Griya

Tampil Unik dengan Bambu

Desa Belega, Blahbatuh, Gianyar-Bali adalah pusat kerajinan bambu di Bali. Meski sudah tak seramai dulu, namun masih ada beberapa pengrajin yang tetap bertahan menekuni kegiatan yang bisa dibilang sudah turun-temurun ini. Paling tidak, demikianlah pengakuan I Wayan Balik Sukanadi, pemilik Sukanadi Bamboo. “Sejak bom Bali 2, penjualan furnitur bambu turun drastis. Di sini banyak yang gulung tikar. Saya dan beberapa pengrajin lainnya tetap bertahan,” ujar Sukanadi yang mengaku sudah belajar mengerjakan kerajinan bambu ini sejak berusia SD.

Kemudian, sekitar tahun 1996 ia mulai menggeluti bisnis kerajinan bambu ini hingga sekarang. Bahan baku bambu dipasoknya dari beberapa daerah, di antaranya Bangli dan Tabanan (Bali) dan Kebumen (Jawa). Jenis bambu yang umum dipakai adalah bambu petung yang ukuran diameternya memang lebih besar dari bambu biasa. Bambu petung ini pun ada beberapa jenis, seperti petung jali yang didapati di Bangli, petung abu di Luwus, Tabanan, dan petung ori di Kebumen dengan warna asli bambu cokelat.

Bambu bisa dibuat berbagai macam furnitur mulai dari rak, meja, kursi, tempat tidur, dan lain sebagainya. Teknik dan desain sangat menentukan untuk menghasilkan karya yang bagus dan indah. Bentuk bambu yang lurus memanjang dengan permukaan yang halus membuat bambu mudah diolah ke berbagi bentuk.

Menurut Sukanadi, furnitur bambu ini banyak disukai kewarganegaraan Jepang, juga pasar lokal yang menginginkan tampilan natural, klasik dan unik. Dalam sebuah pengerjaan furnitur bambu, diperlukan juga material lainnya seperti kayu sengon untuk menyumpel bagian-bagian sambungan seperti pada sandaran tangan. “Pada pertemuan bambu satu dan bambu lainnya ini, dipaku, kemudian disumpel memakai kayu sengon dan diserut hingga berbentuk bulat. Baru kemudian pertemuan ini dililit dengan tali rotan,” jelas Sukanadi.

Sebelum diproses, bahan baku bambu dicuci kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari kurang lebih 10 hari. “Pengeringan bambu tidak dioven karena akan pecah,” jelasnya. Berikutnya, bambu dipomigasi (diobati) agar tak dimakan rayap, diproses (dipotong), dirakit, diamplas, baru difinishing dengan melamic clear. Sementara, untuk perawatan furnitur bambu (Inten Indrawati)

To Top