Griya

Anggrek banyak Diburu

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias bunga yang banyak disukai masyarakat.  Selain harganya stabil, bentuk dan warna bunga anggrek menjadi daya tarik utama. Bunganya juga tahan lama dan tidak cepat rontok sehingga bisa dinikmati dalam jangka waktu lama. Namun, tak semua orang bisa telaten menanam dan merawat anggrek untuk tetap bisa berbunga. “Saya punya tanaman anggrek di rumah, tapi jarang sekali berbunga,” ujar seorang ibu yang mengunjungi stan tanaman Carolina’s Garden di areal Denpasar Festival X tahun 2017.

Ibu tersebut dan sebagian besar pengunjung stan ini banyak “memburu” pupuk tanaman. Penjaga stan, Sisi mengatakan di stannya tersebut menyediakan dua jenis pupuk tanaman yakni yang berbentuk butiran dan cairan. Pemakaian pupuk berbentuk butiran kecil tinggal ditaburkan pada tanaman sesuai takaran yang tertulis pada masing-masing kemasan. “Misalkan pada tanaman pot ini, cukup ditaburkan 1 sendok teh pupuk, setelah itu disiram dan akan larut sendiri. Perabukannya cukup 3 bulan sekali,” ucapnya.

Selain pupuk, banyak juga yang mencari bibit tanaman dan tanaman anggrek. Ada beberapa jenis anggrek yang didispaly disnan yakni, anggrek bulan, dendodrium dan anggrek vanda. Dari beberapa anggrek ini, ada yang memakai media tanam arang, lumut dan juga tanpa media dimana akarnya yang merambat langsung mencengkeram pot. Namun secara umum, anggrek juga bisa ditanama pada media seperti, pakis, pecahan batu bata atau genteng, serutan atau potongan kayu, sabut kelapa, dan pot.

Ia menjelaskan, jika memakai media lumut tak harus setiap hari disiram karena sekali disiram media akan basah cukup lama. Sementara, media arang lebih cepat kering, sehingga penyiraman harus lebih sering, bisa dua kali sehari jika cuaca panas. “Untuk perawatannya,  bisa juga disemprotkan vitamin B1 pada akar dan daunnya, 2 hari sekali sampai tanaman subur,” ujarnya kepada salah seorang pengunjung yang meminta penjelasan tentang perawatan anggrek.  (Inten Indrawati)

Tips menanam dan merawat tanaman anggrek agar cepat berbunga:

  • Pertimbangkan rumah lindung yang cocok, karena anggrek harus ditaruh dalam rumah yang intensitas cahanya 50 – 70 %. Karena itu, atap dari rumah lindung harus diberi paranet.
  • Supaya anggrek rajin berbunga juga harus diperhatikan penyusunan tanamannya. Sebaiknya penyusunan rak-rak anggrek ditaruh datar dengan ketinggian 1 m dan jangan ditaruh berjenjang sebab akan mengganggu sirkulasi udara.
  • Perhatikan kelembaban udara. Diperlukan kelembaban antara 60-80%. Supaya kelembaban tetap terjaga di bawah rak bisa dibikin kolam atau dibuat kabut di dalam rumah lindung dengan cara pemasangan sprinkle.
  • Media tanam yang pas untuk membuat anggrek rajin berbunga tersusun 2 bagian. 1/3 bagian bawah diisi dengan potongan batu bata dan 2/3 sisanya memakai pakis.
  • Konstruksi pot juga amat berpengaruh terhadap perkembangan anggrek supaya rajin berbunga. Yang paling ideal pot yang digunakan ialah pot yang terbuat dari tanah liat dan banyak lubangnya.
  • Sangat perlu diperhatikan masalah kandungan air dari medianya. Bila cuaca panas dibutuhkan penyiraman 2 kali sehari dan bila cuaca hujan tidak harus melalukan penyiraman. Yang amat perlu juga diperhatikan ialah kadar air media. Waktu penyiraman yang pas ialah jam 7-9 pagi dan jam 3-5 sore.
  • Pemupukan supaya anggrek rajin berbunga yaitu dengan pemberian pupuk dengan kandungan unsur hara P yang tinggi. Pemupukan bisa diberikan melalui penyemprotan/ penyiraman bisa juga memakai pupuk slow rilis yang ditaburkan pada media tanam anggrek.
  • Kadang diperlukan juga pemberian ZPT atau Hormon. Untuk memacu pembungaan anggrek, bisa juga dipakai air kelapa dengan konsentrasi 15 % (150 ml air kelapa dibuat larutan semprot 1 liter).
  • Pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu cara merawat bunga anggrek agar rajin berbunga. Anggrek juga takan luput dari serangan hama dan penyakit. Pengamatan tiap hari ialah cara paling tepat untuk mencegah serangan hama dan penyakit anggrek. Untuk membuat anggrek rajin berbunga tanaman hias anggrek harus dibersihkan dari kotoran, gulma dan daun-daun busuk. Pemakaian insektisida bila terserang hama, fungisida bila terserang jamur dan bakterisida bila terserang bakteri.
To Top