Griya

Tampil Mewah dengan Pot Terrazzo

Di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, Tanjung Bungkak adalah salah satu sentra penjualan tanaman hias di Denpasar. Sepanjang mata memandang, tanaman-tanaman cantik hingga yang berbunga indah menjadi penyejuk mata. Dari tanaman berukuran kecil yang ditanam dalam kantung-kantung polibag yang dijejer di pinggir jalan, hingga tananaman berukuran raksasa bisa didapati disini. Semua nampak sama. Yang terlihat berbeda ketika tanaman itu ditempatkan dalam sebuah pot terrazzo. Tampilannya mewah seperti marmer.

“Tanaman bunga ini sama dengan yang dijual di sebelah. Tapi ketika saya tempatkan di pot terrazzo, tampilannya lebih menarik dan harga jualnya pun bisa lebih tinggi,” ujar Subur Laksono, pemilik Bali Jeding Landscape yang juga memproduksi pot terrazzo.

Pot-pot terrazzo yang diproduksinya ini memang diperuntukkan tanaman indoor. Tersedia dari ukuran kecil untuk pot/vas meja, ukuran sedang, hingga yang besar. Pot ini juga bisa ditempatkan di atas standing (tatakan tinggi).

Tanaman-tanaman yang ditempatkan pada pot ini juga tanaman khusus indoor. “Tanaman indoor seperti dendron, alocasia, samblung ijo, dll. ini tidak tahan panas. Kalau ditempatkan di tempat panas, akan kering,” jelas pria asal Jember ini.

Untuk perawatannya, tanaman indoor ini dikeluarkan seminggu sekali dicarikan cahaya. Itu pun tak boleh cahaya langsung, tempatkan di bawah pohon atau di bawah paranet. Penyiraman dilakukan dua hari sekali, tergantung jenis tanamannya. “Tanaman indoor yang paling gampang perawatannya adalah sejenis palem, seperti palem beregu, kamiduria, dll.,” imbuhnya.

Subur Laksono mengatakan pot terrazzo produksinya itu diperuntukkan tanaman anggrek. Untuk pot yang ukurannya lebih besar ditanam beberapa batang anggrek. Ia mengaku sudah  4 tahun memproduksi pot terrazzo. Bahan baku untuk pembuatan pot ini yakni mild, semen putih, dan pecahan marmer.

Proses pembuatannya dengan sistem pencetakan. Sehari setelah dicetak, hasil cetak direndam air, didempul, digerinda (dipoles), diberi obat dan proses akhir disemir untuk memberi efek mengkilat. “Proses pencetakan sampai selesai dan siap dijual memerlukan waktu minimal 4 hari,” ucap Subur Laksono. (Inten Indrawati)

To Top