Sosialita

Selalu Bangga dengan Produk Lokal

Setiap acara HUT KCKB, menurut Mami Bara dan Mba Eva, mereka selenggarakan sesuai dengan prinsip Komunitas Cinta Kamen Bali  (KCKB) yang  mengedepankan kesederhanaan. Bagi mereka yang utama adalah bisa berkumpul, bersama merayakan untuk mengingat berdirinya KCKB dengan visi-misinya, dengan anggotanya yang selalu komitmen mencintai, menjaga dan melestarikan kamen Bali.

Langkah yang mereka jalankan pun semakin penuh semangat dengan jalinan

kerjasama dan sinergi dengan banyak pihak, terutama kegiatan  yang bernuansa budaya Bali atau seirama dalam menjaga , dan melestarikan kamen Bali. “Bahkan ada suatu kehormatan dan kebanggaan, ketika Ibu Ayu Pastika ditengah aktivitasnya yang padat masih bersedia menyempatkan untuk berkumpul bersama KCKB, bercengkerama dan memberikan banyak petuah. Bukan hanya itu, Bu Ayu Pastika juga memberikan tawaran untuk bersama melakukan kegiatan pameran di dalam maupun luar negeri, mengadakan event terkait budaya,  serta fashion show pada KCKB termasuk bersinergi dengan yayasan kanker,” lanjut Mba Eva.

Beberapa anggota juga menyatakan merasa nyaman bergabung di KCKB, sebab di dalamnya mereka juga saling menyemangati untuk menjaga peran kehidupan keluarga, karier, serta eksistensinya di ruang publik atau masyarakat. Selain juga, terus mencintai dan mengapresiasi budaya lokal, khususnya kain tradisional Bali, salah satunya dengan selalu mengenakan kamen Bali di berbagai acara.

Selain itu, di era kekinian ini, mereka juga mampu menyeimbangkan antara tren dengan cara berbusana secara tradisi maupun gaya modern ketika mengenakan kain Bali yang memiliki ciri khas, unik dan menarik beserta filosofinya masing-masing.

Selanjutnya, Mami Bara yang juga pemilik Bara Silver ini mengatakan agar semua sahabatnya yang tergabung di Komunitas KCKB, senantiasa menjaga naluri budaya yang cantik dan modern. Maksudnya, tetap santun mengedepankan etika dan bisa menjadi inspirasi perempuan Bali. Sesuai dengan aktivitas dan profesi masing-masing. Anggota KCKB juga bisa mendorong perekonomian Bali, diantaranya dengan tetap menggunakan hasil karya orang lokal dan lanjut mempromosikannya demi Bali.

“Mari kita bersama tetap jalan dengan pedoman ‘Bertemu, Belajar, dan Beramal’.

Untuk beramal ini, yuk kita terus menumbuhkan dan membudayakan jiwa suka menolong. Apalagi kita sebagai mahluk sosial tidak hidup sendiri, hendaknya kita memiliki tanggung jawab untuk peduli dan ikhlas membantu orang lain yang memerlukan uluran tangan kita,” pungkas Mami Bara. (ard)

 

To Top