Woman on Top

Rahmi Hidayati: Revolusi Mental dengan Aktivitas Alam

Gerakan Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Jokowi perlu mendapat dukungan semua pihak. Untuk bisa mewujudkan Revolusi Mental ini, bisa mulai dari hal-hal sederhana dan sejak dini. Hal ini diungkapkan Rahmi Hidayati, konsultan Share Communication yang juga mantan jurnalis ini.

“Mengajarkan anak untuk membuang sampah di tempat sampah merupakan cara sederhana di lingkungan keluarga. Tetapi, itu saja belum cukup. Ada hal-hal lain yang bisa diajarkan kepada anak-anak, salah satunya mencintai lingkungan alam,” ujar ibu dua anak ini, Bintang Malam Gemilang dan Aurora Raisa.

Ia pun menuturkan pengalamannya sebagai pecinta aktivitas alam. Saat lulus SMA, ia dan teman-temannya mendaki Gunung Gede. Namun, kondisinya tidak fit. Ia sempat muntah dan tidur selama tiga jam sebelum mencapai puncak. Ternyata pengalaman ini membuatnya tertantang untuk mencoba lagi. Saat kuliah di Universitas Indonesia tahun 1986, perempuan asal Sumatera Barat ini bergabung dengan Mapala UI. Sejak itu hasratnya untuk mendaki terus menggebu-gebu.

Berkat rajin naik gunung, penyakit asmanya pun sembuh. Hal ini membuat Rahmi yakin, udara segar di alam terbuka sangat baik untuk kesehatan. Gunung Gede, Rinjani, Semeru, serta puncak Hanoman dan Tugu di Pekalongan pun sudah ia taklukkan. Kini hobi berpetualangnya masih berlanjut bahkan Rahmi kerap memakai kebaya saat naik gunung. Hal ini ia lakukan bersama Komunitas Perempuan Berkebaya dan Mapala UI. Kegemarannya ternyata menurun ke anak keduanya yang juga suka beraktivitas di alam terbuka.

“Setelah saya cermati, Gerakan Revolusi Mental paling bagus dengan pendekatan aktivitas alam, seperti mendaki gunung. Naik gunung itu melelahkan tetapi pendaki tetap berusaha untuk capai puncak. Semangat juang ini bagian dari karakter yang kuat. Selain itu, fisik juga harus sehat. Contoh lain, rasa setia kawan pendaki gunung itu tinggi. Mereka tidak akan meninggalkan kawannya begitu saja. Mereka pasti selalu bersama. Satu hal lagi, mendaki gunung itu perlu perencanaan yang benar dan detail,” ujar Rahmi yang pernah mendaki gunung di Kanada dan Himalaya ini.

Perempuan yang selalu berkebaya ini menegaskan pecinta alam sejati pasti selalu menjaga kebersihan dan menjaga kelestarian alam. Saat kritis, pendaki gunung juga harus bisa membuat keputusan. “Belajar tentang alam itu penting. Sangat pas untuk pembentukan karakter. Karena itu perkenalkan kegiatan alam sejak dini.  Pendidikan jangan hanya di dalam kelas,” tegas jurnalis yang mengawali kariernya di Warta Pramuka terbitan Gramedia hingga bergabung di Bisnis Indonesia dan mengundurkan diri 2004.  Setelah mundur dari dunia kewartawanan, ia dan teman-temannya mendirikan Share Communication.

Rahmi menyayangkan masih adanya orangtua yang memberikan gadget kepada anaknya hanya untuk mendiamkan anak. Menurutnya, lebih baik anak diajak beraktivitas di alam agar wawasan mereka terbuka. “Oksigen murni banyak di alam. Biar sehat dan pembentukan Revolusi Mental berhasil, mari perbanyak kegiatan di alam terbuka,” tegasnya. (Ngurah Budi)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top