Kreasi

Rubik: Menantang dan Asyik

Rubik merupakan permainan yang mengombinasikan kecepatan tangan dan daya ingat. Cara memainkannya ternyata sulit. Ada metode yang harus dipelajari. Jika sudah paham metodenya, main rubik jadi asyik.

Nyoman Anom Darma Wibawa adalah salah seorang pecinta rubik. Remaja yang akrab disapa Wibi Wibawa ini mengenal rubik sejak 2015. “Waktu itu saya lihat kakak main rubik. Saya hanya perhatikan saja. Setelah kakak saya kuliah ke Surabaya, rubiknya ditinggal. Saya pun coba-coba memainkan. Belajarnya dari tutorial di YouTube,” ungkap Wibi.

Awalnya Wibi hanya berhasil menyusun satu warna. Lama-kelamaan ia tertantang untuk bisa menyelesaikan semua. Durasinya rata-rata 15 menit untuk menyelesaikan permainan rubik 3×3. “Setelah tekun mempelajari metode permainan rubik, saya biasa menyelesaikan dalam waktu kurang dari 15 detik,” ujarnya.

Siswa SMK TI Bali Global Jurusan Multimedia ini menuturkan ada metode untuk pemula dan ada untuk advance. Ia memerlukan waktu sekitar tiga bulan untuk mempelajari metode CFOP yang termasuk kategori advance. CFOP ini singkatan dari  Cross, First two layer, Orientation last layer, dan Permutation last layer. Dalam sehari, Wibi rutin memainkan rubik antara 2 hingga 3 jam.

Wibi tidak sendirian bermain rubik. Ia tergabung dalam komunitas Kubus Bali, bahkan menjadi Ketua Kubus Bali sejak 2016. “Cuber (penggemar rubik) di Bali cukup banyak. Ada anak sekolah, ada mahasiswa. Kami kumpul tiap hari Minggu di KFC Kebo Iwa. Agendanya race dan sharing sesama anggota bahkan dengan pemula,” ungkap remaja kelahiran 9 November 2000 ini.

Kubus Bali berdiri sejak 2009. Wibi merupakan ketua keempat. Event yang pernah mereka laksanakan antara lain Bali Cube Day 2010, Another Bali Cube Day 2012, dan  Kubus Bali Reborn pada 2 Juli 2017. Nama lomba dibuat berbeda-beda agar tidak membosankan. Ia juga menuturkan waktu yang dicatat saat lomba dan saat latihan bisa beda.

“Saat latihan kadang bisa 5 detik, tetapi saat lomba bisa 9 detik. Mungkin kalau lomba itu pressure-nya lebih tinggi,” ujar adik dari Ni Luh Putu Diana Ratnasari dan Made Adi Wiradarma ini. Catatan waktu untuk lomba kategori official dirilis ke website World Cube Association (WCA). Kategori yang dilombakan antara lain 2×2, 3×3. 4×4, 3×3 one hand, 3×3 blindfold, pyraminx, square one, dan skewb.

Ia pun memberikan tips bagi pemula yang ingin mengenal lebih dalam permainan yang ditemukan oleh Erno Rubik ini. Modalnya adalah niat, kesabaran dan konsentrasi. Pemain rubik juga harus rela mengeluarkan uang untuk membeli rubik. Harga rubik bervariasi mulai Rp 20 ribu hingga Rp 700 ribu. “Main rubik ini membuat kita tertantang dan kalau sudah ditekuni, sangat mengasyikkan,” ujar pengoleksi 40 rubik yang punya impian memecahkan rekor nasional ini. (Ngurah Budi)
Permainan Memori

Memainkan rubik bukan hanya ranah remaja dan orang dewasa. Anak kecil dari TK dan SD juga banyak yang memainkan. “Ke depan, Kubus Bali ingin memperkenalkan rubik ke sekolah TK dan SD. Ini bukan permainan biasa. Ini permainan memori. Anak kecil punya memori yang luar biasa,” ujarnya.

Wibi yang juga YouTuber pun sudah banyak membuat tutorioal tentang rubik. Tutorialnya ini ternyata banyak diminati. Ada yang langsung berinteraksi minta agar dibuat lebih sederhana lagi. Ini menjadi tantangan bagi Wibi untuk membuat video bagi pemula. Hingga saat ini ia miliki 5000 subscriber.

Walaupun senang bermain rubik dan editing video, Wibi tak mengabaikan sekolahnya. “Orangtua sudah berpesan, jangan abaikan sekolah. Syukurlah saya bisa mengatur antara pendidikan dan hobi. Prestasi di sekolah juga tidak keluar dari 10 besar,” ungkap remaja yang bercita-cita menjadi orang sukses ini. (Ngurah Budi)

To Top