Surabaya

Titis Tatasari: Perempuan Inspiratif Penggali Motivasi

Keberadaan seorang inspirator coaching bagi seorang siswa sangatlah penting. Karena seorang inspirator bukan hanya  seorang partner teman curahan hati, tetapi lebih sebagai pendamping yang bisa melihat titik lemah yang ada secara objektif.

Titis Tatasari, demikian nama lengkap wanita kelahiran Lamongan, 25 Oktober 1984 yang dikenal sebagai Titis Imez ini. Ia adalah seorang motivator dan owner dari  PT Artis Kaya Talenta Medalion (PT ATM), merupakan induk perusahaan  grup Coach at Talenta Inspirasi Coaching, Trainer at Act, Event Organizer & Wedding Syar’i, dan Soyam Goyang /Soto Ayam Lamongan.

Sebelum membuka usaha dan praktek sendiri di rumahnya , Titis pernah bekerja di media TV, radio, koran dan promotor event. “Selama 15 tahun saya kerja ikut orang, sebelum akhirnya memutuskan buka usaha sendiri,” kata Titis.

Pengalaman sebagai pemateri antara  lain  kursus public speaking Pramugariku Surabaya, Certified Trainer (CT) oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta Coach Certified yang diselenggarakan oleh Coaching Emotional Spirit Quatation (ESQ). Bagi Titis, profesi inspirator bukan hanya membahagiakan secara sosial tetapi juga menjanjikan secara ekonomi, karena ke depan, hampir semua orang membutuhkan coaching atau pendampingan untuk perubahan menuju hidup yang lebih baik.

Melalui metode coaching, siswanya yang terdiri dari pengusaha dan usaha kecil menengah  didampingi untuk menganalisa berbagai masalah yang dialami sehingga timbul solusi dari diri sendiri yang nantinya akan mengarah pada pencapaian tujuan. “Pernah ada siswa yang awalnya tidak bisa makan ikan, kemudian setelah menjalankan program dia jadi gemar makan ikan. Begitu pula yang awalnya suka merokok, alhamdulilah dia sekarang berhenti merokok,” papar wanita cantik tersebut.

Sebagai seorang Coach RT profesional, Titis tidak sedikitpun mendikte siswanya. Dia hanya menyampaikan data siswanya tersebut sebagai dasar acuan siswa dalam mengambil keputusan untuk kebahagiaan hidupnya sendiri. “Sudah lebih 15 tahun saya minta siswa saya untuk menerapkan metode coaching yang aplikasinya berupa terapi hati dan berdamai dengan diri sendiri, dan hasilnya  sangat maksimal,” jelas ibu dari Cherry Syi  dan Cherry Syu ini.

Di tengah padatnya aktivitas menjalankan perusahan bisnis  motivasi tersebut, Titis juga masih  mengajar sebagai dosen di Sekolah Tinggi Imu Ekonomi (STIE) Mahardhika Surabaya. Bahkan pada 2016 dia masih juga menyempatkan diri untuk menulis sebuah artikel di buku yang berjudul  Womenpreneur.

Titis juga aktif di organisasi Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLPI) Kota Surabaya sebagai ketua periode masa bhakti 2017-2022, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia sebagai wakil ketua periode masa bhakti 2016-2021. (Nanang Sutrisno)

To Top