Kreasi

YouTube buat Orang Biasa Jadi Luar Biasa

Bagi pecinta hiburan, menonton channel YouTube merupakan salah satu cara untuk memuaskan hasrat. Beragam hiburan dari berbagai bagian dunia bisa ditemukan di ¬channel ini. Kini makin banyak orang-orang kreatif yang memanfaatkan profesi dan hobinya kemudian membuat video lalu diunggah di YouTube. Mereka disebut sebagai YouTuber. Di Bali, nama Yudist Ardhana berada di puncak. Followernya hampir 500 ribu.

Saya awalnya mulai dari pesulap. Bela¬jar sulap sejak kecil. Seriusnya tahun 2005 saat kuliah di Universitas Pelita Harap¬an, Jakarta. Gara-gara ketemu toko alat sulap, saya jadi makin tertarik dunia magician. Lulus kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual tahun 2011, saya pulang ke Bali dan mulai jadi magician,” ujar pria bernama lengkap Yudistira Ardhana ini.
Yudist biasanya tampil di acara-acara pesta, di mall, dan di kafe. Ternyata setelah beberapa tahun, ia menilai sulap sulit berkembang di Bali. Instansi yang mau keluar uang banyak untuk menghadirkan hiburan sulap sangat sedikit. Peluang terbesar tentu saja ada di Jakarta.
Sambil menekuni dunia sulap untuk menghibur, anak kedua pasangan Lannywati- Bongo ¬Ardhana ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Warmadewa. Ia masuk tahun 2012 dan tamat 2015. Bekal ilmu hukum dipakainya untuk menambah wawasan sembari terus meng¬asah ilmu sulap. Ia juga mencoba buka usaha Toko-Sulap.com yang dirintisnya saat kuliah di Jakarta dan masih belanjut hingga kini. “Peminat tidak banyak tetapi ada saja yang mencari bahan-¬bahan untuk bermain sulap,” ujar penghobi fotografi dan sepeda ini.
Ketika YouTube mulai berkembang, Yudist melihat penampilan YouTuber yang melesat dengan banyaknya follower. “Saya pun menemukan harapan baru. YouTube menjadi jembatan untuk memperkenalkan diri ke khalayak. Hal terpenting adalah konten yang kita tawarkan bisa menghibur. Saya pun mendapat ide untuk melakukan prank atau menjahili orang dan membuat vlog,” ujar pria kelahiran Denpasar 13 Oktober 1987 ini.
Video yang pertama kali diunggah adalah ketika Yudist ngerjain kasir di beberapa minimarket dengan menyulap kertas menjadi uang. Seiring perjalanan waktu, Yudist membuat kombinasi antara sulap dan prank untuk diunggah di akun YudistArdhana di YouTube. Subscriber-nya pun terus bertambah. 13 Maret 2017 ia meraih 100 ribu subscribers dan diganjar penghargaan Silver Play Button oleh YouTube.
“Per hari rata-rata ada 1.100 subscriber. Mereka berasal dari seluruh Indonesia. Target berikutnya tentu menambah subscriber. Setelah 500 ribu ya 1 juta. Memang perlu ide-ide kreatif untuk bisa mendapatkan banyak subscriber. Video yang ditampilkan harus unik. Sekarang saya pisahkan sulap dan prank. Sulap itu perlu waktu sedang¬kan video yang diunggah harus rutin. Biasanya seminggu dua kali saya unggah,” ungkap peng¬idola David Cooperfield dan Deddy ¬Corbuzier ini. Untuk membuat video prank di mall, Yudist dan tim harus minta izin dulu. Demikian juga dengan “target”. Setelah syuting dilakukan, “target” akan ditanyakan apakah wajahnya boleh ditampilkan atau harus diblur. “Kami harus minta izin sama target. Dulu pernah kejadian, ada yang komplin. Kami belajar dari pengalaman. Kalau target tidak mengizinkan, videonya kami buang,” kata ¬Yudist yang dibantu videographer dan editor dalam aksinya.
Aksi prank-nya yang paling fenomenal saat naik mobil mainan ke SPBU. Video ini ditonton lebih dari 7 juta kali. Syuting untuk ¬video ini dilakukan selama dua hari. Rata-rata satu video selesai tiga hari, tergantung tempat syuting dan cuaca. Yudist menambahkan ia rajin mencatat ide yang diperoleh kemudian mendiskusikan dengan tim untuk lokasi dan properti yang diperlukan. Kadang ia juga melihat prank yang ada di internet kemudian dimodifikasi.

KELILING SUMUT SAMA MENSOS
Pengalaman yang pa¬ling berkesan bagi Yudist ketika ia diajak keliling ke Sumatera Utara oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Agustus 2017. Selama dua hari, Yudist dan Fabi (YouTuber Social Experiment) mendokumentasikan kegiatan mereka bersama Mensos. Bagi Yudist, ini merupakan pengalamannya masuk ke pelosok dimana ia dikenali. “Ternyata YouTube membuat orang biasa jadi luar biasa. Saya pun tertantang untuk terus memberikan hiburan kepada pecinta YouTube,” tegasnya.
Di balik keberhasilan itu, Yudist mengaku dia termasuk orang yang minder karena tinggi badannya yang menjulang. Namun, pria bertinggi badan 190 cm ini berusaha untuk melakukan penyesuaian agar angle kamera menjadi lebih baik. Di sisi lain, ia juga kadang malu ketika melakukan prank. “Saya sering malu lo ngerjain orang. Tetapi, apa yang saya lakukan ini untuk menghibur. Intinya adalah hiburan. Bagi saya, kunci sukses adalah perlahan tetapi gerak terus. Hidup harus adil dibagi lima, keluarga, ibadah, bermain, bekerja, olahraga. Semua harus berjalan seimbang. Satu lagi, stay energized (selalu berenergi) and always make magic happen (menciptakan keajaiban),” ujar pesulap yang tampil regular di Lesica Café, Denpasar tiap Minggu malam ini. (Ngurah Budi)

Paling Populer

To Top