Bunda & Ananda

Bangun Karakter Anak dalam Pramuka

I Made Bagiada dan Sunarlin, S.Pd., S.E.

Usai ujian tengah semester, menjelang rapotan, beragam kegiatan dilaksanakan sekolah. Seperti SD Pelangi Dharma Nusantara (PDN) yang secara rutin mengadakan Persami (Perkemahan Sabtu Minggu). “Kegiatan ini sudah terjadwal dua kali dalam setahun yakni Persari dan Persami. Tujuannya tak lain untuk  membangun karakter anak terutama pada kedisiplinan, sikap sopan santun, dan kemandirian,” ungkap Kepala Sekolah SD PDN Sunarlin, S.Pd., S.E. usai membuka kegiatan tersebut, Sabtu (9/12).

Ia menekankan, nantinya apa yang mereka dapatkan dalam kegiatan ini terutama kedisiplinan, sopan santun dan kemandirian itu, sangat diperlukan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Dan baginya, waktu transisi ini, setelah ujian semester dan menjelang rapotan merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan ini.

“Saya rasa setelah anak-anak yang tadinya penat menghadapi ujian, pada akhirnya menjalani sebuah kegiatan yang menurut mereka ini sangat menyenangkan, akan membuat mereka refresh,” ujarnya.

Karena di pramuka, selain diajarkan kemandirian, diajarkan pula bagaimana berinteraksi antara satu dengan yang lain, bekerjasama, dan tentunya menyenangkan karena ada satu kegiatan yang mengharuskan mereka melibatkan teman satu dengan yang lain. Yang tujuannya, mempererat kesatuan dalam perbedaan, persaingan sehat dengan etos kerja agar terwujud pramuka yang handal.

Hal senada disampaikan Pembina Pramuka SD PDN I Made Bagiada. Persami diisi dengan beragam kegiatan yang diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan pembekalan materi, makan sing dan istirahat. Kemuadian berlanjut dengan acara games yang diisi dengan mencari tanda jejak dan tarik tambang beregu, makan malam, serta acara penutupan yang diisi dengan PSB (pertunjukan seni budaya) dan api unggun.

Bagiada mengatakan, semua kegiatan ini muaranya adalah pendidikan mental. Karena, ia menilai anak-anak zaman sekarang kedisiplinannya kurang, di samping meningkatkan keterampilan di bidang kepramukaan. “Ekskul pramuka rutin dilakukan seminggu sekali. Dan kegiatan Persami ini merupakan evaluasi dari latihan-latihan setiap minggu tersebut,” jelasnya.

Ekstra kurikuler, khususnya Pramuka, dikatakannya menjadi salah satu wadah untuk meningkatkan disiplin dan mental para generasi muda di Indonesia khususnya di PDN. Materinya menyangkut semua yang ada di SKU (Syarat-syarat Kecakapan Umum), baik di tingkat siaga, penggalang, dst.

Salah satu kegiatan dalam Persami tersebut yakni digelar berbagai macam lomba. Ada di bidang agama, olahraga, keterampilan, dan yang paling menonjol adalah kedisiplinan terutama dalam PBB (Peraturan Baris Berbaris), kerukunan regu, kehadiran(absen disiplin), dan bekerjasama.

Di bidang agama misalnya, diisi dengan lomba Trisandya. Ini tak lain bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan anak pada Tuhan. Dan, hal ini juga tertulis dalam Dasa Dharma Pramuka pertama, yaitu Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Jadi, semua kegiatan mengacu pada Dasa Dharma Pramuka yang kesemuanya diaplikasikan dalam bentuk SKU. Dalam SKU ini ada tes atau penilaian untuk menentukan berhasil tidaknya anak bisa naik tingkat,” jelasnya.

Sementara dalam kegiatan games dan mencari tanda jejak, ini sifatnya mengecek daya nalar anak, sejauh mana mereka bisa menangkap materi yang sudah diberikan Pembina selama ini. Apakan anak mampu atau tidak menerjemahkan dalam bentuk aplikasi kegiatan. Karena nanti dari hasil seleksi itu akan keliahatan tim atau perseorangan mana yang mampu.

“Ini dievaluasi tiap 6 bulan yang ada dalam kegiatan perkemahan seperti sekarang in. Selain untuk mengetes semangat bersama dengan tim kerja, juga untuk mengaplikasikan apa yang sudah disampaikan Pembina. Disamping ada sifat mandiri, juga kepemimpinan,” imbuhnya.

Dan acara yang biasanya paling dinanti-nantikan anak adalah api unggun yang sifatnya kesenangan. Acara api unggun yang dibarengi dengan PSB ini dilaksanakan pada acara penutupan. Dalam kegiatan ini anak-anak diberikan kesempatan untuk unjuk kebolehan di bidang seni-budaya. Dalam hal ini juga dituntut kekompakan antar anggota dalam satu regu. Gela tawa paling riuh sudah dipastikan bergema dalam acara terakhir tersebut. “Di SD kegiatan pramuka memang orientasinya pada permainan yang juga menyelipkan nilai-nilai kedisplinan, patriot, dsb., sementara di SMP lebih ke tantangan,” tandas Bagiada. (inten Indrawati)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top