Bunda & Ananda

APSAI Kota Denpasar Luncurkan Album “Anak Kreatif”

Sedari pagi, kelima anak-anak ini sudah siap tampil sembari menunggu di bibir panggung menonton penampilan anak-anak PAUD Kota Denpasar yang menunjukkan beragam atraksi memukau mereka. Tak berselang lama, kelima anak tersebut, Gek Rani, Gung Is, Ayu, Anggi,dan Andin tampil membawakan beberapa lagu dalam Album “Anak Kreatif” yang diluncurkan Kamis, 28 Desember 2018 di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung.

Album lagu anak-anak ini merupakan album perdana dari APSAI (Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia) Kota Denpasar yang berupaya memberikan ruang positif bagi anak-anak Kota Denpasar untuk menyalurkan talentanya di bidang bernyanyi, dan sekaligus menjawab kegalauan pemerintah akan jarangnya ada lagu anak-anak yang mudah dihapalkan anak PAUD dan TK. “Sekarang ini banyak ada kegiatan anak-anak. Dengan diluncurkannya album ini, harapan kami ketika anak-anak tampil jangan lagi menggunakan lagu orang dewasa. Bisa membawakan lagu anak-anak, untuk mengiringi menari dan kegiatan anak apapun. Anak-anak biarkanlah mereka seperti anak-anak,” ujar Ketua APSAI Kota Denpasar Sri Sutari.

Kabib PAUD dan PNFI Disdikpora Kota Denpasar Made Merta yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada APSAI Kota Denpasar karena dinilai memiliki kepedulian terhadap pendidikan khususnya di PAUD. Ia mengharapkan melalui inovasi ini dapat dijadikan menjadi media pembelajaran untuk anak di tingkat PAUD. “Peluncuran album ini sebagai proses kreatif dan inovasi bahwa APSAI ikut membantu proses pembelajaran di sekolah dengan menyediakan lagu anak-anak ini,” ucapnya.

Lagu anak-anak seperti ini diakui Ketua Himpaudi Kota Denpasar, memang dibutuhkan sekali di Kota Denpasar untuk memotivasi dan menjadikan anak lebih kreatif dengan tidak lagi memakai lagu orang dewasa untuk aktivitas anak. Sementara tokoh PAUD Kak Ade mengatakan dirinya yang dekat dengan dunia anak-anak pastinya senang. “Dengan semakin banyaknya lagu anak, anak juga makin banyak pilihan untuk berkreasi, dan untuk mengiringi dengan benar growing up nya anak. Kalau banyak pembendaharaan lagu anak seusianya, anak akan berkembang dengan sewajarnya,” ujarnya.

 

 

Edukasi Anak lewat Lagu

Berbalutkan busana kasual atasan merah dan bawahan jins, Gek Rani, Jung Is, Anggi, Ayu, dan Andin menghibur pengunjung yang sebagian besar anak PAUD dan TK yang didampingi para guru dan orangtua.

Dalam Album “Anak Kreatif” ini memuat 10 lagu, yakni Jar-jar Mari Belajar yang dinyanyikan Gek Rani, Matahari Pagi oleh Anggi, Tamasya (Andin), Menanam Pohon (Jung Is), Anak Pintar (Aya), Bunga-bunga (Jung Is), Pantai (Ayu), Berlomba (Jung Is), Hujan (Gek Rani), Purnama (Anggi). Kesepuluh lagu ini dikemas dalam bentuk kepingan DVD.

Proses penggarapan album anak ini melibatkan orang-orang yang memang konsen di dunia anak. Pencipta lagunya Mas Ruscitadewi, pengasuh Tabloid Anak-anak Lintang-yang akarab disapa Bu Mas oelh anak-anak ini mengatakan, mengajari anak-anak akan lebih menyenagkan jika lewat lagu. Selain, lagu dan irama itu secara tak disadari akan menghaluskan jiwa penyanyi dan pendengarnya.

Jika dicermati lirik dari kesepuluh lagu tersebut, bahasanya singkat sehingga mudah dimengerti anak dan juga mendidik. “Seperti dalam lagu ‘Berlomba’ tersirat pesan agar anak bisa memupuk jiwa satria, menang tak boleh sombong. Kemudian, mencintai dan mengenal lingkungan seperti pada lagu ‘Pantai’, ‘Tamasya’ dan ‘Bunga di taman’. Bersyukur pada Tuhan lewat lagu ‘Purnama’, dan memberikan semangat belajar seperti pada lagu ‘Jar-Jar Mari Belajar,” paparnya.
Hal senada juga disampaikan sang arranger—yang akrab disapa Nonik. Lagu-lagu yang ada dalam album kompilasi APSAI ini dikatakannya adalah lagu-lagu anak yang sederhana yang menggambarkan dunia anak yang sebenarnya. Di dalamnya ada tentang alam, seperti matahari, bulan purnama, pantai, juga tentang situasi seperti hujan, angin, tamasya. Dan, ada pula inspiratif, seperti lagu “Anak pintar”  yang bisa memacu anak untuk berprestasi.

Penggambaran yang sederhana di setiap lagu membuat anak gampang mencerna dan menyanyikannya. Tidak berbelit-belit dan tidak menggunakan kata kiasan sehingga maksud dari lagu tersebut bisa tersampaikan. “Maka dalam penggarapan musiknya pun, saya membuat musik yang simpel, dan menggunakan sound-sound yang familiar semisal gitar, piano, dan string. Dan ini berpengaruh pada proses rekaman menjadi lebih cepat, karena anak sudah mengerti isi lagu dan menghayati lagunya sehingga pada saat take vocal jadi lebih lancar,” paparnya.

Ke depannya, Nonik berharap akan lebih banyak lagi bermunculan lagu-lagu anak seperti ini. “Selain sebagai hiburan, juga sebagai sarana edukasi untuk anak-anak usia dini,” tandasnya. (Inten Indrawati)

To Top