Griya

Tanaman Jeruk Hias

Siapa yang tidak tertarik melihat tanaman kecil yang mungkin baru berumur 1 tahun sudah bisa berbuah. Ini pula yang bisa kita lihat pada beberapa tanaman jeruk yang ada di Purnama Sari Garden, Jalan By Pass Ngurah Rai, Tohpati. Tanaman-tanaman jeruk yang hanya ditanam di media polybag dan pot-pot kecil tersebut begitu memikat dengan beragam bentuk dan warna buahnya.

Beberapa di antaranya ada jenis jeruk keprok punten, kolomonde, nagami, limau, blackberry, pamelo, dan jeruk purut. Pemilik stan, Suarni (50) mengatakan tanaman-tanaman jeruk ini dipasoknya dari daerah Batu, Malang, yang merupakan pusatnya tanaman buah.

Ia memang lebih banyak mengoleksi tanaman jeruk dikarenakan karakter tanamannya netral, dalam artian sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan/iklim baru. “Tanaman yang masih ada sekarang, ya ini saja. Sekarang saya belum mencari dulu karena 2 tahun terakhir pasarannya agak lesu,” ungkap Suarni.

Karena karakter beberapa jenis jeruk ini sudah bisa berbuah dalam usia muda, banyak juga konsumen yang memakainya sebagai tanaman hias. Bisa dibayangkan, dari balik rerimbunan hijaunya daun menyembul buah berwarna kuning terang, tentu menjadi sebuah pemandangan yang indah untuk dinikmati.

Jeruk-jeruk ini pun memiliki karakter yang berbeda-beda. Sebut saja jeruk nagami yang sering dipakai tanaman hias. Suarni menjelaskan, jeruk ini buahnya kecil, dan biasanya dimakan sampai kulitnya karena justru kulitnya yang berasa manis. Jeruk limau umumnya dipakai sambal. Sementara jeruk purut, rebusan daunnya yang sering dipakai sebagai penambah citarasa dalam makanan berkuah. “Katanya, buah jeruk purut ini dipakai jamu,” ucapnya.

Untuk jeruk kolomonde, di stannya ini ada dua jenis yaitu kolomonde daun hijau dan kolomonde varigata. Jeruk kolomonde varigata memiliki warna belang putih pada kulit buahnya seperti semangka. Dan, daunnya pun ada perpaduan warna hijau dan putih. Sementara untuk jenis jeruk yang buahnya agak besar, seperti jeruk Bali, sering juga disebut jeruk pamelo. “Jadi kalau di kami para pedagang tanaman, jeruk Bali itu ada dua jenis. Jeruk Bali yang asli dari Bali disebut jeruk Bali. Dan jeruk Bali yang buahnya agak lebih besar dari jeruk Bali, bukan berasal dari Bali tapi dari Jawa Tengah, dinamakan jeruk pamelo,” jelasnya.

Dulu, ia mengaku cukup banyak menyediakan tanaman jeruk juga tanaman buah lain yang langka. Seperti, tanaman buah ajaib (miracle), anggur pohon, jambu pilipi (dari Australia), jambu air tsunami, sawo hitam (yang dipercaya untuk obat kanker), bleksa putih, dll. Dulu, peminat tanaman-tanaman langka ini banyak. “Biasanya yang mencari orang-orang berduit, karena harganya juga lumayan bisa sampai Rp 8 juta,” terangnya.

Agar tanaman bisa berbuah dengan cepat, Suarni yang sudah 25 tahun bergelut di dunia tanaman ini menyarankan untuk rutin memberi pupuk, 2 minggu sekali. Penyiraman cukup sekali sehari. “Beri pupuk daun dan pupuk buah, agar daun dan buahnya seimbang. Kalau terlalu banyak buah, buahnya akan kecil-kecil,” ucapnya. (Inten Indrawati)

To Top