Inspirasi

Rahasia Diet Dewi Hughes

Jarang muncul di televisi, tiba-tiba orang dikejutkan dengan penampilan Dewi Hughes yang baru, cantik dan bertubuh lebih langsing. Benarkah itu Hughes? Maklum kalau sebagian orang ragu, pasalnya dulu presenter berparas manis ini dulunya bertubuh sangat subur.  Maka ketika presenter ‘Angin Malam’ dan ‘Mimpi Kali Yee’ ini tampil dengan tubuhnya yang  lebih lansing, orang pun penasaran. Apa rahasianya?

“Kuncinya adalah pikiran yang bahagia,” ucap wanita kelahiran Tabanan, Bali, ini, sambil tertawa. Sebagian orang mengira ucapan Hughes ini sekadar bercanda, namun ternyata dia benar-benar serius dengan ucapannya. Berkat pikiran bahagia itulah, Hughes yang sempat tampil dalam film ‘Petualangan Sherina’, berhasil menurunkan berat badannya hingga 75 kg.

“Kuncinya, pikiran yang bahagia. Kalau kata orang ‘Mensana in corepore sano’ , bahasa latin yang artinya ‘Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat’, kalau saya sebaliknya. Jiwanya harus kuat dulu, pikirannya benar. Ketika pikirannya benar maka prilaku kita juga benar. When you happy you have well,” ungkap Hughes. “Jadi perbaiki masalah yang ada dalam diri kita, nanti segalanya akan mengikuti,” tambah artis yang aktif mengkampanyekan penghapusan human  trafficking (perdagangan manusia)

Namun tentu saja, tidak serta merta Hughes mendapatkan ‘resep’ itu. Semuanya didapat lewat proses dan pengalaman pribadinya. Dulu, lanjut Hughes yang aktif di kegiatan-kegiatan pendidikan dan sosial, dirinya sempat memiliki berat badan 151 kg. Berat tubuh yang terus meningkat membuatnya cemas. Seperti pada umumnya, dia pun berusaha menurunkan berat badan. Namun berbagai cara dan diet yang dilakukannya, tak banyak membuahkan hasil.

Hughes bahkan sempat melakukan diet ekstrem termasuk olah raga ‘gila-gilaan’. Sehari dia bisa menghabiskan waktu 6 jam dengan nge-gym, termasuk stretching. Menjaga asupan makanan dengan sangat ketat, olah raga diperbanyak, dengan harapan berat badannya turun. Walhasil, dia pun terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Ia juga pernah menderita ‘backpain’ atau sakit punggung yang parah akibat terlalu gemuk. Jika penyakit itu kumat, tutur Hughes, dirinya tak bisa tegak. Kalaupun bisa tegak harus disuntik terlebih dahulu. “Jika  sakit menyerang, punggung dan kaki ikut sakit. Biasanya saya ke dokter, kemudian disuntik, sehingga rasa sakit hilang dan saya bisa tegak lagi. Namun suatu ketika, meski sudah disuntik saya masih merasa kesakitan,” ujar Hughes.

Dokter menyebut dirinya harus menurunkan berat badan. Terdorong keinginan sembuh, Hughes pun berjuang untuk menurunkan berat badannya. “Saya ambil master untuk hipnoterapi tahun 2010. Kemudian saya juga melakukan berbagai riset. Saya pikir, diapain ya, saya kok belajar hipnoterapi tapi tidak bisa membuat badan saya kecil dengan hipnoterapi. Lama dipikirkan, dicoba, akhirnya saya ketemu polanya.”

“Jadi yang pertama adalah mengubah cara berpikir atau mindset dulu. Melihat makanan bukan sebagai ‘pelarian’. Kalau dulu, cape kerja, makan. Happy, makan, sedih makan. Intinya adalah mengubah pola pikir,” paparnya.

Semua orang, lanjut Hughes, punya masalah. “Yang terpenting adalah kita mengenali masalah itu. Kita harus mengetahui emosi apa yang sedang berkecamuk. Dari sana kita bisa tahu handlenya seperti apa. Yang kita bangun adalah kecintaan dan penghargaan terhadap diri kita, itu dulu yang ditumbuhkan,” kata Hughes sambil menambahkan, jika ada teman-teman datang ke rumahnya maupun kliniknya untuk berkonsultasi, maka dirinya akan mengajak mereka untuk menyelesaikan dulu permasalahannya.

Setelah ketemu polanya dan dipraktekkan, luar biasa, berat badanya turun drastis. “Jadi suatu ketika saya membuka youtube, lalu saya melihat ada orang dengan hanya minum juice saja, dia berhasil menurunkan banyak berat badannya. Waktu saya lihat itu, saya bilang, ‘Really, i dont think so’. “

Namun begitu, meski ragu, Hughes pun penasaran dan ingin mencoba. “Saya bilang ke orang ruamh saya untuk membeli sayuran kemudian saya juice. Ya sembarangan saja. Rasanya sungguh enggak enak. Tapi saya terus saja minum. Eh, ternyata, benar, berat saya turun 8 kg,” ungkap Hughes.

Hughes melakukan diet dengan menghindari gula, garam, susu serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Dietnya juga ditopang dengan hipnoterapi yang dipelajarinya sehingga dia tahan terhadap ‘godaan’ makanan.  “Kekuakuatan pikiran itu dasyat sekali, sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk membuat diri kita berdaya. Memberi sugesti pada diri kita.,” katanya.

Salah satu buktinya adalah saat syuting film ‘Surga di Telapak Kaki Ibu’ yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu, Hughes sama sekali tidak makan-makanan Padang yang terkenal enaknya. Dia tidak tergoda untuk mencicipi. Walhasil syuting 10 hari di Padang, sukses menurunkan berat badan hingga 5 kg.

Jadi intinya, paparnya, semua yang kita makan adalah real food, yakni tanaman, bukan makanan kaleng, tidak pakai pengawet dan pewarna.

“Setiap hari saya makan banyak buah dan sayuran. Karena saya punya masalah dengan gigi, saya menjuice semuanya. Saya kan sudah pernah sakit, dan tidak mau sakit lagi. Saya juga sudah melihat dampak  makanan-makanan itu terhadap tubuh saya, betapa menderitanya saya. Saya tidak mau menderita lagi. Pola pikir itu lah yang ada dalam pikiran saya,” tuturnya. “Banyak yang bertanya, apakah saya tidak khawatir sakit dengan pola makan seperti itu,” tambahnya.

Faktanya, dengan pola makan seperti itu, bukan hanya berat badannya yang turun banyak tapi juga dia nyaris tak pernah sakit. “Bahkan pilek atau penyakit lambung, tidak ada. Saya percaya semua ini ada didalam pikiran kita,” kata Hughes .

Hughes yang kini kerap menjadi pembicara berbagai acara terkait masalah kesehatan, menyebut apa yang dilakukannya sebagai ‘Diet Kenyang’. Jadi sasarannya bukan sekadar langsing melainkan sehat. “Kuncinya bukan mau langsing tapi mau sehat. Ini adalah program sehat. Bahwa kemudian tubuh menjadi kurus, itu adalah bonus,” ucapnya.(Diana Runtu).

To Top