Kreasi

Aqua Dwipayana: Senyum Tulus Ikhlas Bahagiakan Orang

Aqua Dwipayana menyerahkan kenang-kenangan buku kepada peserta diskusi

Memberikan motivasi kepada banyak orang sudah biasa dilakukan Aqua Dwipayana. Berbagai kalangan mulai perbankan hingga militer pernah mendapat kiat sukses berkomunikasi. Selasa (16/1) lalu, penulis buku “The Power of Silaturahim. Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” ini membagikan kiatnya di hadapan mahasiswa Universitas Mahendradata (Unmar) di Museum Agung dan Perpustakaan Agung Bung Karno, Denpasar.

Sebelum mengadakan sharing dengan para mahasiswa, Aqua diajak berkeliling Museum Agung dan Perpustakaan Agung Bung Karno oleh Gus Marhen, pemilik museum. Koleksi berbagai buku tentang Bapak Proklamator RI ini ada di museum. Baginya ini hal yang mengagumkan dan sangat luar biasa.

“Pak Gus Marhen ini “orang gila” yang luar biasa. Koleksi buku-buku dan lukisan tentang Bung Karno lebih banyak dibanding yang ada di Blitar. Bung Karno boleh wafat tetapi nilai-nilai Bung Karno tetap hadir di hati masyarakat Indonesia. Saya salut dengan apa yang dilakukan Gus Marhen dan saya mohon izin agar Gus Marhen menjadi guru saya,” ungkapnya.

Ia menambahkan mahasiswa yang hadir di acara tersebut beruntung karena ada orang seperti Gus Marhen dan beruntung mendapat kesempatan untuk mendapat tambahan ilmu motivasi khususnya tentang komunikasi. Dari hasil penelitian, dalam sehari, orang rata-rata berkomunikasi 80%. Dari persentasi itu, 93% menggunakan komunikasi nonverbal dan 7% komunikasi verbal.

“Tuhan memberi waktu yang sama untuk semua orang, 24 jam. Pertanyaannya, mengapa ada yang sukses dan tidak sukses. Yang membedakan orang sukses dan tidak sukses adalah manajemen waktu,” tegasnya. Ia memaparkan dalam hidup ini harus punya sifat menjadi pemenang. Kalau jadi pecundang salahkan diri sendiri. Sejak terjadi pembuahan, kita sudah menjadi pemenang. Dari jutaan sel sperma, hanya satu yang jadi. Karena itu, dalam kehidupan ini jadilah pemenang. Kalau mau sukses, harus jadi pemenang dan lebih dari yang lain.

Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 23 Januari 1970 ini memaparkan ada tiga nilai yang wajib dimiliki manusia sukses yakni 3K, Kredibilitas, Komitmen, dan Konsisten. Selain 3K tersebut, orang sukses juga rendah hati. Bagi Aqua, orang sukses itu memiliki rezeki yang berupa kesehatan baik, punya banyak teman, dapat amanah dari banyak orang, dan memiliki materi. Materi disebutkan terakhir karena materi itu hanya titipan. Orang mati tidak akan membawa materinya, tetapi membawa amal dari perbuatannya.

“Jangan pernah merasa takut tidak dihargai manusia. Yang perlu kita takutkan adalah tidak dihargai Tuhan. Seringkali logika Tuhan tidak sama dengan logika manusia. Orang dihargai karena bisa menghargai diri sendiri. Lalu, hargai orang lain. Jangan menyepelekan orang lain karena sama dengan menyepelekan Tuhan,” ungkap suami dari Retno Setiasih dan ayah dari Alira Vania Putri Dwipayana (Ara) dan Savero Karamiveta Dwipayana (Ero) ini.

Dalam berkomunikasi, diingatkan untuk saling menghargai orang. Apapun latar belakang orang itu tidak masalah. Intinya adalah, kita harus menjaga hati tetap bersih, jangan pernah balas dendam, dan selalu berpikiran positif. Berkomunikasi yang baik juga harus dibarengi dengan senyum tulus ikhlas karena senyum itu membahagiakan orang.

Aqua yang selalu mengutamakan silaturahim ini berpesan, berkomunikasi itu jangan hanya saat perlu saja. “Sesuai dengan hasil disertasi saya yang kemudian menjadi buku, silaturahim itu sangat penting. Karena itu jaga, pelihara, kembangkan, dan tingkatkan silaturahim. Jangan pas ada perlunya saja baru menghubungi. Bagi saya, semua orang adalah guru bagi saya. Guru itu harus dihormati. Guru itu punya nilai lebih karena tiap saat belajar, belajar, dan  belajar,” tegas doktor komunikasi lulusan Universitas Padjajaran, Bandung ini. (Ngurah Budi)

 

Pahami Kekuatan Diri Sendiri

Aqua Dwipayana merupakan motivator yang sudah banyak membagikan ilmunya. Semua itu diraih melalui perjalanan panjang. Sedari muda, ia merantau untuk kuliah di Malang, Jawa Timur sembari bekerja sebagai wartawan. Baginya hidup itu penuh perjuangan dan pengorbanan. Untuk meraih kesuksesan, harus punya keyakinan.

Banyak hal yang ia dapatkan ketika bergelut di dunia jurnalistik. Salah satunya networking (jaringan). “Kalau tidak jadi wartawan, saya tidak akan bisa punya akses langsung ke orang-orang hebat. Ini nilai plusnya. Banyak teman banyak manfaat,” tegas pria yang juga pernah bekerja di PT Semen Cibinong hingga akhirnya memilih karier sebagai motivator komunikasi dengan bayaran Rp 30 juta per jam ini.

Kepada para mahasiswa Unmar, ia memberikan tips. Bagi yang kuliah dan aktif organisasi, ikuti kegiatan organisasi sampai semester 4. Setelah itu fokus kuliah dan magang. Magang penting, karena saat itulah kesempatan menggali ilmu di dunia kerja dan mendapatkan surat magang.

“Tunjukkan kinerja saat magang dan jangan asal-asalan. Satu lagi, jangan kejar IPK tinggi, tapi kuasai pelajaran. Orang sukses tidak ditanya berapa IPK dan kuliah dimana. Orang sukses karena paham kekuatan dirinya sendiri. Karena itu kalian wajib punya target dan resolusi,” tegas pria yang juga penulis buku “Berhenti Kerja Semakin Kaya” ini.

Tiap ada kesempatan seperti diskusi, seminar, dan sebagainya, bertanyalah. Manfaatkan kesempatan untuk mendapatkan ilmu. Jangan takut salah. Kepada mahasiswa yang ingin berbisnis, modal utamanya bukan uang. Modal utamanya diri sendiri dan kejujuran.

Agar orang tertarik dengan jasa dan produk yang mau dijual, kuasailah jasa dan produk itu. Cari tahu juga tentang kompetitor, apa kelebihan dan kekurangannya. “Bagi saya, kunci kesuksesan itu jaga, pelihara, kembangkan, dan tingkatkan silaturahim, perbanyak networking, tiap ada amanah, optimalkan dan maksimalkan,” jelas Aqua. (Ngurah Budi)

To Top