Buleleng

I Made Arnaja: Tekuni Pertanian dengan Hati

I Made Arnaja menunjukkan perkebunan aneka buah-buahan yang ada dihalaman rumahnya

Setiap pekerjaan yang dilakoni memang memerlukan keahlian dan kemampuan sesuai dengan bidangnya,  namun tidak juga dapat mengesampingkan kenyamanan hati. Berlatar belakang pendidikan Hukum, membuat I Made Arnaja menekuni profesi sebagai seorang notaris. Bertahun-tahun bekerja sebagai seorang yang berhubungan dengan hukum membuat dirinya merasa jenuh.

Arnaya begitu ia akrab disapa mengaku memutuskan pensiun  lebih awal dari usia pensiun yang seharusnya. Ketika usianya tidak lagi muda, dirinya bekerja tidak lagi berorientasi terhadap materi melainkan kepuasan hati dalam menjalani pekerjaan tersebut. Sejak pensiun dirinya memutuskan kembali ke kampung halaman dan mulai melirik lahan pertanian miliknya. Pria kelahiran Tajun, 28 Oktober 1950 tersebut memanfaatkan lahan miliknya untuk ditanami berbagai jenis tanaman dan buah-buahan. “Saya tidak memiliki basic sebagai seorang petani bahkan sewaktu kecil saya paling tidak suka diajak ke kebun tapi sekarang saya benar-benar mencintai bertani,” ungkapnya.

Sejak tahun 2006 Arnja sudah mulai menunjukkan kegemarannya menjadi seorang petani, akan tetapi dirinya baru memfokuskan diri sebagai petani sejak tahun 2011. Dirinya mengaku memulai menjadi seorang petani tanpa dibekali dengan pemahaman dalam ilmu pertanian bukanlah hal yang mudah. Justru dengan minimnya pengetahuan dibidang pertanian semakin memacu rasa ingin tahunya untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan tentang pertanian.

Berawal dari pencarian bibit-bibit unggul yang akan dikembangkan dilahan yang ia namakan Rama Sinta Farm, Arnja aktif bergabung dengan grup-grup pertanian yang ada di Indonesia. Dari sanalah dirinya mengaku banyak menemui teman yang diajak sharing tentang berbagai hal menyangkut pertanian. “Saya banyak sharing dengan aktivis-aktivis pertanian yang kemampuannya sudah tidak diragukan lagi, dari sanalah saya belajar banyak hal sehingga sedikit-sedikit saya tahu tentang pertanian. Saya selalu mengejarkan pekerjaan apapun dengan professional itu jiwa saya,” ungkapnya.

Menekuni pekerjaan sebagai petani adalah hal yang wajar bagi orang yang memang hobi berkebun. Akan tetapi hobi berkebun Arnaya terbilang begitu unik. Di tengah para petani berlomba-lomba menanam varietas unggul yang memiliki potensi dikembangkan di daerah Buleleng, justru dirinya mencoba mengembangkan berbagai macam buah yang belum pernah dikembangkan sebelumnya. Suami dari Nyoman Sutjining tersebut begitu tertarik mengembangkan buah-buah luar yang hanya dapat dibeli dengan cara mengimpor. Menurutnya bertani bukanlah pekerjaan yang “ikut-ikutan” sehingga dituntut inovasi dan kreatifitas dalam menjalankannya. “Di bidang apapun asalkan kreatif usaha itu akan berkembang,” jelasnya.

Di samping menjalankan hobi, Arnaya mengaku ingin memotivasi generasi muda untuk tertarik terhadap pertanian. Sebab selama ini mindset anak muda bertani adalah pekerjaan yang tidak memiliki prosfek bagus. Padahal menurutnya jika dikembangkan dengan baik dan benar pertanian merupakan salah satu sektor pendukung pertumbuhan perekonomian di Bali Utara. “Saya memang tidak bisa memaksa anak muda untuk mencintai pertanian tetapi dengan adanya contoh petani yang berhasil dan sukses tentu mereka akan tertarik,” pungkasnya. Beberapa buah-buah yang dikembangkan olehnya di antaranya berbagai jenis durian mulai durian Kane, Musan King, durian gundul, buah naga, jeruk dekopon, papaya, leci, dan masih banyak jenis buah luar lainnya.

To Top