Edukasi

Guru harus Kuasai Teknologi

I Nyoman Lastra (kiri) dan I Gusti Agung Gede Manguningrat

Perkembangan teknologi yang makin cepat ini juga diakui Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Gusti Agung Gede Manguningrat. Hal ini diungkapkan disela-sela kegiatan Sosialisasi Penganggaran Sertifikasi Guru Berbasis Data Perencanaan, Sabtu (20/1).

“Sekarang zaman sudah canggih. Semua bisa diakses dengan ponsel. Ada kabupaten yang sudah melaksanakan perencanaan berbasis elektronik. Kami pun ke depannya akan mengarah ke sana. Sebelum itu dilaksanakan, tentu kami harus siap dengan dengan SDM kami. Misalnya, guru-guru yang mengirimkan rencana kegiatan yang berkaitan dengan sertifikasi melalui online, prosesnya bisa dipantau. Untuk bisa sampai ke arah itu, tentu para guru harus siap dengan pemanfaatan teknologi. Berikutnya aplikasinya juga harus kuat, jangan mudah dibobol,” tegas Manguningrat.

Sebagai langkah awal, ia mengatakan sistem keuangan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung menggunakan e-banking. Semua transaksi dilakukan melalui rekening sehingga meminimalkan transaksi tunai. Pembayaran tunjangan sertifikasi guru pun melalui rekening bank.

Sementara itu, I Nyoman Lastra, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali mengatakan guru itu personal kunci dalam mencerdaskan anak bangsa. “Tumpuan harapan terletak pada guru. Guru adalah aktor yang bersentuhan langsung dengan generasi bangsa.  Karena itu kami selalu mendorong profesionalisme guru melalui sertifikasi,” ungkapnya.

Lastra menjelaskan fungsi Kementerian Agama membina guru agama dan menyiapkan kurikulum, menyiapkan buku ajar, menyiapkan guru, menyiapkan pengawas, dan membayar sertifikasi. “Sertifikasi bukan hanya untuk kesejahteraan, tapi untuk mendorong guru lebih fokus mendidik dan mengajar. Tujuan akhirnya mencerdasakan anak bangsa dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Terkait terobosan di bidang teknologi informasi, ia mengakui sangat perlu. Sekarang tidak bisa lagi konvensional, semua memanfaatkan teknologi. Teknologi percepat proses dan lebih efektif. “Kami selalu mendorong kesiapan guru untuk paham teknologi. Guru itu mau tidak mau harus mau dan kuasai teknologi. Sekarang banyak media pembelajaran berbasis IT. Guru jangan sampai ketinggalan,” ujar Lastra. (Ngurah Budi)

To Top