Bugar

Rutin Olahraga Cegah Migren

dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc., Sp S.(K)

Anda sering sakit kepala? Jangan dianggap sepele. Bisa saja Anda terserang migren. Apa itu migren?

Staf Pengajar Divisi Nyeri dan Nyeri Kepala  Bagian/SMF Neurologi Fakultas Kedokteran Unud/RS Sanglah, dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc., Sp S.(K) mengatakan  migren adalah suatu istilah yang digunakan untuk nyeri kepala primer, berupa nyeri kepala berulang dengan manifestasi serangan selama 4-72 jam. Karakteristik migren  yaitu nyeri pada mata dan dahi satu sisi kepala, terasa berdenyut dengan intensitas sedang atau berat, bertambah berat dengan aktivitas fisik yang rutin dan diikuti dengan mual dan atau fotofobia dan fonofobia.

“Fotofobia adalah intensitas nyeri meningkat apabila terkena sinar matahari sedangkan fonofobia adalah nyeri dirasakan memberat apabila mendengar suara keras atau bising. Sampai sekarang penyebab pasti migren belum diketahui. Perubahan tingkat neurotransmitter di dalam otak dianggap berperan sebagai penyebab migren,” jelasnya.

Ia menyebutkan, migren merupakan nyeri kepala episodik yang sering terjadi. Prevalensi dalam satu tahun sekitar 18% pada wanita, 6% pada laki-laki dan 4% pada anak-anak. Sebagian besar pasien mengalami serangan migren pada tiga dekade pertama hidupnya, tetapi beberapa juga menglami serangan pada dekade keempat maupun kelima.

“Beberapa faktor atau kondisi diduga sebagai pencetus serangan migren antara lain menstruasi biasa pada hari pertama menstruasi atau sebelumnya akibat perubahan hormonal, wanita dengan kehamilan trimester pertama mengalami keluhan migren lebih sering dan berat dan membaik seiring bertambahnya umur kehamilan,” ujarnya.

Selain itu, penyebab lainnya, bisa karena puasa dan terlambat makan, makanan misalnya alkohol, cokelat, susu, keju dan buah-buahan serta bahan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), cahaya kilat dan berkedip, banyak tidur atau kurang tidur, faktor keturunan dan faktos psikologis seperti kecemasan, marah dan sedih.

Ia mengatakan, migren apabila tidak diterapi akan berlangsung selama 4-72 jam setelah itu akan menghilang tetapi bisa kambuh kembali. Migren klasik terdiri dari 4 fase yaitu fase prodromal, fase aura tampak seperti kilatan cahaya atau terasa berkunang-kunang, fase nyeri kepala dan fasepostdromal. Jika sakit/nyeri kepala terjadi secara terus menerus maka harus dicari kemungkinan penyebab lain.

Beberapa kondisi juga bisa menyebabkan nyeri kepala terus menerus seperti nyeri kepala karena ketegangan otot dan nyeri kepala cluster atau akibat nyeri kepala sekunder yaitu nyeri kepala yang disebabkan oleh penyakit lainnya seperti sinusitis, hipertensi, hipoglikemi, pascacedera kepala traumatika, infeksi otak, epilepsi, serangan stroke, bahkan juga tumor atau keganasan pada otak.  “Nyeri akibat migren biasanya sangat mengganggu. apabila terjadi serangan saat aktivitas  seperti menyetir sebaiknya segera berhenti karena bisa membahayakan,” saran dr. Eka Widyadharma.

HINDARI ALKOHOL DAN ROKOK

Ia  juga  menyarankan, minum kopi bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan migren. Kopi mengandung kafein yang merupakan salah satu zat tambahan pada obat migren. Tidur pada ruangan gelap dan tenang juga sangat membantu mengurangi keluhan migren. Pemijatan pelipis dan minum air putih atau jahe hangat juga bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan. Jika memiliki obat penghilang rasa sakit bisa dikonsumsi dan bila tidak membaik dapat segera menghubungi dokter atau dokter spesialis saraf.

Migren dapat dicegah dengan cara mengidentifikasi faktor-faktor yang mencetuskan migren, mengelola faktor pencetus secara efektif, menghindari gaya hidup yang memperburuk migren seperti minum alkohol dan merokok. “Menjaga kualitas dan kuantitas tidur serta menghindari stres. Jangan malas melakukan olahraga ringan seperti aerobik karena olahraga ringan dapat membantu mengurangi ketegangan dan menangkal stres,” sarannya untuk pencegahan migren.

Terkadang, olahraga dilaporkan bisa memicu terjadinya migren pada beberapa orang, namun,  olahraga yang rutin dan teratur bisa mengurangi frekuensi serangan migren dan intensitasnya. “Berenang rutin merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk mencegah dan mengurangi serangan migren. Manfaat olahraga untuk migren adalah meningkatkan mood dan perasaan Anda, menurunkan kepekaan Anda terhadap rasa sakit karena olahraga melepaskan hormon endorfin yang diproduksi di otak, mempromosikan pola tidur yang sehat yang juga menurunkan tingkat stres,” ujarnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan migren. Obat-obatan yang tersedia saat ini tidak efektif untuk menyembuhkan migren. “Perilaku hidup sehat seperti olahraga teratur, mengatur pola makan yang berimbang, istirahat cukup dan jangan lupa bersyukur dan berdoa memegang peranan penting.  Kombinasi konsumsi obat di bawah pengawasan dokter dan perilaku hidup sehat merupakan kondisi paling ideal untuk mencegah dan mangatasi migren,” saran alumnus Spesialis Saraf dan Master of Science Ilmu Kedokteran Klinik,  Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini.

Pengobatan migren lebih ditujukan untuk mengurangi keluhan, menurunkan frekuensi serangan dan mencegah kekambuhan. “Untuk mengurangi keluhan bisa mengkonsumsi obat-obat penghilang rasa sakit. Apabila nyeri berlanjut bisa berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan memberikan obat-obat khusus migren dan juga akan memberikan obat untuk pencegahannya. Disamping obat-obatan, akupuntur, aromaterapi, relaksasi dan biofeedback juga bisa dilakukan untuk mengobati serangan migren,” kata  lelaki yang kini sedang menempuh pendidikan  S-3 Ilmu Kedokteran Unud ini. (Wirati Astiti)

 

 

 

To Top