Edukasi

Eka Saputra Putra Bali Pimpin Pelabuhan Benoa

Menjadi General Manager Pelindo III Cabang  Benoa,  tidaklah pernah terpikir dalam benak I Wayan Eka Saputra. Lelaki kelahiran Bangli, 43 tahun silam, ini awalnya mengabdi di  Pelabuhan Benoa sejak  tahun 1996 dari  mulai berkarier sebagai pegawai kontrak. Setelah  dua tahun mengabdi,  pada tahun 1998  ia diangkat menjadi pegawai tetap Pelabuhan Benoa. “Waktu  itu, Pelabuhan Benoa dulunya dikenal sebagai pelabuhan ikan  bukan cruises line seperti sekarang,” ujarnya.

Setelah 10 tahun bekerja, ia ditawari untuk keluar Bali. Namun, ia berpikir karena sebagai anak laki satu-satunya di tanah kelahiran, ia agak sulit bisa keluar dari Bali, karena tanggungjawab sebagai lelaki Bali dalam urusan adat.

Akhirnya, ia menerima tawaran pindah ke Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng. Ia berkarier di sana selama dua tahun. “Kebetulan,  saya dipercaya menangani bidang keuangan dan  kemudian saya  dipindahkan kembali ke Pelabuhan Benoa menjadi Manager Keuangan,” kata Eka Saputra.

Kemudian, ia sempat  bertugas  di Pelabuhan Tanhung Mas Semarang  selama dua tahun dipindahkan ke Banjarmasin selama 1½ tahun. “Selama di Banjarmasin, saya banyak pengalaman karena saya  suka jalan –jalan ke saudara-saudara orang Bali di  sana bahkan sampai di wilayah Sampit,” tuturnya.  Dari Banjarmasin, Eka Saputra dipindahkan  ke Surabaya menjadi  pengawas bidang keuangan dan akhirnya kembali ke kampung halaman Bali  tahun 2017, dan bertugas  di Pelabuhan Benoa, diangkat menjadi General Manager.

Eka  Saputra mengaku,menjadi seorang general manager adalah  karunia sangat besar. “Saya tidak  punya siapa siapa, mungkin ini sudah perjalanan hidup saya, semoga saya bisa menjalankan tugas saya ini sebaik-baiknya. Dari  awal pun saya memang bertujuan ngayah di Pelabuhan Benoa,” kata Eka Saputra. (Wirati Astiti)

 

 

To Top