Griya

Warung Berkonsep Unik: Kayu Santen sebagai Struktur Utama

Keberadaan tempat kuliner di Denpasar kini kian menjamur. Tentunya persaingan juga makin kompetitif untuk merebut pasar. Berbagai upaya dilakukan pengelola, tak hanya dari sisi menu, namun tempat dan suasana juga menjadi prioritas utama. Salah satunya Warung Kemulan yang berlokasi di Blumbungan, Badung.

Warung yang menyajikan kuliner tradisional ini mengusung konsep unik dengan memanfaatkan pohon lokal yakni kayu santen sebagai struktur utama dan rangka bambu pada bangunan warung yang terbuka tersebut. Yang lebih menarik lagi, kayu santen ini sengaja ditanam dan dibiarkan bertumbuh alami. “Biar kesan alaminya dapat. Kalaupun ada yang meniru nantinya, paling tidak kitalah yang pertama menerapkannya,” ujar salah seorang pengelola, Nanda Rama.

Dari baru memasuki pintu utama yang terbuat dari potongan-potongan kayu yang ditutupi klangsah dan penerangan dari lampu teplok, kesan tradisional sudah sangat terasa. Ruang terbuka hijau yang ditata sedemikian rupa menambah kesan alami yang ingin disuguhkan.

Kesan alami kembali disuguhkan dengan menghadirkan potongan-potongan bambu setinggi kurang lebih 70 cm sebagai pagar pembatas. Dan, memanfaatkan tali duk untuk menutupi sambungan pada pertemuan bilah-bilah bambu tersebut.

Meja-meja dan kursi memanfaatkan kayu palet bekas yang diolah kembali. Demikian juga pada bidang dinding di area kasir.

Ke depannya, Warung Kemulan yang berdiri di atas tanah seluas 10 are ini, akan ditambahkan fasilitas baru berupa playground seluas 2 are. “Kami juga akan menanam pohon-pohon lokal yang sudah langka, seperti juwet, kepundung, sentul, dll. Jadi, orang yang datang ke Warung Kemulan tak hanya untuk makan saja, tetapi juga untuk mengenal pohon lokal asli Bali. Itu konsep awalnya dulu, sambil jalanlah,” tandasnya. (Inten Indrawati)

To Top