Bunda & Ananda

Perawatan Kulit untuk Anak

AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK

Memiliki kulit yang kering memang menjadikan penampilan kurang maksimal, tak hanya untuk remaja dan dewasa, termasuk juga bagi anak-anak. Biasanya kulit kering ini banyak dialami oleh mereka yang sering berada di luar ruangan atau bahkan yang berada di dalam ruangan AC dalam jangka waktu yang lama. Selain wajah, bagian tubuh lainnya yang juga rawan untuk menjadi kering adalah kaki dan tangan. Tentu saja hal ini tak boleh dibiarkan begitu saja karena kulit menjadi tak sehat, keriput, bersisik, dan timbul masalah kulit lainnya.

Umumnya kulit kering ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor selain dari faktor lingkungan seperti halnya faktor keturunan, hormonal dan juga asupan gizi dari makanan maupun minuman yang dikonsumsi setiap harinya.

Dokter AAA Laksmi Dewi B, Sp.KK. menjelaskan, usia 11-13 tahun adalah masa peralihan dari anak-anak menuju remaja. Saat memasuki usia remaja terdapat perubahan hormon yang menyebabkan perubahan psikis, mental dan fisik. Salah satunya adalah mengalami kulit kering atau kakahan, dimana beberapa faktor dapat menjadi pemicunya. Anak laki-laki biasanya mulai menggunakan sabun untuk membersihkan wajah dan memilih sabun pembersih badan yang lebih wangi untuk meningkatkan kepercayaan diri. Demikin juga dengan anak perempuan yang sudah mulai mengenal make up.

Pada beberapa anak yang memiliki kulit sensitif apalagi ada faktor genetik yang menyertai maka akan sangat mungkin memberikan reaksi pada kulit. Adanya interaksi faktor intrinsik (seperti genetik, gangguan fungsi sawar kulit, faktor imun, psikologis) dengan faktor ekstrinsik di lingkungan seperti bahan iritan, polutan dan alergen akan menimbulkan reaksi. Kulit akan menjadi kering karena transepidermal water loss (TEWL) yang meningkat dan kemampuan kulit untuk mengikat air menurun.

Interaksi tersebut juga dapat menimbulkan respons peradangan pada tubuh berupa keluhan rasa gatal dan akan muncul kelainan kulit (kemerahan, bintik-bintik, dsb). Gangguan fungsi sawar kulit ini akan meningkatkan risiko pajanan terhadap bahan kontaktan dan memudahkan terjadinya kolonisasi dan infeksi. Hal tersebut dapat terjadi kronis dan berulang.  “Untuk mencegah hal tersebut tentu saja sebaiknya menghindari faktor pencetus dan lindungi kulit dengan pelembab yang tepat. Pelembab yang dianjurkan adalah pelembab yang melembabkan kulit sensitif, berbahan hipoalergenik, bebas pewangi, dan nonkomedogenik. Gunakan pelembab berminyak pada kulit kering dan pelembab yang mengandung lebih banyak air pada kulit yang mengalami peradangan dan kemerahan,” saran dr. Ami- sapaan visiting doctor di Dermato-Venerogist Policlinic Prima Medika Hospital ini.

Usia 13 tahun adalah masa pubertas, berbagai perubahan terjadi di tubuh. Perubahan tersebut disebabkan oleh fluktuasi hormon, yang menyebabkan perubahan fisik dan psikologis.
Berbeda dengan perubahan psikologis atau mental, perubahan fisik merupakan hal yang paling terlihat. Yang paling umum adalah masalah dermatologis. Dari jerawat yang memalukan dan menjengkelkan sampai kulit berminyak yang sulit dikendalikan. Beberapa hormon (seperti estrogen, progesteron dan androgen) berperan saat mengalami masa pubertas. Hal ini menyebabkan perubahan seperti perkembangan folikel rambut, pematangan kelenjar sebaseus seiring dengan produksi kelenjar keringat berlebih pada kulit.

Biasanya yang paling sering muncul adalah komedo, berupa benjolan kecil pada permukaan kulit yang berwarna hitam. Komedo merupakan jenis jerawat yang tergolong ringan, umumnya muncul pada wajah. Selain wajah, bisa muncul di leher, dada, bahu, punggung dan lengan. Komedo disebabkan sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit. Bila kita tidak melakukan pengelupasan kulit wajah secara berkala, maka sel-sel kulit mati menumpuk di kulit.

Kulit perlu dibersihkan, dilindungi, dan dirawat. Pembersihan muka harus dilakukan setidaknya dua kali sehari, menggunakan pembersih muka yang berbeda berdasarkan jenis kulit. Kotoran bersama dengan sel kulit mati dapat menyumbat pori-pori, yang menyebabkan masalah kulit seperti jerawat. “Oleh karena itu penting untuk tidak hanya menggunakan krim, gel, atau lotio anti jerawat tapi juga pembersih dan tabir surya yang tepat,” ingatnya

Saat kadar hormon meningkat dan tubuh berubah, kulit bereaksi. Bagi beberapa remaja, jerawat muncul hanya sesekali atau pada waktu tertentu. Bagi anak perempuan, hal itu bisa terjadi tepat sebelum setiap siklus haid. Namun, untuk remaja lainnya, jerawat bisa muncul lebih dari satu atau dua jerawat, yang dikenal sebagai breakouts. Ini ditandai dengan munculnya komedo putih dan hitam, namun seringnya adalah jerawat yang penuh nanah.

Saat ini banyak dijumpai berbagai produk perawatan wajah yang disediakan untuk umur-umur belia. Sebetulnya sudah perlukah mereka menggunakan produk perawatan wajah di usia mereka yang masih dini tersebut?

Perawatan wajah dalam artian menjaga kebersihan wajah harus dijalani sedini mungkin, tetapi perawatan wajah dengan artian memakai produk kecantikan dan perawatan klinik dibutuhkan ketika para remaja sudah mengalami pubertas atau menstruasi. Pada saat pubertas, kondisi kulit wajah bisa mengalami perubahan dikarenakan perubahan hormon dalam tubuh mereka baik pria ataupun wanita. Entah itu menjadi kekurangan minyak atau kering dan kelebihan minyak atau biasa disebut kulit berminyak. Kedua kondisi tersebut bisa menimbulkan ketidaksempurnaan dalam wajah seseorang.

Pilihlah dengan tepat bahan-bahan perawatan wajah sesuai dengan kondisi kulit dan usia. Setiap wajah memiliki masalah yang berbeda dan harus ditangani dengan perawatan yang berbeda juga. Jangan sampai salah memilih dan malah merusak kulit, karena belakangan ini banyak sekali ditawarkan obat dan kosmetik perawatan muka yang dijual secara online yang tidak diketahui dengan pasti kandungannya.

Ada kelainan kulit yang mirip dengan jerawat atau komedo, istilah medisnya Kerato Pilaris (KP). Keratosis pilaris atau dikenal juga sebagai penyakit kulit ayam, adalah kondisi di mana permukaan kulit menjadi kasar dan muncul bentol-bentol kecil mirip jerawat. Umumnya KP tidak menimbulkan rasa nyeri atau gatal, serta bisa berwarna putih atau merah. Biasanya muncul pada kulit lengan, paha, pipi, dan bokong. Tapi keratosis pilaris juga bisa muncul di alis, wajah, atau kulit kepala. Jika remaja dan anak-anak mengidap keratosis pilaris, maka mereka bisa sembuh dengan sendirinya saat beranjak dewasa.

Secara sederhana dalam mengatasi kulit kering adalah gunakanlah pelembab. Pelembab yang bagaimana? Pelembab yang membuat kulit lembut, melembabkan kulit sensitif, berbahan hipoalergenik, bebas pewangi, nonkomedogenik, dan mengandung bahan fisiologis seperti lipids atau seramid. Penggunaan pelembab dianjurkan dalam waktu 3 menit setelah mandi, dapat diulang 2-3x sehari bahkan lebih sering ketika kulit terasa kering. Pastikan jumlah pelembabnya cukup yaitu 100-200 gr/minggu untuk anak-anak, 200-300 gr untuk dewasa. Gunakan pelembab bersama dengan bahan antiradang topikal saat kulit sedang meradang (15-20 menit setelah menggunakan pelembab).

Jadi pada intinya, perawatan wajah dan tubuh perlu dilakukan sedini mungkin dengan cara yang alami dan natural, tetapi apabila muncul masalah kulit yang biasanya dialami pada saat pubertas perawatan pada ahlinya baru dibutuhkan, tentunya tidak dengan sembarang produk, harus memilih dengan tepat produk kecantikan yang aman bagi kulit para remaja. Bijaklah dalam memilih produk, janganlah segan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (Inten Indrawati)

To Top