Griya

Waspadai Musim Hujan

I Gst AB Arimbawa, S.T., M.T.

Menjelang akhir tahun yang identik dengan musim hujan, berbagai permasalahan rumah tinggal akan bermunculan akibat curah hujan yang tinggi. Untuk itu, ada baiknya mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin terjadi sebagai antisipasi. Hujan adalah cara alami yang akan membuat rumah bertambah sejuk dan segar. “Hujan bisa menjadi berkah bagi banyak orang, namun hujan juga dapat memberi masalah tersendiri bagi rumah dan bangunan Anda. Anda perlu lebih waspada terhadap beberapa masalah yang kerap terjadi pada saat musim hujan seperti sekarang ini,” ujar I Gst AB Arimbawa, S.T., M.T., owner Crea Bali Mandiri, Architecture Consultant & General Contractor.

Beberapa masalah yang dapat muncul pada saat musim hujan:

 

Bocor

Kebocoran dapat disebabkan oleh banyak hal. Misalnya atap genteng yang bergeser, sehingga terdapat celah untuk air hujan masuk. Amati juga sambungan bubungan genteng yang biasanya terdapat retak akibat cuaca yang panas. Dan, untuk rumah dengan atap plat sebaiknya selalu memperhatikan kondisi plat beton apakah kemiringannya sudah kearah roof drain, karena biasanya seringkali roof drain tertutup dedaunan ataupun kotoran lainnya sehingga tersumbat. “Anda bisa mencegah terjadinya kebocoran dengan rutin melakukan pengecekan. Paling tidak periksa keadaan atap selama tiga bulan sekali agar Anda bisa segera mengetahui jika atap mengalami kerusakan. Penyebab yang berbeda dari kebocoran juga akan membutuhkan penanganan yang berbeda,” ucapnya.

Dinding lembab/merembes

Dinding lembab seringkali terjadi di saat musim penghujan. Banyak hal yang mempengaruhi dinding menjadi lembab, salah satunya akibat penanganan dinding luar yang kurang maksimal. Dinding luar harus benar-benar tertutup dengan mempergunakan cat waterproofing yang bagus. Apabila kondisi dinding menempel dengan dinding tetangga sehingga tidak bisa memasang cat waterproofing pada dinding luar, sebaiknya pada bagian atas dinding ditutup dengan plat beton yang juga berfungsi sebagai gutter air hujan. Air hujan yang masuk ke dinding akan menimbulkan noda pada tembok dalam rumah. Noda tersebut dapat hilang dengan sendirinya namun juga dapat menetap dan meninggalkan bekas. Keadaan ini tentu tidak kita inginkan terutama jika noda yang tertinggal memiliki diameter yang cukup besar. Dinding terlihat tidak cantik dan Anda bisa terganggu karenanya. Anda akan perlu melakukan pengecatan ulang untuk menghilangkan noda di dinding.

Daun jendela dan pintu kayu tidak bisa tertutup rapat

Material kayu sangat lumrah dipergunakan pada bagian kusen, daun pintu dan jendela rumah tinggal. Tetapi, material kayu memiliki kelemahan terhadap perubahan suhu yaitu kembang susut kayu. Jika cuaca panas maka material kayu akan menyusut dan jika cuaca dingin, material kayu akan mengembang. Jadi, pastikan kayu yang dipakai sudah melalui proses oven yang baik sehingga kadar air yang tersisa sedikit. “Untuk daun jendela ataupun pintu yang terlanjur mengembang, sehingga susah untuk ditutup dapat diperbaiki dengan proses serut pada bagian yang lebih,” sarannya.

Terjadi arus pendek dari kabel listrik di saat musim hujan

Air hujan yang menetes ke bagian kabel bisa saja menyebabkan terjadinya hubungan arus pendek. Lokasi yang harus diwaspadai di antaranya pada kabel yang berada di luar rumah yang ada di atas permukaan tanah. Juga, kabel yang ada di dalam rumah, namun atap bocor atau dinding rembes. Kabel juga harus mendapat perhatian karena jika terjadi hubungan arus pendek, akibatnya fatal, bisa terjadi kebakaran. “Apabila Anda menemukan kabel yang terbuka atau lapisannya terkelupas, maka sebaiknya segera diganti. Untuk kabel yang terpasang di halaman sebaiknya dilapisi dengan pipa dan memakai kabel khusus untuk eksterior, demikian juga dengan stop kontak yang terdapat di luar rumah harus memakai stop kontak waterproof,” ingatnya.

Lantai teras menjadi licin

Lantai teras rumah juga wajib dicek dan diperhatikan. Bahan yang digunakan untuk lantai teras rumah carport hendaknya memakai material penutup lantai yang untuk outdoor. Jika pilihan Anda jatuh pada keramik, sebaiknya pakailah keramik yang berjenis kasar, sehingga saat musim hujan, bagian lantai yang terkena air tidak akan membuat mudah terpeleset.

 Pohon tumbang

Jika memiliki tanaman atau pohon di sekitar rumah, perlu adanya pemangkasan jika tanaman atau pohon terlihat sangat lebat dan terlalu rimbun. Sebab, pada kondisi hujan terkadang pohon dan tumbuhan mengalami penumbangan dan terkadang hal ini bisa menimbulkan masalah yang besar saat pohon atau tumbuhan yang tumbang menimpa bangunan rumah kita. Hal ini disebabkan beban terlalu berat di bagian atas karena penumpukan air, sedangkan bagian tanah di bawahnya menjadi gembur karena menyerap banyak air.

Pohon tumbang

“Karena itu, untuk perawatan rumah secara keseluruhan, biar aman, biasakanlah minimal empat bulan sekali harus dicek secara rutin, untuk mencegah kemungkinan buruk yang terjadi,” tandasnya. (Inten Indrawati)

To Top