Edukasi

Perbaiki Sekolah yang Terdampak Banjir

Sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda banjir Sabtu (18/11). Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur deras di Kecamatan Sakra Barat, Keruak, dan Jerowaru, sejak pukul 14.00 wita hingga pukul 21.00. Guyuran hujan ini menyebabkan sejumlah bangunan, tergenang air. Premukiman warga terendam dengan ketinggian air  1 meter hingga 3 meter. Lebih dari 578 KK di tiga kecamatan tersebut terdampak,dan 50 rumah dalam kondisi rusak berat.

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, meninjau secara langsung korban banjir di Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTB berkeliling melihat langsung kondisi rumah warga yang luluhlantak akibat diterjang banjir. Ia juga  mengunjungi kondisi warga di tempat pengungsian dan tenda- tenda penampungan yang disediakan petugas di lapangan.  Gubernur juga sempat memimpin doa memohon keselamatan dan perlindungan bagi warga korban banjir.

Usai melakukan peninjauan dan motivasi kepada masyarakat di tempat penampungan, Gubernur memerintahkan kepada seluruh jajaran terkait untuk melakukan koordinasi dalam proses percepatan rehabilitasi pascatanggap darurat terhadap korban banjir.

“Warga masyarakat kita harapkan tidak terlalu lama berada di tempat penampungan, apalagi di tenda seperti ini,” ujarnya. Oleh karena itu, ia memerintahkan BPBD-NTB dan Kabupaten Lombok Timur, setelah tanggap darurat selesai  untuk segera melakukan pendataan terhadap korban terdampak banjir. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur segera membangun rumah-rumah yang hancur akibat banjir sehingga dapat kembali ditempati warga.

“Kami harapkan rumah-rumah warga yang betul-betul hancur untuk segera kita bangun dan kita masukkan dalam program pembangunan rumah layak huni untuk tahun 2018, kalau bisa untuk percepatan kita upayakan, ini adalah kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten Lombok Timur,” harapnya.

Dalam kesempatan kunjungan di lokasi korban bajir tersebut Gubernur NTB juga berdialog langsung dengan masyarakat korban banjir dan anak-anak sekolah. Sebagai upaya untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan bahan makanan bagi korban banjir dan ketersediaan sarana prasana belajar untuk anak sekolah yang terdampak banjir.

Saat itu Gubernur menyerahkan secara langsung bantuan sembako dan alat-alat tulis kepada anak-anak sekolah di Desa Sepit, juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.”Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman TNI, Polri dan BPBD serta masyarakat yang telah bekerja keras dalam upaya melakukan proses pembersihan di lokasi terdampak banjir  dan pengamanan terhadap para korban banjir,” ujar Majdi.

Didampingi Kepala BPBD Provinsi NTB, H.Moh. Rum dan pejabat terkait lainnya serta Kepala BPBD Kabupaten Lombok Timur, saat berdialog dengan warga masyarakat di lokasi banjir, Gubernur sempat memuji semangat kebersamaan masyarakat NTB dengan bergotong royong dalam membantu korban bencana banjir. Khususnya selama masa tanggap darurat dan dalam proses pemulihan korban banjir di Lombok Timur sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, baik kepala desa yang datang langsung bersama masyarakatnya membawa bantuan. Ini adalah cermin nyata semangat kegotongroyongan masyarakat,” ungkapnya. (Naniek I. Taufan)

 

To Top