Sosialita

WHDI Dukung Pelestarian Budaya

Pemotongan tumpeng oleh Ny. Bintang Puspayoga didampingi Ida Tjokorda Anglurah Tabanan beserta istri, beberapa asesor, dan keluarga Puri

Sebagai sebuah wadah organisasi wanita Hindu di Bali, WHDI Provinsi Bali berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya Bali. Salah satunya melalui pelaksanaan workshop tata rias dan menyosialisasikan etika berbusana adat yang baik dan benar.

Jumat (24/11), dirangkaikan dengan Festival Kedaton, bertempat di Puri Agung Tabanan, WHDI Bali bersinergi dengan WHDI Tabanan, Bu Agung (pemilik Salon Agung,LKP Agung, TUK Agung), Kelompok Media Bali Post, dan Viva Cosmetics, menggelar Workshop Tata Kecantikan serta Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali. Hasil riasan para peserta ujian yakni payas agung, payas madya, dan payas modifikasi ini langsung diparadekan dalam Festival Kedaton tersebut, yang alhasil menambah maraknya acara.

Ketua WHDI Bali Ny. Bintang Pupayoga yang berkesempatan hadir saat itu memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergitas ini yang dikatakannya bisa memajukan wanita Hindu di Bali. Uji Kompetensi kali ini pun disebutnya sangat spesial karena selain diikuti peserta regular, melibatkan juga 12 warga pengungsi dari Karangasem hasil binaan WHDI Bali, setelah sebelumnya mereka dilatih di LKP Agung selama sebulan.

“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan dan uji kompetensi ini, warga pengungsi Karangasem memiliki bekal keterampilan yang nantinya bisa bermanfaat untuk membantu menopang perekonomian keluarga bahkan dapat membuka lapangan kerja di daerahnya masing-masing,” ujar Ny. Bintang Puspayoga.

Istri Menteri Koperasi dan UMKM RI ini menambahkan, program pelatihan tata rias untuk warga pengungsi ini akan terus dilanjutkan secara bergelombang dan dilatih khusus di LKP Agung, Denpasar. “Kami WHDI akan tetap me-maping dan melakukan pendampingan sesuai kebutuhan mereka. Karena ketika mereka meminta pelatihan tata rias misalnya, dan itu kita lakukan, hasilnya akan jauh lebih maksimal seperti apa yang kami lakukan selama ini,” ujarnya. Di sela-sela acara tersebut yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun Bu Bintang, istri Menteri Koperasi dan UMKM RI itu pun bertambah haru ketika diberikan kejutan dengan pemotongan nasi tumpeng.

Ny. Bintang Puspayoga bersama peserta UJK dari pengungsi Gunung Agung

Salah seorang pengungsi asal Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem Ni Ketut Pasriniati (32), mengatakan sangat bersyukur diberikan kesempatan belajar tata rias di LKP Agung sampai mengikuti uji kompetensi. “Mimpi pun saya tidak pernah. Saya yang dulunya hanya bisa mengagumi seorang Ibu Agung dan hampir setiap hari menonton tutorialnya di youtube, kini bisa langsung diajar Bu Agung. Pengalaman ini tak terlupakan. Saya bersyukur sekali bisa makan, tidur, dan belajar banyak hal tentang tata rias disini selama sebulan,” tuturnya haru dan berharap sekembalinya nanti ke daerahnya bisa membuka salon.

Sementara, Penglingsir Puri Agung Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan mengatakan pihaknya selalu mendukung kegiatan yang bersifat pelestarian seni dan budaya Bali.

Selain mendapatkan pelatihan tata rias, para pengungsi Gunung Agung juga diajak tampil dalam parade busana adat Bali mewakili Indonesia di ajang bergengsi Asia Hair and Beauty Golden Bauhinia Award 2017. Dalam acara yang berlangsung Senin (20/11) di Nusa Dua tersebut, parade busana adat Bali mendapat sambutan antusias peserta seminar. Pada kesempatan tersebut, Bu Agung tampil sebagai salah seorang penerima Award. (inten)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

To Top