Bunda & Ananda

Kasih Sayang Itu Melayani

Para orangtua murid dengan setia menunggui anak-anaknya latihan

“Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan”. Kalimat tersebut sudah sangat sering kita dengar. Namun, hal itu tidak berlaku bagi para orangtua murid yang saban Selasa sore dan Jumat menunggui putra-putri mereka latihan senam di SDN 8 Dauh Puri.

“Sebisanya saya tungguin biar bisa melihat perkembangan gerakan anak. Paling saya tinggal sebentar-sebentar kalau ada sesuatu yang sifatnya mendesak,” ujar Dewa Ayu yang putrinya sudah setahun ikut ekstra ini. Dewa Ayu dan para orangtua lain yang didominasi kaum ibu ini terlihat bersemangat “mengikuti” gerakan putra-putrinya. Bahkan, mereka kerap merekam gerakan anaknya atau gerakan anak lain yang dianggap bagus dan bisa menjadi contoh. “Dari rekaman ini nanti Dayu bisa pelajari sendiri di rumah,” ujar Dewa Ayu.

Bagi ibu dua anak ini, begitulah cara dia mencurahkan cinta dan kasih sayangnya kepada anak. Mendukung segala aktivitas anak, dari A sampai Z. Karena itu pula, ia memutuskan tidak bekerja, sehingga bisa fokus mengurusi anak. Mungkin istilah “Cinta dan kasih sayang perlu pengorbanan” ini bisa terwakilkan dari apa yang dilakoni Dewa Ayu.

Di sisi lain, banyak juga para ibu yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajakan dagangannya dan mempromosikan bisnis rumahannya. “Ayo..ibu-ibu, siapa mau beli cokelat Valentin?,” ujar Chici kepada ibu-ibu lain yang sedang santai menunggui anak-anaknya. Bagi ibu dua putra yang setia mengawal anaknya kemana saja ini, apa yang dilakoninya itu ibarat “sambil menyelam minum air”. “Nganter anak bisa, jualan juga dapat,” ucapnya tersenyum.

Menurut Agus Binti Khoiriyah, S.Psi., CHt., CI., M.NLP., wujud cinta kasih adalah keselarasan hati pikiran dan perbuatan dalam wujud melayani tanpa pamrih. Kasih sayang pastilah memerlukan pengorbanan baik materiil maupun waktu bahkan hati dan pikiran. “Namun, semua itu tidak akan ada artinya jika niat kasih sayang dikarenakan hawa nafsunya yang menginginkan kebaikan karena sanjungan dari manusia. Apapun respons dari orang yang kita berikan kasih sayang, terima tanpa mengharapkan imbalan apa pun,” ucap pemilik Madania Center ini.

Jika niat menyayangi karena alasan sesuatu, ketika tidak sesuai dengan yang diharapkan, akan kecewa. Namun jika menyayangi karena Tuhan, apa pun yang didapat nantinya, tetap menyayangi dan mendoakannya. Ia memberi contoh,  semua orangtua pasti mengharapkan anaknya sukses baik dalam pendidikan atau karirnya. Jika yang diharapkan tidak kesampaian, malah sebaliknya perilaku anak membuat sakit hati dan mengecewakan orangtua, bagaimana? “Jika niat kita karena-Nya, maka kasih sayang tidak luntur, tetap diwujudkan dengan doa dan usaha,” ujar Bunda Agus—sapaan akrabnya.

Baginya, kasih sayang bukan harapan namun perwujudan rasa. Dengan rasa kasih sayang kita bisa sebarkan energi kebaikan. Karena itu ia menegaskan, kasih sayang hendaknya dilakukan setiap detik dan setiap saat, tanpa ada hari spesial. Aktivitas orangtua yang menunggui putra-putrinya saat berkegiatan, sah-sah saja. Harapan mereka sebagai orangtua tentulah berbeda. “Nah, sekarang menunggu karena apa? Jika niatnya sudah tepat dan benar, tidak ada yang membosankan dan sia sia,” ucapnya. (Inten Indrawati)

To Top