Inspirasi

Isyana Sarasvati: Tumbuh di Keluarga Pecinta Musik

Isyana Sarasvati

Jika ingin mencapai prestasi gemilang dalam hidup, bermimpilah yang besar dan fokus untuk mencapainya. Itulah yang dilakukan Isyana Sarasvati, penyanyi cantik yang kariernya di dunia menyanyi tengah naik daun. Gadis kelahiran Bandung Mei 1993 ini bukan sekadar membuat mimpi tapi dia dengan tekun berupaya menggapainya.

Hasilnya pun nyata, lewat ketekunan dan kerja kerasnya, karya-karyanya bukan hanya disukai masyarakat tapi juga mendapat pengakuan dalam bentuk berbagai penghargaan. Yang teranyar adalah penghargaan yang diterimanya pada Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2017 baru-baru ini. Lewat lagu ‘Anganku Anganmu’ , dirinya bersama Raisa berhasil menyabet dua penghargaan yakni kategori Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Soul/R&B/Urban dan kategori karya produksi kolaborasi terbaik.

“Orangtua aku selalu bilang,’Kamu harus memiliki mimpi besar. Mimpi itulah yang akan terus menjaga semangatmu untuk terus berkarya’,” ungkap Isyana. “Jadi misalnya kamu mempunya goals yang sangat besar, dan jalan menuju ke sana banyak krikil dan cabang-cabang, kamu jalani saja (dengan tekun). Karena proses-proses yang terjadi itu sebenarnya adalah jalan menuju ke sana,” tutur Isyana.

Nasihat-nasihat dari orangtuanya itulah yang ia coba terapkan dalam kehidupan dan kariernya hingga ia mendapat capaian sekarang ini. “Ada banyak ya pesan dari orangtua, seperti harus selalu bersyukur, jujur dengan apa yang kamu lakukan dan ikuti dengan antusias. Dan yang tak kalah pentingnya adalah soal ketekunan,” papar Isyana.

Sebagaimana diketahui, nama Isyana Sarasvati mulai dikenal publik lewat lagunya ‘Keep Being You’ pada 2014  dan ‘Tetap Dalam Jiwa’ yang melejit dipasaran pada 2015. Sejak itu karier terus menanjak. Ia pun bukan hanya berkiprah di dunia menyanyi tapi juga  merambah ke dunia akting.

Meski tidak menjadi fokus kariernya, namun dunia akting bukan lah suatu  yang baru baginya.  “Dulu aku juga suka tampil dalam pertunjukkan opera. Itu kan ada aktingnya juga,” ujar anak kedua pasangan Sapta Dwikardana-Luana Marpanda, ini.

Tumbuh di keluarga yang pencinta musik membuat Isyana pun sejak usia dini akrab dengan musik dan berbagai peralatan musik. Ayahnya yang dosen adalah penyuka karya-karya grup band yang pernah populer di masanya seperti Queen, Beatles, dll. Sedang ibunya adalah guru musik klasik, sementara kakaknya adalah pencinta musik R&B dan berkarier sebagai vokalis  di sebuah grup band. Maka tak heran kalau pengetahuan musik Isyana menjadi kaya dan minatnya pada musik semakin besar.

Menurut  Isyana, peran ibunya sangat besar dalam karier bermusiknya. Sejak kecil, tambahnya, ibunya lah yang membimbingnya dalam bermusik. “Kalau bukan karena ibu, kayaknya nggak mungkin aku bisa menjadi seperti sekarang ini. Peran ibu sangat besar. Ibu h bukan hanya membimbing tapi juga rajin mendaftarkan aku ikut berbagai kompetisi musik,” ungkap Isyana yang juga piawai memainkan beberapa alat musik.

Termasuk, tambahnya lagi, ibunya juga lah yang membimbingnya menjadi komposer.  Bidang itulah yang lebih dulu ditekuninya sebelum dia terjun ke dunia menyanyi, ucapnya.

Dan memang Isyana bukan sekadar bakat alam, namun juga diasah lewat pendidikan formal. Bisa jadi inilah ‘rejeki’ Isyana. Berkat berbagai prestasi yang diukirnya dalam berbagai kompetisi di dalam maupun di luar negeri, ia mendapat beasiswa kuliah di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), Singapura. Padahal ketika itu usianya masih 16 tahun, dan dia masih kelas II SMA.

‘Pucuk dicinta ulam tiba’,  ia pun—dengan dukungan orangtuanya– lantas memutuskan mengambil tawaran itu. Walhasil, dirinya tak sempat menyelesaikan SMA nya. “Waktu itu  SMA hanya sempat di kelas 2 karena mendapat beasiswa,” ucap Isyana yang di NAFA mengambil bidang musik performance.

Lulus dengan predikat terbaik, Isyana pun kembali meraih beasiswa penuh untuk memperdalam ilmu musiknya di Royal College of Music, Inggris. Di tahun terakhir studinya, ia juga menerima beasiswa RCM Excellence Award.Pulang ke Indonesia Isyana langsung berkiprah di dunia tarik suara dan namanya pun melejit lewat Keep being You.

“Perjalanan aku dalam dua tahun terakhir tercurah dalam album kedua aku ‘Paradox’. Itu isinya curhatan aku semua. Tidak seperti album pertama yang isinya macam-macam, maka di ‘Paradox’ semuanya tentang cerita aku. Tidak ada imajinasi, tidak ada cerita atau curhatan teman. Bahkan klipnya aku  yang menyutradarai ,” tutur Isyana yang banyak mengukir prestasi dalam kompetisi  electone di antaranya menjadi juara Grand Prix Asia Pacific  Electone Festival pada 2008, 2009 dan 2011, serta meraih Gold Certificate 5th Bangkok OperaFoundation Singing Competition, Bangkok, Thailand, pada 2013.

TANTANGAN SI INTROVERT

Ada banyak hal yang menarik yang jarang terungkap ke publik tentang diri Isyana. Kalau selama ini kebanyakan Isyana hanya mengungkapkan tentang kegiatannya yang terkait kariernya maka kini dia mulai sedikit demi sedikit membuka dirinya. Salah satu yang menarik adalah tentang dirinya sempat dihinggapi rasa tidak ‘PD’.

Pengakuan ini sungguh di luar dugaan mengingat kiprahnya sejak remaja hingga sekarang yang membuatnya harus banyak bersosialisasi. Bahkan ketika di SMA pun selain berprestasi secara akademik, dia juga adalah Ketua OSIS.

“Iya memang suka nggak ‘PeDe’ ya. Mungkin karena aku ini sebenarnya adalah seorang yang  introvert. Suka nggak yakin. Tapi itu dulu, sekarang aku sudah banyak berubah setelah kuliah. Aku kan kuliah di jurusan Music Performance, nah di situ mendapat pelajaran tentang banyak hal termasuk tentang cara kita menjadi the true performance. Dari sana lah aku banyak berubah,” tuturnya.

Dengan karakter yang sangat introvert sementara di sisi lain dia harus menjalani kariernya sebagai seorang entertainer, itu merupakan tantangan tersendiri. “Jadi dalam hidup bermusik aku sekarang ini, aku banyak melakukan kegiatan yang saling kontradiktif dengan pikiran aku sendiri. Contohnya, aku ini kan sesungguhnya ber-background classical music tapi majority people knows me as pop musician. Atau, aku ini orang yang sangat introvert tapi profesi aku adalah entertainer,” ungkap Isyana.

Selama kariernya di panggung hiburan, kata brand ambassador sebuah situs belanja online, ini, ada banyak pengalaman didapatnya. Termasuk kejadian-kejadian yang di luar dugaan. Seperti misalnya, ia pernah jatuh terguling ketika sedang show. Untungnya saat kejadian tersebut, ia tetap tersadar, tidak panik dan langsung mengambil kendali diri.

“Hahaha…iya aku jatuh terguling tapi abis itu langsung berpose, nyanyi lagi. Padahal asal tahu saja, waktu terjatuh itu sebenarnya aku sudah ‘kunang-kunang’ lho. Namun aku tetap bernyanyi sampai selesai,” ujar Isyana mengingat pengalamannya sambil tertawa.

Yang juga lucu, lanjutnya, dia pernah lupa lirik saat show. “Wahh itu lucu, waktu itu nyanyi ‘Anganku Anganmu’ pertama kalinya live di konser Raisa-Isyana. Eh aku lupa lirik. Hahaah untung aku adalah komposer, jadi begitu lupa aku langsung bikin lirik sendiri saat itu juga…hahaha…nggak ada yang tahu tuh…,” kata Isyana yang  hobi main PS ini. (Diana Runtu).

To Top