Dara

Dode Rama: Lebih Suka Buat Prank

Media sosial membawa pengaruh yang luar biasa untuk perkembangan berbagai sektor kehidupan. Salah satunya sektor ekonomi. Melalui media sosial, I Dewa Gede Rama Ganacharya Agung meraup pundi-pundi Rupiah melalui video-video singkat di Instagram.

Dode sapaan akrab pria yang saat ini tengah mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha ini mengatakan bahwa berkat keisengannya saat ini Instagramnya telah diikuti 147 ribu follower. Dode mulai dikenal setelah memparodikan lagu Despacito yang versi Bali. Melalui akun DodeChannel tentu pengguna instagram sudah tidak asing lagi dengan karya-karya pria satu ini. Bahkan saat ini Dode sedang digandrungi oleh remaja-remaja di Pulau Dewata. “Dari sana viral videonya sampai akhirnya bikin video seperti sekarang,” jelasnya. Selain video komedi, Dode juga membuat karya dengan kategori prank dan challenge untuk melibatkan langsung followernya.

Pria kelahiran Denpasar 15 Oktober 1994 mengaku jika kategori prank lebih banyak peminatnya dibanding kategori lain. Selain itu, kategori ini juga dirasa membuat dirinya memiliki cirri khas dan berbeda dari selebgram lain. “Orang-orang lebih suka konten prank, sehingga saya rajin upload dan penonton saya semakin banyak,” imbuhnya. Padahal ide membuat prank ia dapatkan dari berbagai sumber di Youtube dan saat ini banyak orang yang juga ikut membuat video prank.

Bahkan video-video komedi yang ia bagikan di media sosial tidak pernah jauh-jauh dari kepribadiannya. Dode yang dalam kesehariannya kocak, suka bercanda dan mudah bergaul dengan sangat enjoy dalam setiap materi pranknya. “Memang awalnya hanya iseng-iseng tetapi akhirnya memang sesuai dengan karakter saya dan saya suka bisa menghibur orang,” ungkapnya. Bahkan Dode tidak pernah tanggung-tanggung dalam menghibur dengan selalu menampilkan ekspresi wajah yang aneh dan lucu dalam setiap videonya. “Jika secara karakter yang membuat karya saya berbeda adalah dalam video saya menekankan pada hal-hal konyol dan kadang cenderung terlihat bodoh untuk saya tampilkan,” papar pria yang sering dikometari karena tahi lalatnya.

Setiap karya baik berupa parody, Prank, dan challenge yang ia buat tentu tidak semua mendapat respon positif dari pengguna media sosial. Karyanya yang lebih menekankan pada hal-hal konyol rupanya tidak semua dapat diterima dengan baik penyampaiannya. Maka dari itu, ke depan Dode akan mengurangi konten materi yang dirasa menjadi hal-hal aneh jika ditonton. “Saya lihat banya kalangan pelajar sebagai pengguna media sosial maka hal yang berbau tidak sopan untuk dikurangi. Saya ingin menekankan pada hiburan saja dan pesan-pesan untuk memotivasi dan menjadi contoh yang baik untuk penonton,” harapnya.

Dode juga punya misi membawa vibrasi positif terhadap anak-anak muda melalui karyanya. Dengan video berdurasi pendek Dode ingin mengajak anak muda untuk sama-sama berkreatifitas dan menggunakan kemajuan tehknologi sebagai ajang kreativitas dan membuka wawasan secara positif. Dode juga mengakui melalui akun instagramnya, ia semakin banyak memiliki relasi dan diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat lainnya seperti pengusaha dan produser. “Hal yang paling utama dan penting bagi saya memiliki banyak teman dan membangun relasi,” ucapnya. Bahkan dari relasi tersebut dirinya mendapat banyak tawaran endorese berbagai produk mulai dari HP, baju, makanan dan lain-lain. “Banyak dari relasi menggunakan jasa saya sebagai pengiklan produk mereka. Lumaya hasilnya bisa nambah uang jajan dan kuliah,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

 

To Top