Kuliner

Belum Makan kalau tanpa Nasi

Pola konsumsi pangan masyarakat pada umumnya khususnya di Bali terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.  Karbohidrat dapat dipenuhi dari beras, singkong, jagung, roti, mie dll.; protein dapat dipenuhi dari telor, ayam, daging sapi, teri dll.; lemak dapat dipenuhi dari minyak kelapa, margarine, santan dll.; vitamin dan mineral dapat dipenuhi dari sayuran seperti wortel, bayam, kangkung dan buah-buahan seperti pepaya, mangga, jeruk manis, anggur, semangka, dll.

“Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan salah satu program pemerintah yang menganjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah minimal 100 gram setiap kali makan, melakukan aktivitas fisik secara teratur dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujar Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes.

Ahli gizi ini menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dapat ditentukan secara individu atau menggunakan angka kecukupan gizi yang dianjurkan.  Seorang remaja putri berumur 17 tahun dengan berat badan 50 kg dan tinggi badan 165 cm, untuk mempertahankan kesehatan yang optimal memerlukan energi 2200 Kal, protein 50 g, vitamin A 600 RE, vitamin C 75 mg, besi 26 mg, kalsium 1000 mg.

Kebutuhan zat gizi tersebut dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan untuk satu kali makan misalnya makan siang, dapat disajikan menu yang terdiri dari nasi sebanyak 200 gram, ayam bakar 150 gram, plecing kangkung 100 gram, buah pepaya 100 gram dan es teh manis.

Nasi per 100 gram yang merupakan sumber karbohidrat atau energi mengandung zat gizi terdiri dari energi 178 Kal, protein 2,1 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 40,6 gram,  Besi 0,50 mg, kalsium 5,0 gram.

“Untuk menggantikan nasi dengan bahan makanan nonberas seperti singkong, ubi jalar jagung, roti, mie dsb. yang dikonsumsi sehari-hari secara rutin akan memerlukan perubahan pola makan.  Seseorang ada yang mengaku kalau belum makan nasi terasa belum makan, walaupun sudah makan bakso atau ketupat tahu,” ujar dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar ini

Hal ini dapat diupayakan dengan memberikan informasi mengenai kandungan zat gizi beberapa bahan makanan nonberas.  Nasi 100 gram dapat ditukar dengan singkong 100 gram atau nasi jagung 100 gram atau ubi jalar 150 gram atau kentang 200 gram. Jagung 100 gram mengandung energi 142 Kal, protein 5,0 gram, lemak 0,7 gram, karbohidrat 30,3 gram, kalsium 5 mg dan besi 0,80 mg. Singkong 100 gram mengandung energi 118 Kal, protein 0.6 gram, lemak 0.2 gram, karbohidrat 28,4 gram, kalsium 25 mg dan besi 0,53 mg. Ubi jalar putih 100 gram mengandung energi 106 Kal, protein 1,5 gram, lemak 0,6 gram, karbohidrat 24,0 gram, kalsium 26 mg, dan besi 0,6 mg. Kentang 100 gram mengandung energi 71 Kal, protein 1,7 gram, lemak 0,5 gram, karbohidrat 16,2 gram, kalsium 9 mg, dan besi 0,6 mg.

“Perubahan perilaku mengonsumsi pangan nonberas harus diikuti pemahaman tentang kandungan zat gizinya. Dengan bertambahnya wawasan masyarakat tidak menutup kemungkinan akan terjadi perubahan pola konsumsi pangan dengan variasi bahan pangan nonberas,” ujar Agusjaya. (Ngurah Budi)

To Top