Jelita

Mengenal Bedah Plastik Estetik

dr. Putu Trisna Utami, Sp.BP-RE.

Saat ini, bedah plastik sudah  menjadi pilihan masyarakat dalam memperbaiki bagian tubuh yang tidak sempurna. Selain karena alasan agar tubuh menjadi sempurna seperti sebelumnya, bedah plastik juga menjadi pilihan bagi perempuan yang ingin terlihat cantik. Seperti apa?

Menurut dr. Putu Trisna Utami, Sp.BP-RE, secara umum bedah plastik memiliki dua manfaat bagi manusia, memperbaiki bagian tubuh yang tidak sempurna menjadi sempurna. “Untuk contoh bedah plastik rekonstruksi ini, operasi membentuk telinga pada pasien yang terlahir dengan kelainan telinga yang tidak terbentuk, operasi memperbaiki bibir sumbing, operasi penyambungan jari pada jari yang terputus, operasi membuat payudara pada pasien paska operasi pengangkatan payudara, operasi membentuk kelamin pada pasien dengan kelainan organ kelamin,” ujar dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik RSUD Bali Mandara ini.

Selain itu, bedah plastik juga membentuk tubuh menjadi lebih sempurna, dari tubuh yang awalnya sudah terbentuk sempurna, dalam hal ini masuk dalam sub bagian bedah plastik estetika. “Untuk bedah plastik estetika, contohnya operasi rhinoplasty pada pasien yang ingin mengubah bentuk hidung agar menjadi lebih mancung. Operasi blepharoplasty untuk memperbaiki kantung mata atau membentuk kelopak mata, operasi sedot lemak, operasi facelift untuk mengurangi kerutan pada wajah, operasi implan payudara untuk menambah volume payudara,” jelas dr. Trisna Utami.

Ia menyebutkan, tujuan dari bedah plastik untuk kecantikan dapat berupa penambahan dan pengurangan volume, perubahan bentuk, atau pengencangan area yang dirasa kurang kencang. “Bedah plastik estetik terutama diperuntukkan bagi orang yang ingin menambah nilai estetika dan kecantikan. Namun perlu ditekankan di sini yang dilakukan terbatas, hanya  untuk menambah atau  mengurangi volume, mengubah bentuk, atau pun membuat lebih kencang area yang diinginkan. Bukan semata-mata mengubah wajah seseorang menjadi sosok orang lain yang dianggap sebagai ikon cantik,” ujarnya.

Ia menyontohkan, pasien dengan hidung pesek, ingin dilakukan tindakan rhinoplasty agar hidung pasien menjadi lebih mancung. Namun,  menjadi tidak realistis apabila pasien ingin memiliki hidung yang menyerupai hidung orang lain yang menjadi idolanya. Contoh lain adalah untuk pasien yang menjalani prosedur facelifting karena proses penuaan dan kulit wajah menjadi sangat kendor dan tampak tua. Tindakan ini bertujuan agar wajah tampak lebih muda dan kencang, tanpa harus mengubah wajah seperti orang lain.

Teknologi baru dalam bedah plastik untuk mempercantik wajah, dapat dilakukan tanpa operasi seperti,  tindakan laser.  “Tindakan ini tergantung dari jenis laser, panjang gelombang, dan target yang diharapkan, dapat digunakan untuk mengurangi/menghilangkan pigmen seperti tatoo, pembuluh darah, atau menyamarkan bekas luka dan mengurangi keloid, pengurangan area yang berambut, dan peremajaan,” katanya.

Ia mengatakan, kerutan dapat dikurangi dengan laser ini,  namun penggunaannya  perlu dilakukan beberapa kali dan kadangkala menimbulkan efek dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan tindakan operasi, sehingga kurang tepat untuk pasien yang tidak sabar.

Platelet Rich Plasma (PRP), adalah terapi estetik baru dengan menggunakan senyawa platelet dari darah sendiri.  Platelet yg diaktifkan akan memberikan efek dalam hal ini pada kulit,  mempercepat penyembuhan bekas jerawat, terapi kebotakan, peremajaan kulit, dan juga pengencangan area di sekitar mata. “Senyawa platelet akan menstimulasi growth factors yang akan menstimulasi kolagen, sehingga meningkatkan kesehatan pada kulit. Pemberian PRP pun juga dilakukan dengan hati-hati dan dilakukan secara berulang, sehingga kepatuhan pasien dan evaluasi pre-tindakan harus dilakukan dengan hati-hati dan dievaluasi secara menyeluruh,” kata dr. Trisna Utami.

Stem cell/ sel punca, merupakan sel-sel yang menjadi awal mula dari pertumbuhan sel lain yang menyusun keseluruhan tubuh organisme. Sel tersebut dapat memperbanyak diri dan mampu berdiferensiasi menjadi lebih dari satu sel, dan dapat berfungsi untuk mengembalikan fungsi organ atau jaringan yang rusak, dengan tanpa atau minimal kerusakan anatomi, termasuk di antaranya organ kulit. Cara ini, kata dia, mampu mengganti  sel yang rusak. “Kulit menua dengan pemberian sel punca akan beregenerasi menjadi struktur kulit yang baru. Namun tindakan ini memakan biaya yang cukup mahal untuk saat ini, dan masih dalam penelitian untuk menyempurnakannya,” jelasnya.

Bedah plastik untuk mempercantik wajah, juga dapat dilakukan dengan tindakan operasi estetik dengan minimal invasif, dimana dengan penggunaan alat-alat canggih dan robotic, sehingga dapat melakukan tindakan operasi dengan  bekas luka yang lebih kecil/minimal. Operasi liposuction dan fat transfer dengan alat-alat yang semakin canggih yang menggunakan teknologi laser, hidrojet, ataupun ultrasound, sehingga tindakan dapat dilakukan lebih cepat dan hasil yang lebih memuaskan untuk pasien.

Menurutnya, tindakan bedah plastik dapat dilakukan satu kali atau pun berulang kali tergantung dari kondisi pasien masing-masing. Di sini pentingnya konsultasi yang baik antara pasien dengan dokter spesialis bedah plastik. “Proses penuaan dan kondisi pasien secara umum,  kadangkala menyebabkan pasien tidak bisa melakukan pembedahan sekaligus karena dapat membahayakan kondisi pasien, sehingga perlu dilakukan secara bertahap. Untuk tindakan tanpa operasi kebanyakan perlu dilakukan berulang dalam jangka waktu tertentu untuk memaksimalkan hasil,” ujarnya.

Hal-hal yang penting dievaluasi saat persiapan operasi seperti : area yang hendak dilakukan pembedahan, dan ditandai untuk memudahkan memperkirakan hasil yang diinginkan. Proses dari prosedur yang hendak dilakukan, termasuk di antaranya jenis pembiusan yang akan dilakukan, apakah dilakukan dengan pembiusan lokal atau pembiusan total. Dokumentasi kondisi pasien sebelum dilakukan tindakan, dari riwayat penyakit, riwayat alergi, dan kondisi kesehatan sebelumnya, obat-obat yang pernah dan sedang dikonsumsi termasuk obat-obatan herbal, riwayat lifestyle dari pasien seperti diet, kebiasaan olahraga, merokok, narkoba, dan penggunaan alat kontrasepsi.

Efek samping dan komplikasi yang dapat muncul akibat prosedur operasi, baik yang muncul selama operasi dan setelah operasi.

Perawatan paska operasi seperti bad rest, penggunaan tampon, pressure garment/korset, kompres, dan obat-obatan yang digunakan paska operasi, serta jangka waktu yang diperlukan untuk perawatan paska operasi. Juga perlu diingatkan pasien  untuk aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam waktu tertentu.

Pemeriksaan fisik pasien, secara umum dan khusus pada area yang hendak dilakukan tindakan, termasuk fungsi dari organ-organ di sekitarnya. Kondisi psikologis dari pasien. Apabila pasien sudah mengerti akan hal-hal tersebut, barulah dilakukan persetujuan tindakan operatif antara pasien dan dokter, dan persiapan operasi dilakukan.

Ia menyebutkan, ada beberapa hal yang menjadi efek samping dari  tindakan operasi bedah plastik, seperti  infeksi luka operasi, perdarahan, bentuk tidak sesuai, kulit yang dibuang kurang atau berlebih, dan efek yang ditimbulkan akibat hal tersebut, bad scar dan keloid, sehingga penting untuk dilakukan evaluasi pasien dengan risiko tinggi keloid, pasien dengan konsumsi nicotine dan perokok berisiko akan menghambat penyembuhan luka operasi, sehingga disarankan untuk stop merokok dan konsumsi nikotin minimal 6 minggu sebelum dilakukan operasi.  “Deep vein trombosis (DVT) dan pulmonary emboli biasanya terjadi untuk tindakan operasi dengan  pembiusan total, termasuk untuk tindakan operasi estetik. Resiko ini terutama terjadi pada tindakan abdominoplasty, sehingga penting untuk dilakukan persiapan dan evaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh sebelum operasi, termasuk pemberian obat-obatan tertentu pada pasien yang berisiko,” kata dr. Trisna Utami. (Wirati Astiti)

Paling Populer

To Top