Style

Unik dengan Shibori dan Sulam

Transcendent (cara berpikir melampaui dari apa yang terlihat) adalah tema utama karyanya. Namun, desainer lulusan Angeliqa Wu FDC Bali ini memilih salah satu bagian yang terkait alam, dantaranya tumbuhan. Terlebih kini banyak kegiatan manusia yang merusak keseimbangan alam,  yakni illegal logging.

Melalui judul “Save Me” Mita Desimiyanti menyatakan kita tidak bisa hidup tanpa pohon si pemberi oksigen. Dalam karyanya, batang berbentuk lingkaran dijadikan aplikasi utama, dan digarap dengan sulaman tangan. Koleksi yang tergolong ready to wear deluxe berbahan kaus, katun dan microfiber ini  berkesan santai namun tetap elegan.

Pilihan warna coklat tua, hijau dan coklat muda menggambarkan lapisan batang. Sedangkan warna putih sebagai lambang ketulusan, dilengkapi hitam dan abu mewakili rasa duka. Ada juga rumbai sebagai lambang akar serta ungkapan ketidak seimbangan yang dimunculkan pada baju dan celana.

Selanjutnya Anindra Novitasari , juga murid  Angeliqa Wu FDC, menghadirkan gaya simpel  elegan, yang terinspirasi dari filsafat kebijaksanaan Zen. Untuk koleksinya  ini, Anindra memilih material organza sutra tebal dan rayon linen

Dengan warna alam indigo, desainnya diproses menggunakan teknik  Arashi Shibori .

Mengusung tema “Beauty Imperfection”koleksinya yang digarap dengan teknik menjahit drapping ini berhasil menjadikan desainnya sedemikian rupa , sangat unik dan menarik.  (Sri Ardhini)

To Top