Surabaya

Konser Kemanusiaan untuk Palestina

Perjuangan Palestina terus memantik kepedulian dari dalam negeri. Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Wilayah Jawa Timur (Jatim) menggelar konser kemanusiaan bertema “Freedom for Palestine” di Hotel Bumi Surabaya.

Ketua Umum KNRP Pusat, Suripto, mengatakan bahwa melalui konser KNRP ingin memberikan pesan kepada umat Islam yang ada di wilayah Jatim tentang kondisi terkini Palestina. Pesan ini hendaknya disadari dan agar umat Islam peduli dengan kondisi Palestina.

“Hanya melalui sarana konser, kita harapkan ini bisa jadi suatu kepeduliaan dan keterlibatan ummat Islam di Jatim,” ujar Suripto. Freedom for Palestine merupakan tema khusus yang sifatnya nasional, yakni bebaskan Palestina dari penjajahan, mengingat saat ini Palestina adalah satu-satunya negara yang masih dijajah.

Ketua KNRP Jatim, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan sebagai warga negara Indonesia wajib menolak segala bentuk penjajahan diatas dunia, karena bertentangan dengan cita-cita luhur bangsa ini. “Kita mengharapkan konser ini adalah salah satu bagian dari bentuk program peduli dan senantiasa mendukung rakyat Palestina,” ujar Bagus.

Turut mendukung Freedom for Palestine adalah Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), lembaga amal KOTAK AMAL Indonesia, Dompet Quran Indonesia, Grismart, One Day One Juz (ODOJ) Jatim, Radio Suara Muslim, LMl, BSMI dan YKTI. Serta seluruh donatur yang mendukung penuh program pra konser yang berada di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Ponorogo, Tulungagung dan sekitarnya.

Acara konser kemanusiaan juga dimeriahkan oleh sejumlah artis dan seniman nasional, diantaranya Fadly Padi, Ikmal Suara Persaudaraan dan Klantink. Fadly mengaku terhormat telah bergabung selama lima tahun untuk setiap konser amal KNRP. Sebanyak lima lagu ia bawakan, di antaranya “We Will Not Go Down” dan “Selimut Putih” yang bercerita tentang kematian.

“Yang penting adalah kesadaran kita semua untuk turut berempati terhadap penderitaan saudara kita di Palestina,” ujar  Fadly. Hadir juga dalam konser kemanusiaan Ulama Palestina, Syeikh Nashif Nashir, menyampaikan keutamaan Masjid AI-Aqsha serta kondisi terkini Palestina.

Syekh Nashif Nashir, menjelaskan sampai saat ini Palestina masih menderita akibat terjajah. Setahap demi setahap penduduk Palestina akan diusir dari tanah airnya.

“Hampir 85% tanah di Palestina sudah diduduki oleh bangsa Yahudi. Kita ingin Palestina merdeka dari penjajahan,” terang Syekh Nashif Nashir. Ia menambahkan, seluruh bantuan yang sudah diberikan kepada Palestina telah sampai langsung, khususnya bantuan dari KNRP telah diterima oleh rakyat Palestina di Gaza. KNRP telah beberapa kali masuk ke Gaza dan bantuan sudah sampai ke tepi barat Al Quds, Turki, Suriah dan beberapa lokasi lainnya.

“KNRP telah membangun rumah sakit, yayasan, klinik, serta kami telah membagikan sembako untuk rakyat Palestina maupun di Idul Qurban. Terima kasih atas bantuan bangsa Indonesia selama ini,” tuturnya. KNRP Jatim menginginkan masyarakat mengetahui pentingnya peran Palestina bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia, karena Palestina adalah negara pertama secara de facto mengakui Indonesia sebagai sebuah negara merdeka. Serta pentingnya peran Masjid Al Aqsha bagi Kaum Muslimin. Masyarakat Jatim bisa turut berkontribusi membantu Palestina lewat donasi melalui KNRP.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat khususnya yang telah mendukung seluruh agenda dan program Komite Nasional untuk rakyat Palestina. Semoga Allah SWT memberikan dan melipatgandakan amal kebaikan kita semua,” ungkap Ketua KNRP Jatim yang biasa dipanggil Gus Tyo. (Lely Yuana)

To Top