunakan untuk membantu mencerahkan kulit ketiak. Namun, kata dia, apabila ketiak hitam  belum seluruhnya hilang dapat menghubungi dokter.

Deodoran sering memicu timbulnya ketiak hitam. Namun belakangan ada banyak deodoran yang beredar di pasaran, yang diklaim mampu mencerahkan atau menghilangkan ketiak hitam. “Deodoran itu mengandung bahan-bahan yang mempunyai efek whitening seperti ekstrak licorice, glutathione, vitamin C dll. Kalau hendak memakai produk tersebut, sebaiknya pilih yang tidak mengandung bahan-bahan yang sering menimbulkan alergi seperti fragrance (wewangian), propilenglikol, minyak esensial, paraben,” jelasnya.

Pencegahan agar ketiak tidak hitam.

  • Jaga berat badan, hindari berat badan berlebihan atau obesitas.
  • Hindari paparan langsung sinar matahari, atau gunakan tabir surya (sunscreen).
  • Segera berkonsultasi bila ada masalah keringat berlebihan (hiperhidrosis).
  • Segera berobat bila ada penyakit kulit di ketiak.
  • Untuk menghilangkan rambut ketiak, lebih disarankan waxing atau pemakaian alat laser, dari pada mencabut atau mencukur. Walaupun waxing dan laser juga dapat menyebabkan terjadinya ketiak hitam.
  • Jangan berenang di kolam renang atau laut setelah menghilangkan rambut ketiak
  • Hindari pemakaian parfum, deodoran, antiperspiran
  • Hindari pakaian terlalu ketat dan tidak menyerap keringat. (Wirati Astiti)

 

Paling Populer

To Top