Kuliner

Foto Kopi 2018 bersama Cerita Kopi

Peserta lomba cupping

Menikmati kopi sambil menyaksikan beragam kegiatan yang berkaitan dengan kopi bisa ditemukan di ajang Foto Kopi 2018 bersama Cerita Kopi. Ini merupakan event pertama yang menggabungkan pameran dan lomba fotografi, lelang kopi, lomba cupping, lomba latte art, hiburan, dan bazaar.

Paulus Nugraha, founder Cerita Kopi menuturkan kegiatan ini merupakan kolaborasi komunitas penggiat dan pecinta kopi yang tergabung di Cerita Kopi dengan EO Bali Creative sebagai penggagas Foto Kopi 2018. “Kami berharap event yang dilaksanakan di Park 23 Kuta (2-4 Februari) ini bisa mempererat tali silaturahmi para penggiat dan pecinta kopi yang ada di Bali khususnya dan Indonesia umumnya,” ujar pria yang juga barista trainer ini.

Cerita Kopi adalah wadah bagi siapa saja yang ingin bercerita dan berbagi pengalaman seputar dunia kopi. Paulus menambahkan rangkaian dari Cerita Kopi diawali dengan workshop tentang milk base di Celagi Village, Jalan Noja, Denpasar pada 28 Januari 2018. Di ajang Foto Kopi 2018, para pecinta kopi ini ikut lomba cupping, lelang kopi, dan lomba latte art.

“Setelah lomba cupping, kami mengadakan lelang yang dimulai dengan harga Rp 35 ribu. Hasil lelang masuk ke kas komunitas Cerita Kopi,” ujar Paulus. Kopi yang dilelang antara lain kopi Sunda Gulali (Jawa Barat), kopi Ulian Kintamani, kopi Pujungan Pupuan, kopi Solok Minang, kopi Situjuoh Minang, dan kopi Kayu Aro Kerinci.

Untuk lomba latte art yang diikuti 32 peserta dan mayoritas barista, menggunakan sistem battle. Peserta dinilai oleh tim juri yang terdiri dari Eka (latte art artist), Yanti (juara 3 Indonesian Latte Art Championship Regional Indonesia Timur 2018), dan Samara (EO Foto Kopi). Pemenang mendapatkan hadiah berupa plakat, merchandise dari Toffin dan uang tunai.

Samara menambahkan event perdana di Bali ini menjadi Foto Kopi session I. Selanjutnya mereka akan berkelilling ke Aceh, Papua, Jakarta, dan Bandung. Temanya akan menyesuaikan di masing-masing daerah tersebut. “Kami melihat foto dan kopi sudah jadi life style. Fotografer banyak yang suka ngopi dan kopi itu banyak difoto. Melalui event ini, kami gabungkan menjadi tiga chapter, yakni hunting, workshop, dan exhibition. Kami juga memilih mall sebagai bagian dari upaya memperkenalkan brand dan produk lokal kepada pengunjung mall,” jelas Sam. (Ngurah Budi)

To Top