Bugar

Simpan Tisu di Kantung Celana

Ada yang menarik dalam peringatan hari Ibu, (22/12) di Klinik Yayasan Rama Sesana, yang berlokasi di Pasar Badung Eks. Tiara Grosir. Sebanyak 8 orang relawan  mendatangi para buruh pasar untuk memberikan  edukasi seputar kesehatan reproduksi kepada para pedagang di pasar yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto tersebut, sembari membagi bunga.

Koordinator relawan, Vivin mengatakan, bukan hanya dalam rangka hari Ibu, namun, kegiatan tersebut rutin dilakukan tiap bulan bersama para relawan. “Relawan ini juga profesinya bermacam-macam, ada yang pedagang, ibu rumahtangga, pensiunan guru, dll,” ujar Vivin.

Para relawan ini sudah dibentuk sejak tahun 2004. Awalnya, ada yang dari mereka berobat ke klinik, kemudian ditawarkan untuk menjadi relawan dan  tertarik.

Para relawan ini  rutin berkumpul tiap bulan untuk berdiskusi bersama seputar kesehatan dan membagikan tips kesehatan tersebut kepada para pedagang dan tukang suun di pasar.

Menurut Vivin, keberadaan para relawan sangat penting karena mereka bisa lebih mudah menjelaskan kepada para pedagang dan tukang suun dengan bahasa orang awam.  “Tiap bulan para relawan ini diberi edukasi tentang berbagai penyakit diantaranya  kanker payudara, kanker rahim, diabetes, HIV/AIDS. “Biasanya materi kami sesuaikan dengan peringatan hari nasional seperti hari diabetes, hari HIV/AIDS dll,” ujar Vivin.

Menurutnya, tak mudah mengajak para pedagang dan tukang suun untuk perduli terhadap kesehatan reproduksi mereka. Apalagi, jelas-jelas mereka merasa tidak ada keluhan. “Tugas para relawan ini memberikan pengertian dan informasi kepada mereka agar perduli kepada kesehatan reproduksi mereka. Intinya, bagaimana mengajak mereka agar mau berobat,” imbuh salah seorang  relawan.

Sebelumnya, klinik Yayasan Rama Sesana bertempat di Pasar Badung Jalan Gajahmada Denpasar. Sejak Pasar Badung terbakar, Klinik Yayasan Rama Sesana juga ikut pindah ke eks. Tiara Grosir.

Dengan dibantu dua dokter dan 5 bidan, tiap hari klinik ini menerima pasien sekitar 15 orang. Penyakit yang banyak dikeluhkan soal kesehatan reproduksi.  “Keluhan kesehatan reproduksi mendominasi 80% dan sisanya penyakit ringan biasa 20%. Sejak tahun 2017, klinik ini sudah dilengkapi dengan USG biasa  dan USG perut,” kata bidan Sugihariantini.

Beberapa tindakan yang bisa dilakukan di Klinik Yayasan Rama Sesana seperti pap smear, cek KB,  periksa payudara, deteksi kanker payudara, dan pemeriksaan keputihan.

Menurut Program Manager Klinik Yayasan Rama Sesana, dr. Dewa Putu Agusta Cahya Udayana, masih  banyak yang belum memeriksakan diri ke klinik. Alasannya, karena mereka sibuk berdagang  dan juga capek setelah berdagang. Kalau mereka  tidak ada keluhan, mereka tidak akan periksa.  Sehingga diperlukan pendekatan khusus kepada pedagang dan tukang suun,  agar mereka mau memeriksakan diri terutama soal kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Ia mengatakan, harus memiliki trik agar mau mengajak pada pedagang memeriksakan diri misalnya mengajak pedagang  mengobrol terlebih dahulu  soal dagangan mereka,  kemudian baru pelan-pelan bisa menjelaskan materi.

Salah seorang buruh pasar, Ayu Raka mengatakan, ia sering menderita keputihan dan membuat rasa gatal dan tak nyaman. Ia menuturkan,  bekerja mulai pukul 2 pagi sampai pukul 11 siang. Kesibukannya tiap hari ikut orang alias menjadi buruh, berdiri melayani pembeli daging sapi, kemudian mengangkat barang dan berjalan ke sana-kemari. Rutinitasnya tersebut, membuatnya jarang bisa duduk. “Saya lebih banyak berdiri, angkat barang, dan berjalan ke sana-kemari,” ujarnya.

Malah, kata dia, hanya untuk berganti pakaian dalam, dia tidak ada waktu saking sibuknya.   Dari pemeriksaan dokter disampaikan agar dia  selalu menjaga organ kewanitaannya tetap kering dengan cara, saat buang kecil agar mengeringkannya dengan tisu. Jika sudah lembab, sebaiknya pakaian dalam diganti.  Selama ini, kata  Ayu Raka,  keluhan keputihannya sering kumat-kumatan. Dulu ia pernah diberi obat cebok, namun, sering kumat lagi. “Mungkin sebabnya karena lembab. Saya ingin membawa celana pengganti, tapi tidak ada tempat untuk menaruh tas. Tidak ada tempat untuk menaruh tas, karena tempat jualan di pasar sangat kecil. Helm saja ditaruh di kandang ayam. Tapi, sekarang saya akan lakukan anjuran dokter  agar setelah buang air kecil dikeringkan dengan tisu. Nanti tisu disimpan di kantung celana,” ujar Ayu Raka. (Wirati Astiti)

To Top