Sosialita

PIB dan BCPS Karya Keluarga Siswanto untuk Bangsa

Tergerak dari rasa akan kecintaannya pada ­pendidikan, Dr. Ir. Frans Bambang Siswanto ,MM. dan Prof. Dr. A. Sulistyawati, MS., MM,. MMis, Ph.D, DTh.  mendirikan institusi pendidikan berkualitas dengan fasilitas tingkat dunia di lahan pribadi sebesar 15 Ha di Tabanan. Kecintaannya telah melahirkan sebuah dedikasi yang tinggi untuk mentransformasi generasi muda bangsa Indonesia. Sudah lebih dari 50 tahun berkecimpung dalam dunia pendidikan, Prof. Sulistyawati mejaga komitmennya untuk selalu memberikan pengajaran yang terbaik untuk siswanya.

Menurut Prof. Sulistyawati, yang juga masih aktif berprofesi sebagai dosen, bahwa pendidikan sudah seyogyanya merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam memajukan kehidupan suatu bangsa bangsa. “Kami percaya bahwa nilai seseorang tidak hanya dapat ditingkatkan melalui pengembangan pola pikir dan rasa, tetapi juga lewat pemberian pendidikan pelatihan dan keterampilan (vokasi). Dengan begitu seseorang akan memiliki daya juang yang meningkat untuk maju” ungkapnya dengan optimis.

Mengingat keberadaan Bali sebagai trend pariwisata Indonesia, Prof. Sulistyawati dan Dr. Frans merasa bahwa hal ini akan berimplikasi pada permintaan tenaga kerja professional yang berkualitas. Tenaga kerja yang dilahirkan dari sebuah institusi yang berfokus pada pembinaan dan pelatihan kemampuan praktikal. Faktanya bahwa Indonesia masih sangat minim pendidikan vokasi hanya 5,4% dari 4529 total perguruan tinggi di Indonesia sedangkan kebutuhan akan tenaga kerja terus meningkat. Sehingga, dirasa perlu adanya pendidikan vokasi yang sesuai dengan standar permintaan industri.

Selain adanya kebutuhan ­pendidikan vokasi yang mendesak, visi yang kuat dalam menciptakan perubahan melalui pendidikan juga melandasi tekad Dr.Frans dan Prof. Sulistyawati untuk mendirikan sekolah. Pada Januari 2017 maka lahirlah Bali Culinary Pastry School (BCPS). Sekolah ini didirikan untuk dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak yang ingin mendalami ketrampilan di bidang kuliner. BCPS mempunyai 3 program instensif yaitu Professional Chef, Professional Pastry ­Bakery, dan Pastry Bakery For Non-Professional dengan program yang lain yaitu Asian Cuisine Day Course, Western Cuisine Day Course, Pastry & Bakery Day Course.

Setelah berjalannya program-program BCPS, maka muncul inisiatif dari anak-anak Dr. Frans dan Prof. Sulistyawati untuk membuka sekolah yang fokus dalam bidang “tourism and hospitality”. Politeknik Internasional Bali (PIB) beroperasi secara resmi pada bulan April 2017. PIB merupakan kampus vokasi yang berada di bawah naungan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan empat program yaitu D3 Seni Kuliner dan Bisnis, D3 Bisnis Per­hotelan, ­D4 ­Manajemen Bisnis Hotel, dan D4 Manajemen Konvensi dan ­Peristiwa (MICE). Pendaftaran untuk calon mahasiswa baru telah dibuka mulai dari November 2017 hingga Juli 2018.

Karena visi sekolah yang dibangun lebih menitikberatkan pada kualitas lulusan, maka hal ini tentu diwujudkan dengan disediakannya fasilitas standar industri yang bisa digunakan oleh mahasiswa. Tidak hanya itu, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum yang sesuai dengan standar Dikti dan Industri. Sekolah ini juga menyediakan pengajar profesional dari akademisi dan praktisi industri. Dalam setiap tahunnya, Keluarga Siswanto juga berkomitmen memberikan beasiswa kepada anak-anak berprestasi ataupun kurang mampu untuk menempuh pendidikan di PIB maupun BCPS.
Keduanya, baik PIB maupun BCPS, dibangun atas dasar visi Dr.Frans yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. “Passion itu lahir dari sebuah visi. Dari dulu saya muda setelah mapan saya banyak meyekolahkan anak-anak orang sampai dengan hari ini,” tambahnya.

Dr. Frans menegaskan bahwa komitmen terhadap pembangunan pendidikan sangatlah penting karena kita tidak boleh berfikir sekolah sebagai sebuah bisnis sebagai titik awal. Pola pikir kita harus pada membangun karakter dan nilai- nilai seseorang. Harapannya, Bitdec akan menjadi “Center of Excellence” bagi orang-orang yang ingin menjadi “specialized professionals”.  “Tidak hanya itu, kami berharap juga sekolah ini nantinya dapat mempromosikan nilai-nilai dan budaya Indonesia kepada dunia melalui kolaborasi training maupun pertukaran pelajar dengan “specialized schools”  sesuai dengan bidangnya.  Penting sekali untuk pendidikan mendekatkan diri kepada industri agar bisa memfasilitasi perubahan –perubahan yang diperlukan dengan cepat sehingga pendidikan bisa selaras dengan perkembangan terbaru di industrinya” tutupnya. (ast)

To Top