Inspirasi

Jessica Iskandar: Mendidik tanpa Marah

jessica dan el anaknya

Menjadi  single mother memang berat. Meski anak yang diasuhnya hanya satu, namun itu tidak mengurangi beratnya perjuangan seorang single mother. Apalagi anak yang diasuh masih usia balita. Itulah yang dirasakan Jessica Iskandar, artis yang kariernya di dunia hiburan tengah bersinar.

Namun dengan keikhlasan dalam menjalankan kehidupannya dan tekad kuat membesarkan El Barrack Alexander, anak semata wayangnya yang baru berusia 3,6 tahun, Jedar—begitu nama wanita cantik ini kerap disebut–  justru bisa melaluinya dengan baik. Setidaknya selama beberapa tahun terakhir ini dia merasa enjoy dan sangat menikmati perannya sebagai ibu.

“Kelihatannya sih berat  ya namanya single mother. Aku harus menjadi ibu sekaligus memerankan ayah bagi El. Aku harus memikirkan jauh ke depan, bagaimana caranya dapat memenuhi semua kebutuhan El, pendidikan dan kehidupannya. Tapi setelah aku jalani dengan ikhlas, rasanya tidak berat ya. Aku enjoy. Aku merasa Tuhan memberi banyak kemudahan. El tumbuh dengan baik, pekerjaan aku diberi kelancaran, termasuk bisnis-bisnis yang aku bangun demi masa depan kami semuanya berjalan baik,” ungkap Jedar.

Jedar merasa tahun 2017 bisa dibilang sebagai tahun penuh anugerah. Karena baik kehidupan pribadinya juga anaknya, serta pekerjaan-pekerjaan yang ditanganinya semuanya berjalan dengan baik. “Aku berharap tahun 2018 bisa berjalan lebih baik lagi. Tentunya aku akan bekerja keras untuk bisa mendapatkan hasil yang baik,” ujar Jedar yang juga disapa dengan sebutan Chika oleh orang-orang dekatnya.

Jedar memulai kariernya di dunia hiburan sebagai model. Kemudian dia melebarkan sayap  ke dunia akting. Pengamat dunia hiburan menyebut Jessica sebagai salah satu entertainer yang memiliki banyak talenta. Dia bukan hanya bisa akting tapi juga bersuara merdu serta piawai membawakan sebuah acara.

Kiprah pertamanya di dunia akting ketika dia membintangi film ‘Dealova’ tahun 2005 kemudian tampil dalam film Malaysia, ‘Diva’ tahun 2007. Namun dia baru mulai benar-benar dikenal publik sejak dia menjadi presenter acara ‘Dahsyat’ dan Pesbukers. Selanjutnya kiprah Jedar semakin kinclong dengan banyaknya tawaran film, sinetron juga FTV, serta menjadi presenter sejumlah acara televisi serta iklan produk.

Jedar juga sempat menjadi buruan pers ketika ternyata pernikahannya dengan seorang berkebangsaan Jerman, Ludwig Franz Willibald, pada 2013 lalu bermasalah dan akhirnya dibatalkan oleh pihak Ludwig. Dari kasus itu juga akhirnya terungkap kalau ternyata suami Jedar adalah seorang bangsawan Jerman.  Ludwig merupakan putra mahkota dari Pangeran Johannes dari ‘kerajaan’ Schloss Wolfegg, Jerman.

Sejak pembatalan pernikahan itu, Jedar dan suaminya pun seolah putus hubungan. Padahal dari pernikahan itu lahir El Barrack yang kini berusia 3,6 tahun.  Sempat melewati hari-hari kelam, namun akhirnya Jessica bangkit dan kembali berkonsentrasi pada kariernya. Kerja kerasnya tak sia-sia, karena sejumlah acara yang dipegangnya tergolong memiliki rating tinggi. Dia pun cukup laris di dunia akting—sinetron dan film—serta jadi bintang iklan.

Menjalani kehidupan dengan ikhlas, bagi Jedar, adalah kunci dari keberhasilannya melewati hari-hari berat. Saat ini dia justru merasa bahagia dan beruntung karena dianugerahi El yang cerdas dan lucu. “Sekarang El sedang belajar berbicara, jadi semua omongan orang-orang di sekitarnya dia copy paste. Makanya aku bilang ke orang rumah agar hati-hati berbicara di dekat El karena sekarang sedang belajar meniru omongan orang,” tuturnya.

Meski sangat sibuk dengan berbagai kegiatan, namun anak tetaplah yang utama. Karena itu, sesibuk apapun dia, pasti akan menyempatkan diri untuk mengantar dan menjemput El ke sekolah. “Aku tuh rutin nggak pernah absen nganter El sekolah dan jemput dia pulang. Saking rajinnya aku, sampai pihak sekolah memanggil aku untuk menyatakan apresiasinya karena aku sangat memperhatikan El,” ucap Jedar sambil tertawa.

Kehadiran El, tambah Jedar, mengubah banyak hal dalam hidupnya. Yang paling jelas adalah katanya, ia berubah dari wanita yang lemah menjadi wanita yang kuat, penyabar dan berani. “Itu sungguh anugerah buat aku. Aku yang pernah jatuh tapi Tuhan bantu bangkitkan aku. Memberi aku rasa percaya diri juga kelancaran. Yang penting adalah ikhlas, berdoa dan bekerja. Pasti ada jalannya. Mungkin pengalaman aku ini bisa juga menjadi inspirasi bagi para single mom yang lain. Artinya jangan putus asa, terus berusaha dan berdoa,” ucapnya.

Seperti umumnya orangtua, Jedar juga ingin memberikan segala hal yang terbaik bagi anaknya. Pendidikan misalnya, menjadi salah satu yang menjadi perhatiannya.  Yang menariknya, Jessica mengaku tidak pernah memarahi anaknya meskipun si anak melakukan kesalahan.

“Aku nggak pernah memarahi El, itu sangat aku hindari. Jadi biar dia melakukan kesalahan, aku nggak marah. Tapi aku memberi penjelasan kepadanya bahwa apa yang dilakukan salah. Misalnya, ketika dia bermain dan gelas tumpah. Maka aku tunjukkan bagaimana aku membersihkan tumpahan air. Aku bilang, ini mami clean up. Biar dia tahu bahwa minuman tumpah, kotor. Nanti dia akan merespons. Trus dia ikut-ikutan membersihkan dan bilang ‘sorry-sorry’,” tutur Jedar tentang tingkah sang anak.

“Namanya anak-anak, tidak cukup hanya sekali diberi tahu tetapi harus berulang-ulang. Harus pelan-pelan dan kita harus bisa mengambil hatinya. Itulah yang aku lakukan, dan El bisa mengerti,” ujar pemeran film ‘Kung Fu Pocong Perawan’, ini.

Namun demikian, aku Jedar, di balik kebahagiaan yang didapat, kadang ada juga momen yang bikin dirinya sedih. Hal itu jika El menyebut soal ayah. Sebagai orangtua Jedar bisa memahaminya, ini lantaran El sudah sekolah dan dia kerap kali melihat teman-temannya dijemput oleh mama-papanya. “Aku pernah lho nangis lama, hati rasanya sedih, ketika El menyebut soal ayah. Firasat aku dalam waktu tidak lama lagi dia pasti akan menanyakan soal ayahnya,” ujarnya.

Diakuinya, meski dia mampu memberikan banyak hal pada El, namun tetap saja anaknya membutuhkan figur seorang ayah. Itulah yang kadang tercetus dari perkataan El. Untungnya, kata Jessica, dia memiliki kakak (laki-laki) yang sangat dekat dengan El. Sang kakak  itulah yang boleh dibilang menjadi figur ayah untuk El.

Dengan kondisi tersebut maka tak heran kalau Jedar berharap bisa secepatnya mendapat pasangan hidup. “Aku berharap tahun 2018 bisa ketemu jodoh, orang yang sayang sama aku dan El. Semoga Tuhan memberi yang terbaik,” ujar Jedar yang mengaku telah putus hubungan dengan mantan suaminya.

“Sudah lama nggak komunikasi. Aku juga nggak punya niat dan waktu untuk ‘kepo-in’ dia. Biar saja. Jika suatu waktu dia ingin ketemu El, aku tetap terbuka. Karena El kan punya hak untuk itu,” katanya. (Diana Runtu)

 

Bisnis untuk Masa Depan

Saat ini, ujarnya lebih lanjut, dirinya amat sangat sibuk dengan berbagai kegiatan. Bukan hanya urusan kariernya di dunia hiburan, tapi dia juga terjun langsung mengurus bisnis- bisnisnya.

“Jadi kalau ditanya apakah aku sedih  hidup sendiri (tanpa pasangan), ya enggak lah. Aku tuh saking sibuknya nggak punya waktu untuk sedih-sedih. Aku nggak iri lihat orang lain (teman) memiliki pasangan, karena aku pun memiliki kebahagiaan sendiri. Bahwa aku ingin seorang pendamping, iya, tapi itu bukan tujuan hidup aku. Itu hanya pelengkap saja. Karena tujuan hidup aku adalah membesarkan anak, mendidiknya, mengajarinya banyak hal agar kelak menjadi orang hebat,” papar wanita kelahiran Jakarta 1988 ini panjang-lebar.

Selain kiprahnya di dunia hiburan, saat ini dia juga sangat sibuk mengembangkan bisnis. Setidaknya saat ini dia memiliki sejumlah bisnis, selain kuliner, coffie shop, dia juga memiliki bisnis di bidang fashion seperti clothing line ‘JESS’ yang menjual baju, tas juga jeans. Dia juga berkecimpung di bisnis kosmetik, clothing line untuk anak-anak dengan brand ‘Kimi Kids’ serta Barack Bakery yang telah berkembang dengan sejumlah outlet. Malah baru-baru ini dia meluncurkan outlet baru ‘Barack Bakery’ di Bandara Soekarno-Hatta. Sementara bisnis propertinya di Bali juga berjalan baik.

Semua kesibukan itu, kata Jedar, membuatnya tak pernah berpikir macam-macam, dia juga tidak sempat berpikir tentang kesedihan. “Jadi nggak sempat sedih-sedih lah, karena sibuk terus. Selesai bekerja, ada El yang menghibur,” tambahnya. Ke depannya, kata Jedar lagi, dia ingin bisnisnya lebih berkembang sehingga ia bisa membantu lebih banyak orang untuk lapangan pekerjaan. (Diana Runtu)

To Top