Buleleng

Cuaca Buruk, Nelayan Tidak Melaut

Cuaca laut belakangan ini sangat sulit ditebak, gelombang pasang beberapa hari terakhir sering terjadi. Jika kondisi ini diabaikan maka berpotensi menimbulkan kecelakaan laut. cuaca buruk yang mulai melanda perairan di Buleleng membuat sebagian nelayan menghentikan aktivitas melautnya. Sebagai gantinya, nelayan mencari pekerjaan sampingan hingga memperbaiki peralatan tangkap yang rusak. Perahu atau alat tangkap lainnya sejak cuaca buruk telah diungsikan untuk menghindari terjangan ombak pasang yang bisa saja menghayutkan peralatan nelayan.

Sementara itu, beberapa nelayan dengan perahu kecil tetap melaut jika kondisi cuaca memungkinkan. Umumnya, perahu berkapasitas kecil tersebut berlayar tidak terlalu jauh sehingga ketika ombak tidak besar dan angin tidak terlalu kencang nelayan tetap bisa melaut.

Dampak dari cuaca buruk juga dirasakan oleh Nyoman Widiarta salah seorang nelayan di wilayah Desa Pabean Sangsit. Dalam keseharian untuk menyambung hidup Nyoman mengahabiskan waktunya untuk menangkap ikan. Akan tetapi sudah beberapa bulan dirinya tidak melaut lantaran cuaca buruk dan gelombang pasang yang tidak menentu. “Ya saya selalu lihat situasi, kalau memang memungkinkan saya akan berangkat (melaut), tapi kalau tidak lebih baik jangan,” ungkapnya.

Nyoman yang sejak kecil sudah bersahabat dengan laut paham benar dengan keadaan laut di desanya. Menurutnya, cuaca buruk memang selalu tejadi setiap tahun memasuki bulan Januari hingga akhir Februari. Sehingga ketika libur melaut dirinya lebih fokus dengan usaha lain. Selain menjadi nelayan, rupanya sejak beberapa tahun belakangan, Nyoman membuka warung ikan bakar persis di sebelah PPI Sangsit, Buleleng. “Ya kalau lagi libur saya memang habiskan waktu di warung saja,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, sejak memiliki warung, hasil melautnya ia gunakan untuk kebutuhannya di warung. Meskipun tidak setiap hari, namun dari sekali melaut dirinya mengaku memperoleh tangkapan hingga 50 kg. Bahkan jika dirasa berlebih, dirinya dapat menjual hasil tangkapannya kepada orang lain. “Hasil tangkapan saya gunakan untuk di warung, kalau memang ikan yang tidak saya dapatkan, saya beli lagi di tempat lain,” jelasnya.

Cuaca buruk yang melanda laut Buleleng beberapa hari belakangan memang sangat mempengaruhi perekonomian masayarakat yang menggantungkan hidup dari hasil melaut. Bahkan menurut Nyoman, beberapa rekan sesama nelayan yang tidak bisa melaut lagi terpaksa mengambil pekerjaan sampingan untuk menyambung hidup. “Teman-teman lain ada yang menjadi buruh ketika tidak bisa melaut, ya ganti pekerjaan sementara,” imbuhnya.

Bahkan menurutnya, beberapa nelayan yang sangat paham dengan siklus alam sudah mengantisipasi dampak cuaca buruk dengan menyisihkan sebagian pendapatannya. Mereka menyisihkan pendapatan untuk tetap bisa menyambung hidup ketika tidak bisa melaut seperti sekarang ini. “Semua nelayan sudah paham, antisipasinya dengan menabung untuk tetap menyambung hidup,” tutupnya. Wiwin Meliana

 

To Top